Penyebab Air Ketuban Keruh dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai


Air ketuban keruh bisa terjadi saat bayi stres dan mengeluarkan kotoran mekonium sehingga berwarna kehijauan atau kecokelatan. Baca selengkapnya di sini.

0,0
09 Dec 2019|Azelia Trifiana
penyebab air ketuban keruh bisa jadi karena janin stresUntuk mengetahui apakah air ketuban Anda normal atau tidak, Anda harus melakukan pemeriksaan ke dokter
Penyebab air ketuban keruh perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Pasalnya, perubahan warna air ketuban yang tidak normal bisa menjadi pertanda kondisi medis yang serius. Terlalu banyak atau terlalu sedikit air ketuban bisa menyebabkan komplikasi. Air ketuban keruh pun bisa terjadi, biasanya saat bayi belum lahir hingga melewati hari perkiraan lahir.Air ketuban adalah cairan yang penting untuk janin karenan berfungsi melindungi janin dari infeksi dan di dalamnya terdapat nutrisi penting, hormon, dan juga antibodi yang melindungi bayi. Tak hanya itu, air ketuban yang membungkus bayi membuatnya aman dari risiko cedera akibat benturan.Air ketuban bisa terdeteksi sejak awal kehamilan, bahkan sejak 12 hari setelah terjadinya pembuahan. Awalnya, air ketuban ini terbentuk dari cairan tubuh sang ibu. Namun lama kelamaan, porsi air ketuban lebih banyak terbentuk dari urine bayi.

Penyebab air ketuban keruh

Ada beberapa masalah yang dialami ibu hamil terkait kondisi ketuban mereka. Contohnya seperti kekurangan atau kelebihan air ketuban hingga ketuban pecah dini.Selain itu, ada juga kondisi yang juga perlu mendapatkan perhatian yaitu saat air ketuban keruh. Hal ini dapat terjadi karena beberapa penyebab seperti:

1. Melewati hari perkiraan lahir (post-term pregnancy)

Biasanya, hari perkiraan lahir atau HPL dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT). Tentunya, hari perkiraan ini bisa maju atau mundur bergantung pada kondisi kehamilan setiap orang.Ketika kehamilan telah melewati HPL dan berusia di atas 40 minggu, ada kemungkinan air ketuban keruh. Warnanya bisa menjadi kehijauan atau kecokelatan. Idealnya, air ketuban berwarna bening atau kekuningan.Hal ini terjadi karena bayi telah membuang mekonium atau kotoran yang dihasilkan bayi dalam rahim. Mekonium ini membuat warna air ketuban menjadi keruh.

2. Kekurangan kadar oksigen

Kurangnya kadar oksigen ke janin atau hipoksia juga bisa membuat bayi stres hingga mengeluarkan mekonium. Ketika feses ini bercampur dengan air ketuban, maka warnanya bisa menjadi keruh. Normalnya, mekonium ini baru dikeluarkan oleh bayi setelah lahir.Istilah medis untuk kondisi ini adalah meconium aspiration syndrome atau MAS. MAS dapat menimbulkan gangguan pernapasan dan perlu segera ditangani sesaat setelah bayi lahir.

3. Komplikasi kehamilan

Adanya komplikasi kehamilan seperti tekanan darah tinggi (preeklamsia) dan diabetes gestasional bisa menyebabkan janin stres. Dampaknya sama yaitu menyebabkan bayi mengeluarkan mekonium dan membuat air ketuban keruh.Ketuban keruh kerap terjadi pada kehamilan yang sudah mendekati waktu persalinan. Jika ini terjadi, dokter kandungan akan memantau apakah ada tanda-tanda bayi mengalami stres.Selain itu, ketika bayi lahir juga akan langsung ditangani dan dibersihkan untuk mengantisipasi apabila ada mekonium yang tanpa sengaja tertelan. Air ketuban keruh yang mengandung mekonium dapat menyebabkan peradangan di paru-paru bayi apabila tertelan.

4. Infeksi bakteri pada kantung dan air ketuban

Penyebab air ketuban keruh juga dapat dikarenakan kantun cairan dan kantung ketuban mengalami infeksi atau biasa dikenal dengan kondisi chorioamnionitis.Kondisi infeksi bakteri yang biasanya berasal dari vagina dan saluran kemih ini dapat menyebabkan kelahiran prematur dan sepsis pada ibu dan janin. Selain menyebabkan ketuban berwarna keruh, chorioamnionitis juga menyebabkan demam, rahim menjadi lunak dan air ketuban berbau busuk.

5. Anemia hemolitik pada bayi

Penyebab air ketuban keruh lainnya adalah karena kondisi bilirubin bayi yang berlebih akibat anemia hemolitik. Selain itu, adanya darah ibu atau janin dalam air ketuban juga bisa menyebabkan cairan ketuban berwarna keruh.Sedangkan air ketuban yang berubah warna menjadi gelap bisa menandakan janin meninggal di dalam kandungan.Baca juga: Apa Saja Fungsi Air Ketuban dan Masalah yang Menyertainya?

Gejala ketuban keruh

Pada setiap kehamilan, ada indikator yang berbeda-beda kapan air ketuban sang ibu dikatakan normal atau tidak. Tak hanya ketuban keruh saja, tapi volume dan aroma juga perlu diperiksa untuk mengetahui kondisi kehamilan dan utamanya janin dalam kandungan.Terlalu banyak atau terlalu sedikitnya air ketuban bisa dideteksi oleh dokter kandungan saat kontrol secara berkala melalui USG. Dokter kandungan bisa mengukur air ketuban lewat amniotic fluid index atau AFI dan maximum vertical pocket atau MPV.Namun ketika ketuban keruh, mengetahui gejalanya tidak semudah itu. Pada sebagian besar kasus, ibu hamil mendeteksi air ketuban keruh saat mulai pecah. Apabila air ketuban terlihat berwarna kehijauan atau kecokelatan, segera periksakan diri ke dokter kandungan.Beberapa gejala lain yang bisa mengindikasikan ketuban keruh adalah:
  • Pergerakan bayi menjadi lebih lambat
  • Demam tinggi
  • Terasa nyeri di rahim
  • Ukuran dan berat badan janin tidak sesuai usia
  • Saat pecah, air ketuban beraroma menyengat
Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang ibu hamil rentan mengalami ketuban keruh, seperti:
  • Kelelahan bekerja
  • Hamil saat berusia lebih dari 35 tahun
  • Penderita tekanan darah tinggi atau anemia
  • Mengalami diabetes gestasional
  • Merokok atau minum alkohol saat hamil
  • Post-term pregnancy (usia kehamilan lebih dari 42 minggu)
  • Mengalami masalah psikologis seperti depresi dan cemas berlebih
Ibu bisa mendeteksi perubahan gerakan janin terutama saat trimester akhir kehamilan. Apabila pergerakan tidak seperti biasanya, bisa jadi bayi sedang stres.Sebaiknya, jangan tunda memeriksakan diri ke dokter kandungan sehingga bisa diketahui lebih jauh kondisi janin lewat USG dan CTG.Setelah itu, dokter akan menentukan apakah persalinan harus dilakukan lebih cepat atau alternatif lainnya terkait proses persalinan.Baca juga: Warna Air Ketuban yang Normal dan Kondisinya yang Memengaruhi Kehamilan

Cara cepat mengatasi air ketuban keruh

Sebagaimana dikutip penelitian dalam NCBI, warna air ketuban yang normal biasanya bening agak keruh seperti tidak berwarna atau berwarna kuning. Umumnya, air ketuban tidak berbau, tapi ada juga yang sedikit berbau.Meskipun dikeluarkan melalui vagina, air ketuban berbentuk seperti air yang encer dan tidak kental layaknya kebanyakan cairan vagina. Jika sudah menempel di pakaian dalam, air ketuban akan merembes dan meninggalkan bekas dengan bentuk bintik-bintik.Jika cairan ketuban ibu hamil tampak keruh, Anda perlu mengetahui penyebab air ketuban keruh saat hamil. Dengan mengetahui penyebabnya, ibu hamil bisa mengatasinya sesuai dengan gejala dan faktor pemicunya.Jika air ketuban tampak berwarna tidak normal, berbau, demam tinggi hingga ketuban pecah dini, maka segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan cara cepat mengatasi air ketuban keruh dan bermasalah.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter seputar penyebab ketuban keruh dan cara mengatasinya, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store. 
menjaga kehamilanperkembangan janinmasalah kehamilan
Babylist. https://www.babylist.com/hello-baby/amniotic-fluid
Diakses 5 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/307082.php#leaking
Diakses 5 Desember 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/957078
Diakses 5 Desember 2019
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/what-is-amniotic-fluid-2371554
Diakses 5 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/polyhydramnios/symptoms-causes/syc-20368493
Diakses pada 7 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait