Urethritis, Peradangan Saluran Uretra Akibat Infeksi Bakteri

Urethritis membuat peradangan saluran kandung kemih
Urethritis menimbulkan sensasi terbakar saat buang air kecil

Urethritis adalah kondisi ketika uretra atau saluran penghubung urine dan kandung kemih mengalami peradangan dan iritasi. Orang yang mengalami urethritis kerap merasa ada keinginan mendadak untuk buang air kecil dan terasa nyeri. Umumnya, penyebab terjadinya urethritis adalah infeksi bakteri.

Berbeda dengan infeksi saluran kemih, urethritis adalah inflamasi yang terjadi pada uretra. Gejalanya bisa sama, namun penanganannya berbeda bergantung pada penyebab terjadinya urethritis.

Gejala urethritis

Perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami urethritis karena panjang uretra lebih pendek, hanya sekitar 3 cm. Dengan demikian, bakteri lebih mudah memasuki uretra.

Gejala urethritis pada perempuan dan laki-laki pun berbeda, yaitu:

  • Gejala urethritis pada laki-laki

    • Sensasi terbakar saat buang air kecil
    • Rasa gatal dekat ujung penis
    • Adanya darah di air mani atau urine
    • Keluar lendir dari penis
  • Gejala urethritis pada perempuan

    • Kerap merasa ingin segera buang air kecil
    • Rasa tidak nyaman saat buang air kecil
    • Sensasi terbakar atau iritasi di uretra
    • Keluarnya cairan vagina yang tidak normal

Namun pada beberapa perempuan, urethritis bisa tidak menimbulkan gejala apapun. Sementara pada laki-laki, gejala urethritis kerap terdeteksi akibat infeksi trichomoniasis atau chlamydia. Penting untuk memeriksakan diri apakah mengalami infeksi menular seksual ketika terjadi urethritis.

Penyebab urethritis

Sebagian besar kasus urethritis terjadi karena infeksi bakteri. Jenis bakteri penyebab urethritis juga bisa sama dengan bakteri penyebab infeksi ginjal dan kandung kemih. Tak hanya itu, bakteri yang secara alami ada di area kelamin juga bisa menyebabkan urethritis  apabila masuk ke dalam saluran kemih. Namun pada beberapa kasus, urethritis juga disebabkan oleh virus. 

Beberapa bakteri penyebab urethritis adalah:

  • Neisseria gonorrhoeae
  • Chlamydia trachomatis
  • Mycoplasma genitalium

Untuk virus, beberapa jenis yang bisa menyebabkan urethritis adalah human papillomavirus (HPV), herpes simplex virus (HSV), dan cytomegalovirus (CMV).

Pada 20% kasus urethritis, penyebabnya adalah bakteri yang sama seperti pemicu penyakit gonorrhea. Namun pada sebagian besar kasus lainnya yang disebut nongonococcal urehtritis, pemicunya bisa beragam bukan hanya infeksi menular seksual.

Cedera saat pemakaian kateter atau trauma di area kelamin lain juga bisa memicu terjadinya urethritis. Terlebih pada perempuan yang lebih berisiko mengalami urethritis, penyebab kondisi ini bisa lebih beragam.

Cara mengatasi urethritis

Ketika memeriksakan diri ke dokter, akan ditanyakan seluruh gejala serta kondisi area sekitar kelamin. Ini penting untuk memastikan apakah pasien mengalami infeksi menular seksual atau tidak. Sampel urine atau swab dari area kelamin juga bisa menjadi bahan pemeriksaan untuk diagnosis lebih akurat.

Selain itu, pemeriksaan darah juga bisa dilakukan apabila ada kecurigaan urethritis terjadi karena HIV atau sifilis. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium akan membantu diagnosis akurat dan pilihan cara penanganannya.

Beberapa cara penanganan urethritis adalah:

  • Azithromycin
  • Doxycycline
  • Erythromycin
  • Ofloxacin
  • Levofloxacin

Jenis obat di atas adalah antibiotik oral dengan dosis dan cara penggunaan yang berbeda-beda. Kondisi pasien biasanya membaik setelah mengonsumsi antibiotik selama beberapa hari.

Apabila diagnosis urethritis adalah akibat infeksi menular seksual, bisa dilakukan pemeriksaan terhadap pasangan juga untuk mencegah penularan atau reinfeksi. Pasien urethritis sebaiknya menunggu satu pekan hingga seluruh rangkaian pengobatan tuntas sebelum kembali melakukan aktivitas seksual.

Selama pengobatan dilakukan sesegera mungkin, urethritis bisa diatasi dengan cepat. Namun jika dibiarkan, infeksi bisa menyebar ke bagian lain dalam saluran kemih seperti kandung kemih dan ginjal.

Langkah pencegahan terinfeksi urethritis bisa dengan menghindari aktivitas seksual dengan lebih dari satu pasangan, mengenakan proteksi seperti kondom saat berhubungan seksual, banyak minum cairan,

Healthline. https://www.healthline.com/health/urethritis
Diakses pada 19 Juni 2020

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/urethritis-symptoms-causes-treatments#:~:text=Urethritis%20is%20inflammation%20of%20the,due%20to%20infection%20by%20bacteria.
Diakses pada 19 Juni 2020

Health Harvard. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/urethritis-a-to-z
Diakses pada 19 Juni 2020

Artikel Terkait