logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Bolehkah Pakai Deodorant untuk Anak? Ini Penjelasannya

open-summary

Deodorant untuk anak sebetulnya boleh saja digunakan karena tidak ada batasan usia khusus. Menggunakannya dapat membantu mengatasi bau badan yang mengganggu. Namun, pastikan keamanan produk yang dipilih.


close-summary

0

11 Feb 2022

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Tidak ada batasan usia memakai deodorant untuk anak

Sebenarnya tidak ada batasan usia untuk memberikan deodorant untuk anak

Table of Content

  • Bolehkah pakai deodorant untuk anak?
  • Memilih deodorant yang aman untuk anak
  • Perbedaan deodorant dan antiperspirant
  • Membuat deodorant alami untuk anak
  • Cara mengendalikan bau badan
  • Catatan dari SehatQ

Ketika mengalami perubahan fisik karena pubertas, anak-anak yang beranjak remaja terkadang perlu menggunakan deodorant. Namun, sebagian orangtua mungkin bingung dalam menentukan kapan waktu yang tepat menggunakan deodorant untuk anak.

Advertisement

Penyebab anak bau badan bisa dipicu oleh pertumbuhan bulu ketiak, berkeringat berlebih, dan banyak bakteri menumpuk di lipatan ketiaknya. Untuk menyiasatinya, penggunaan deodorant perlu disertai dengan menjaga kebersihan tubuh.

Bolehkah pakai deodorant untuk anak?

Anak perempuan umumnya mulai mengalami pubertas antara usia 8-13 tahun. Sementara itu, anak laki-laki mulai puber antara usia 9-14 tahun. Tanda-tanda pubertas pada remaja laki-laki dan perempuan pun berbeda. 

Contohnya, apabila perempuan ditandai dengan tumbuhnya payudara, laki-laki dengan perubahan suara menjadi lebih berat.

Bau badan anak juga biasanya muncul saat memasuki usia puber. Ini bukan lagi sekadar bau matahari setelah seharian beraktivitas di luar rumah, tetapi mengeluarkan bau yang khas dan berbeda dari biasanya.

Bau badan anak dapat terjadi karena pertumbuhan bulu ketiak dan lebih banyak berkeringat, yang dipengaruhi oleh perubahan hormon pada masa pubertas. Selain itu, jika area ketiak tidak dibersihkan dengan baik, maka bakteri bisa menumpuk di lipatannya.

Jika Anda khawatir bau badan anak mengganggu, deodorant untuk anak sah-sah saja diberikan. Mengenai usia memakai deodorant sebetulnya tidak ada batasan khusus. Namun, anak tetap harus membaca dan mengikuti petunjuk penggunaannya.

Manfaat deodorant untuk anak dapat membantu menyingkirkan bau keringat dengan menutupinya. Hanya saja, pilihan deodorant anak memang tidak sebanyak produk untuk orang dewasa.

Memilih deodorant yang aman untuk anak

anak bau badan
Deodorant membantu menghilangkan bau badan anak

Dalam memilih deodorant yang aman untuk anak, pilihlah produk yang sesuai usianya. Namun, karena tidak banyak produk deodorant khusus anak, Anda bisa mempertimbangkan penggunaan deodorant untuk remaja.

Cermati petunjuk penggunaan yang tertera dalam label kemasan deodorant. Beberapa hal lain yang perlu diingat ketika mencari produk deodorant anak adalah memilih yang bahannya alami, seperti bebas paraben dan phthalates.

Selain itu, apabila anak cenderung berkeringat berlebih bisa juga dipilihkan kombinasi antara deodorant dan antiperspirants. Keduanya bekerja dengan cara yang berbeda.

Deodorant untuk anak dapat menghilangkan bau badan, sedangkan antiperspirants dapat mengurangi ketiak basah dengan menghambat kelenjar keringat. Menggunakan kombinasi tersebut dapat menyingkirkan keringat dan bau badan.

Terkadang, ada kekhawatiran orangtua ketika memberikan produk antiperspirants karena ada kandungan aluminum di dalamnya. Konon, bahan ini dihubungkan dengan kanker payudara dan penyakit Alzheimer.

Meski demikian, penelitian terkait kedua hal ini masih sangat terbatas. Perlu lebih banyak studi untuk menentukan seberapa besar risiko menggunakan bahan dengan aluminum pada kulit.

Perbedaan deodorant dan antiperspirant

Deodorant dan antiperspirant memang terlihat mirip, padahal keduanya berbeda. Beda deodorant dan perspirant dapat dilihat berdasarkan beberapa aspek.

Antiperspirant adalah produk yang mengurangi keringat berlebih dalam tubuh, sedangkan deodorant adalah produk untuk menghilangkan bau badan.

Selain itu, fungsi deodorant menawarkan dua bentuk perlindungan dari bau badan, yaitu memiliki sifat antimikroba yang dapat mengurangi jumlah bakteri penyebab bau, serta mengandung wewangian yang akan menutupi bau badan.

Di sisi lain, antiperspirant memblokir kelenjar ekrin tubuh yang menghasilkan keringat. Hal ini umumnya berasal dari bahan berbasis alumunium di dalamnya.

Akan tetapi, deodorant maupun antiperspirant disinyalir aman digunakan sehari-hari tanpa menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Ajarkan anak cara pakai deodorant. Namun, jika deodorant untuk anak menyebabkan timbulnya reaksi alergi, segera hentikan penggunaannya. Bisa jadi itu merupakan alergi deodorant atau ciri-ciri deodorant tidak cocok.

Membuat deodorant alami untuk anak

Jika tidak ingin anak terpapar bahan kimia dalam antiperspirant atau deodorant, Anda bisa membuat deodorant alami untuk anak. Berikut bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat deodorant untuk anak:

  • ¼ cangkir soda kue
  • ¼ cangkir bubuk arrowroot (umbi garut)
  • 4 sdm minyak kelapa
  • ¼ sdt minyak esensial, seperti lavender atau tea tree.

Selanjutnya, cara membuat deodorant anak cukup mudah. Anda hanya perlu mencampurkan semua bahan, kemudian aduk sampai rata sambil dipanaskan. Lalu, tuang ke dalam suatu wadah yang bisa ditutup rapat. Deodorant ini dapat membantu menyingkirkan bau badan anak.

Selain itu, hati-hati juga efek alergi yang bisa timbul akibat pemakaian bahan-bahan di atas.

Namun, karena deodorant alami buatan sendiri bersifat ringan, mungkin tidak seefektif produk deodorant yang beredar di pasaran. Supaya hasilnya lebih maksimal, anak juga harus menjaga kebersihan tubuhnya untuk mengendalikan bau badan.

Baca Juga

  • Apakah Tisu Basah Baik untuk Wajah Si Kecil?
  • Anak Sedih Bikin Khawatir? Lakukan Tips Ini untuk Membuatnya Kembali Ceria
  • 7 Cara Mengajari Anak Berhenti Berak di Celana

Cara mengendalikan bau badan

anak mandi
Mandi membersihkan tubuh dari kuman dan keringat

Ada kalanya anak mengalami bau badan bukan karena pubertas, melainkan memang keringatnya lebih banyak ketimbang anak seusianya. Penyebabnya mungkin karena volume keringat lebih banyak dan bercampur dengan bakteri sehingga muncul bau badan.

Terkadang, penggunaan deodorant untuk anak 10 tahun ke atas tidak cukup dalam menghilangkan bau badannya. Hal yang lebih mendasar adalah mengajarkan anak cara membersihkan tubuh mereka, yaitu dengan:

1. Mandi

Bukan sekadar rutinitas, mandi adalah aktivitas untuk membersihkan tubuh dari kuman dan keringat. Biarkan anak memilih produk sabun dan sampo yang disukainya agar lebih bersemangat untuk mandi. Ajari untuk melakukannya sebanyak dua kali dalam sehari.

2. Segera membersihkan diri setelah berkeringat

Apabila anak selesai berolahraga, ajarkan mereka membersihkan tubuhnya. Jika mandi tidak memungkinkan, setidaknya langsung bersihkan tubuh dari keringat dan ganti dengan pakaian kering.

3. Membasuh tubuh

Ajarkan juga anak untuk membasuh tubuhnya, terutama lipatan-lipatan seperti di ketiak, paha dalam, dan juga area kelamin ketika mandi

4. Pakaian dalam bersih

Sangat penting meminta anak mengenakan pakaian dalam bersih. Bukan hanya itu, kaus kaki dan pakaian juga harus diganti apabila sudah kotor.

5. Gunakan pakaian longgar

Gunakan pakaian yang longgar agar kulit bisa bernapas dan tidak mudah berkeringat. Bahan pakaian yang dikenakan pun sebaiknya bisa menyerap keringat. Anda dapat memilih bahan katun. 

6. Melihat pola makan

Perhatikan apa saja yang dikonsumsi anak untuk mengetahui apakah ada makanan tertentu yang memicu bau badan. Biasanya, ini berkaitan dengan makanan beraroma kuat seperti bawang putih atau makanan pedas.

Ketika anak mengonsumsi bawang putih, bawang merah, atau rempah-rempah (misalnya, kari dan jinten), senyawa seperti sulfur akan diproduksi sehingga dapat bereaksi dengan keringat pada kulit yang menghasilkan bau badan.

Apabila beberapa cara menjaga kebersihan tubuh di atas tidak membantu mengatasi bau badan anak Anda, coba lihat lebih jauh lagi. Mungkin saja sabun yang digunakan atau cara mereka mandi kurang tepat.

Catatan dari SehatQ

Penggunaan deodorant untuk anak tidak memiliki batasan usia khusus. Namun, Anda tetap harus mengikuti petunjuk penggunaan produknya. Jika deodorant anak sulit ditemukan, tak ada salahnya mencoba deodorant remaja.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kapan perlu memberikan deodorant bagi anak yang beranjak remaja, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

tips parentingparenting stressbau badan

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved