Usia Berapa yang Pas Memberikan Deodorant untuk Anak?


Saat pubertas, anak mengalami perubahan fisik. Aroma tubuhnya pun mulai berubah sehingga kadang membutuhkan deodorant. Soal usia, sebenarnya tak ada batasan memberikan deodorant untuk anak.

(0)
26 Feb 2021|Azelia Trifiana
Sebenarnya tidak ada batasan usia untuk memberikan deodorant untuk anakSebenarnya tidak ada batasan usia untuk memberikan deodorant untuk anak
Ketika mengalami perubahan fisik karena pubertas, anak-anak yang beranjak remaja terkadang perlu menggunakan deodoran. Namun, menentukan kapan waktu yang tepat menggunakan deodorant untuk anak perlu dilihat faktor lain seperti apakah sudah mulai pubertas atau belum.Jika belum, mungkin bau badan terjadi karena anak berkeringat berlebih atau banyak bakteri menumpuk di lipatan ketiaknya. Untuk menyiasatinya, perlu disertai dengan mengajarkan menjaga kebersihan.

Perlukah deodorant di saat pubertas?

Bau badan pada remaja kerap dikaitkan dengan fase pubertas. Untuk lebih jelasnya, coba petakan terlebih dahulu apakah anak sudah masuk ke fase ini atau belum. Perempuan umumnya mulai mengalami pubertas antara usia 8-13 tahun. Sementara laki-laki mulai antara usia 9-14 tahun.Tanda-tanda pubertas pada remaja laki-laki dan perempuan berbeda. Contohnya apabila perempuan ditandai dengan tumbuhnya payudara, laki-laki dengan perubahan suara menjadi lebih berat.Terlepas dari itu, bau badan juga bisa muncul ketika menginjak fase remaja. Mereka tak lagi sekadar bau matahari setelah seharian beraktivitas di luar rumah.Apabila diperlukan, deodorant untuk anak sah-sah saja diberikan. Hanya saja, pilihannya memang tidak sebanyak deodorant untuk orang dewasa.Beberapa hal yang perlu diingat ketika mencari produk deodorant untuk remaja Anda adalah pilih yang bahannya alami seperti bebas paraben dan phthalate. Selain itu, apabila anak cenderung berkeringat berlebih bisa juga dipilihkan kombinasi antara deodorant dan antiperspirants. Keduanya bekerja dengan cara yang berbeda.Deodorant menghilangkan bau badan, sementara antiperspirants mengurangi ketiak menjadi basah dengan menghambat kelenjar keringat.Terkadang, ada kekhawatiran orangtua ketika memberikan produk antiperspirants karena ada kandungan aluminum di dalamnya. Konon, bahan ini dihubungkan dengan kanker payudara dan penyakit Alzheimer.Meski demikian, penelitian terkait kedua hal ini masih sangat terbatas. Perlu lebih banyak studi untuk menentukan seberapa besar risiko menggunakan bahan dengan aluminum pada kulit.

Cara mengendalikan bau badan

Meski demikian, ada kalanya anak mengalami bau badan bukan karena pubertas melainkan memang keringatnya lebih banyak ketimbang anak seusianya. Penyebabnya mungkin karena volume keringat lebih banyak dan bercampur dengan bakteri sehingga muncul bau badan.Jika ini yang terjadi, solusinya tak harus selalu memberikan deodorant untuk anak. Hal yang lebih mendasar adalah mengajarkan anak cara membersihkan tubuh mereka, yaitu:
  • Mandi

Bukan sekadar rutinitas, mandi adalah aktivitas untuk membersihkan tubuh dari kuman dan keringat. Biarkan anak memilih produk sabun dan sampo yang disukainya.
  • Segera membersihkan diri setelah berkeringat

Apabila anak selesai berolahraga, ajarkan mereka membersihkan tubuhnya. Jika mandi tidak memungkinkan, setidaknya langsung keringkan tubuh dari keringat dan ganti dengan pakaian kering.
  • Membasuh tubuh

Ajarkan juga anak untuk membasuh tubuhnya, terutama lipatan-lipatan seperti di ketiak, paha dalam, dan juga kelamin ketika mandi
  • Pakaian dalam bersih

Sangat penting meminta anak mengenakan pakaian dalam bersih. Bukan hanya itu, kaos kaki dan pakaian juga harus diganti apabila sudah kotor.
  • Pakaian longgar

Pilih pakaian yang longgar agar kulit bisa bernapas dan tidak mudah berkeringat. Bahan pakaian yang dikenakan pun sebaiknya bisa menyerap keringat.
  • Melihat pola makan

Lihat pula apa saja yang dikonsumsi anak untuk tahu apakah ada makanan tertentu yang memicu bau badan. Biasanya, ini berkaitan dengan makanan beraroma kuat seperti bawang putih atau makanan pedas.Apabila beberapa cara menjaga kebersihan tubuh di atas tidak membantu mengatasi bau badan anak Anda, coba lihat lebih jauh lagi. Mungkin saja sabun yang digunakan atau cara mereka mandi kurang tepat.

Memang benar deodorant untuk anak biasanya diperlukan untuk mereka yang sangat aktif. Namun kapan waktu yang tepat memberikannya bergantung pada kondisi setiap anak.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kapan perlu memberikan deodorant bagi anak yang beranjak remaja, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingparenting stressbau badan
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/starting-to-use-deodorant-2634486
Diakses pada 12 Februari 2021
Aerzteblatt. https://www.aerzteblatt.de/int/archive/article/193516
Diakses pada 12 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/deodorant-for-kids
Diakses pada 12 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait