Takut Buang Air Kecil Bisa Jadi Tanda Urophobia, Begini Cara Mengatasinya


Urophobia adalah fobia yang membuat penderitanya mengalami ketakutan ekstrem terhadap urine atau buang air kecil. Cara mengatasi kondisi ini bisa dengan menjalani terapi, konsumsi obat sesuai resep dokter, atau kombinasi antara keduanya.

0,0
Urophobia adalah fobia yang membuat penderitanya mengalami ketakutan ekstrem terhadap urine atau buang air kecilUrophobia bisa muncul sebagai efek penyakit tertentu seperti infeksi saluran kemih
Buang air kecil merupakan salah satu cara tubuh untuk membuang kelebihan cairan, zat sisa metabolisme, hingga racun berbahaya yang ada dalam tubuh. Jika ditahan, hal tersebut bisa memicu kemunculan berbagai macam penyakit mulai dari infeksi saluran kemih (ISK) hingga sakit ginjal.Namun, ada beberapa orang yang ternyata merasa takut atau cemas secara berlebihan setiap setiap kali mereka hendak buang air kecil. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah urophobia.

Apa itu urophobia?

Urophobia adalah kondisi yang membuat seseorang merasakan ketakutan atau kecemasan tidak rasional terhadap urine. Perasaan serupa juga dirasakan penderitanya ketika buang air kecil atau saat melihat orang lain kencing.Dalam beberapa kasus, urophobia mungkin berkaitan dengan mysophobia. Mysophobia sendiri merupakan fobia yang membuat seseorang mengalami ketakutan irasional terhadap kuman. Di sisi lain, kondisi ini juga bisa muncul sebagai dampak dari penyakit tertentu, salah satunya ISK.

Gejala urophobia yang umum terjadi

Ketika melihat urine, buang air kecil, atau melihat orang lain kencing, beberapa gejala mungkin akan dirasakan oleh penderita urophobia. Gejala-gejala yang muncul bisa memengaruhi kondisi penderitanya secara fisik maupun psikologis.Berikut ini sejumlah gejala yang menjadi tanda urophobia:
  • Merasakan ketakutan atau kecemasan berlebihan saat buang air kecil
  • Menghindari buang air kecil atau tempat yang memungkinkan kontak dengan urine
  • Merasakan ketakutan atau kecemasan ekstrem saat memikirkan, melihat, atau terpapar urine
  • Paham bahwa ketakutan yang dirasakan tidak rasional, namun tidak punya kemampuan untuk mengendalikannya
  • Mual
  • Berkeringat
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Ketegangan otot
  • Tubuh gemetaran
  • Peningkatan detak jantung
Perlu diingat, gejala yang dirasakan masing-masing penderitanya mungkin akan berbeda satu sama lain. Untuk mencari tahu kondisi yang mendasarinya, Anda disarankan berkonsultasi ke dokter.

Penyebab seseorang mengalami urophobia

Sama seperti fobia spesifik lain, penyebab urophobia belum diketahui secara pasti. Meskipun begitu, ada sejumlah faktor yang dapat berkontribusi pada berkembangnya fobia ini di dalam diri seseorang.Beberapa faktor yang dapat menjadi pemicunya, antara lain:

1. Genetik

Genetik merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi pada berkembangnya fobia ini dalam diri Anda. Jika orangtua atau anggota keluarga lain memiliki riwayat urophobia, potensi Anda mengalami kondisi serupa juga akan semakin besar.

2. Pengalaman traumatis di masa lalu

Pengalaman traumatis di masa lalu dapat memicu urophobia. Sebagai contoh, Anda pernah menjadi korban bullying saat masih anak-anak. Kala itu, teman-teman Anda melakukan tindak perundungan dengan cara melemparkan plastik yang berisikan air seni. Pengalaman tersebut bisa memicu trauma dan meningkatkan risiko mengalami fobia ini.

3. Efek penyakit tertentu

Urophobia bisa muncul sebagai efek dari penyakit tertentu, salah satunya infeksi saluran kemih. Pada penderita ISK, buang air kecil akan terasa sakit dan nyeri. Kondisi tersebut kemudian bisa membuat penderitanya takut untuk kencing dan berkembang menjadi fobia buang air kecil.

4. Dampak masalah kesehatan mental lain

Fobia urine dapat muncul sebagai dampak dari masalah kesehatan mental lain. Salah satu kondisi yang berpotensi menjadi pemicunya adalah mysophobia. Penderita mysphobia lebih berisiko mengalami urophobia karena urine merupakan cairan yang mengandung banyak kuman.

Bagaimana cara mengatasi urophobia?

Ada beragam cara dapat dilakukan untuk mengatasi urophobia. Dokter mungkin akan memberi rekomendasi untuk menjalani terapi, meresepkan obat-obatan tertentu, atau mengombinasikan kedua pengobatan tersebut.Berikut sejumlah cara mengatasi uruphobia
  • Terapi perilaku kognitif

Dalam terapi perilaku kognitif, Anda akan diajak mengidentifikasi pola pikir negatif yang menjadi pemicu ketakutan. Selain itu, terapis juga akan mengajarkan penderita fobia ini untuk merespons pemicu ketakutan atau kecemasan secara positif.
  • Terapi pemaparan

Melalui terapi ini, dokter akan memaparkan Anda secara langsung dengan penyebab ketakutan. Pemaparan akan dilakukan secara bertahap, dengan tingkat kesulitan yang akan ditambah apabila berhasil melewati setiap tahapannya. Anda juga akan diajarkan mengatasi rasa takut dengan menerapkan teknik relaksasi.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu

Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan tertentu kepada penderita urophobia. Pemberian obat bukan untuk menghilangkan fobia ini, melainkan mengurangi tingkat keparahan gejala yang Anda rasakan. Beberapa obat yang mungkin akan diresepkan seperti obat anti-kecemasan dan antidepresan.

Catatan dari SehatQ

Urophobia adalah fobia yang membuat penderitanya mengalami ketakutan ekstrem terhadap urine atau buang air kecil. Cara mengatasi kondisi ini bisa dengan menjalani terapi, konsumsi obat sesuai resep dokter, atau kombinasi antara keduanya.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
fobia
Psych Times. https://www.medicinenet.com/pedophobia/definition.htm
Diakses pada 18 Agustus 2021
Optimist Minds. https://optimistminds.com/pedophobia/
Diakses pada 18 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait