Usia Kandungan Hingga 42 Minggu, Mungkinkah Menyebabkan Ketuban Keruh?

(0)
09 Dec 2019|Azelia Trifiana
Pemeriksaan kandungan secara berkala dapat mendeteksi apakah air ketuban keruh atau normalUntuk mengetahui apakah air ketuban Anda normal atau tidak, Anda harus melakukan pemeriksaan ke dokter
Bagaimana volume, warna, dan kondisi air ketuban ibu hamil sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin. Terlalu banyak atau terlalu sedikit air ketuban bisa menyebabkan komplikasi. Air ketuban keruh pun bisa terjadi, biasanya saat bayi belum lahir hingga melewati hari perkiraan lahir.Air ketuban bisa terdeteksi sejak awal kehamilan, bahkan sejak 12 hari setelah terjadinya pembuahan. Awalnya, air ketuban ini terbentuk dari cairan tubuh sang ibu. Namun lama kelamaan, porsi air ketuban lebih banyak terbentuk dari urine bayi.Dalam air ketuban, terdapat nutrisi penting, hormon, dan juga antibodi yang melindungi bayi. Tak hanya itu, air ketuban yang membungkus bayi membuatnya aman dari risiko cedera akibat benturan.

Penyebab ketuban keruh

Ada beberapa masalah yang dialami ibu hamil terkait kondisi ketuban mereka. Contohnya seperti kekurangan atau kelebihan air ketuban hingga ketuban pecah dini.Selain itu, ada juga kondisi yang juga perlu mendapatkan perhatian yaitu saat air ketuban keruh. Hal ini dapat terjadi karena beberapa penyebab seperti:
  • Melewati hari perkiraan lahir (post-term pregnancy)

Biasanya, hari perkiraan lahir atau HPL dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT). Tentunya, hari perkiraan ini bisa maju atau mundur bergantung pada kondisi kehamilan setiap orang.Ketika kehamilan telah melewati HPL dan berusia di atas 40 minggu, ada kemungkinan air ketuban keruh. Warnanya bisa menjadi kehijauan atau kecokelatan. Idealnya, air ketuban berwarna bening atau kekuningan.Hal ini terjadi karena bayi telah membuang mekonium atau kotoran yang dihasilkan bayi dalam rahim. Mekonium ini membuat warna air ketuban menjadi keruh.
  • Kekurangan kadar oksigen

Kurangnya kadar oksigen ke janin atau hipoksia juga bisa membuat bayi stres hingga mengeluarkan mekonium. Ketika feses ini bercampur dengan air ketuban, maka warnanya bisa menjadi keruh. Normalnya, mekonium ini baru dikeluarkan oleh bayi setelah lahir.Istilah medis untuk kondisi ini adalah meconium aspiration syndrome atau MAS. MAS dapat menimbulkan gangguan pernapasan dan perlu segera ditangani sesaat setelah bayi lahir.
  • Komplikasi kehamilan

Adanya komplikasi kehamilan seperti tekanan darah tinggi (preeklamsia) dan diabetes gestasional bisa menyebabkan janin stres. Dampaknya sama yaitu menyebabkan bayi mengeluarkan mekonium dan membuat air ketuban keruh.Ketuban keruh kerap terjadi pada kehamilan yang sudah mendekati waktu persalinan. Jika ini terjadi, dokter kandungan akan memantau apakah ada tanda-tanda bayi mengalami stres.Selain itu, ketika bayi lahir juga akan langsung ditangani dan dibersihkan untuk mengantisipasi apabila ada mekonium yang tanpa sengaja tertelan. Air ketuban keruh yang mengandung mekonium dapat menyebabkan peradangan di paru-paru bayi apabila tertelan.

Gejala ketuban keruh

Pada setiap kehamilan, ada indikator yang berbeda-beda kapan air ketuban sang ibu dikatakan normal atau tidak. Tak hanya ketuban keruh saja, tapi volume dan aroma juga perlu diperiksa untuk mengetahui kondisi kehamilan dan utamanya janin dalam kandungan.Terlalu banyak atau terlalu sedikitnya air ketuban bisa dideteksi oleh dokter kandungan saat kontrol secara berkala melalui USG. Dokter kandungan bisa mengukur air ketuban lewat amniotic fluid index atau AFI dan maximum vertical pocket atau MPV.Namun ketika ketuban keruh, mengetahui gejalanya tidak semudah itu. Pada sebagian besar kasus, ibu hamil mendeteksi air ketuban keruh saat mulai pecah. Apabila air ketuban terlihat berwarna kehijauan atau kecokelatan, segera periksakan diri ke dokter kandungan.Beberapa gejala lain yang bisa mengindikasikan ketuban keruh adalah:
  • Pergerakan bayi menjadi lebih lambat
  • Demam tinggi
  • Terasa nyeri di rahim
  • Ukuran dan berat badan janin tidak sesuai usia
  • Saat pecah, air ketuban beraroma menyengat
Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang ibu hamil rentan mengalami ketuban keruh, seperti:
  • Kelelahan bekerja
  • Hamil saat berusia lebih dari 35 tahun
  • Penderita tekanan darah tinggi atau anemia
  • Mengalami diabetes gestasional
  • Merokok atau minum alkohol saat hamil
  • Post-term pregnancy (usia kehamilan lebih dari 42 minggu)
  • Mengalami masalah psikologis seperti depresi dan cemas berlebih
Ibu bisa mendeteksi perubahan gerakan janin terutama saat trimester akhir kehamilan. Apabila pergerakan tidak seperti biasanya, bisa jadi bayi sedang stres.Sebaiknya, jangan tunda memeriksakan diri ke dokter kandungan sehingga bisa diketahui lebih jauh kondisi janin lewat USG dan CTG. Setelah itu, dokter akan menentukan apakah persalinan harus dilakukan lebih cepat atau alternatif lainnya terkait proses persalinan.
menjaga kehamilanperkembangan janinmasalah kehamilan
Babylist. https://www.babylist.com/hello-baby/amniotic-fluid
Diakses 5 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/307082.php#leaking
Diakses 5 Desember 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/957078
Diakses 5 Desember 2019
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/what-is-amniotic-fluid-2371554
Diakses 5 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait