Meski namanya Mirip, Fungsi Ureter dan Uretra Ternyata Berbeda

Ureter dan uretra adalah bagian dari sistem kemih dan sistem reproduksi manusia
Walaupun memiliki kemiripan nama, ureter dan uretra memiliki fungsi yang berbeda

Mungkin Anda pernah mengenal istilah ureter atau uretra. Meski namanya hampir mirip, tetapi masing-masing adalah dua bagian tubuh yang berbeda. Keduanya adalah bagian dari sistem urogenital (sistem berkemih dan kelamin) manusia.

Ureter

Di dalam tubuh manusia terdapat sepasang ureter, yaitu ureter kiri dan ureter kanan. Masing-masing bermula dari ginjal, yang mengalirkan air seni menuju kandung kemih. Struktur seperti selang kecil ini panjangnya sekitar 25-30 cm dan berbentuk seperti huruf S. Dindingnya terdiri dari otot-otot yang mengatur aliran air seni.

Letak ureter yang berdekatan dengan organ-orang di sekitar perut dan pinggul, menyebabkan ureter mudah terkena dampak dari organ di sekitarnya, seperti reaksi radang, infeksi, bahkan proses keganasan. Misalnya jika Anda sembelit atau sedang hamil, ureter dapat tertekan sehingga menyebabkan sumbatan dan gangguan berkemih.

Secara keseluruhan, ureter memiliki tiga titik penyempitan. Tempat penyempitan ini menjadi tempat yang paling sering tersumbat oleh batu saluran kemih.

Uretra

Uretra adalah saluran yang mengalirkan air seni dari kandung kemih ke luar tubuh. Struktur uretra berbeda antara laki-laki dan perempuan.

1. Uretra Laki-laki

Pada laki-laki, uretra tidak hanya berfungsi untuk mengalirkan air seni, tetapi juga semen yang mengandung sperma. Berawal dari kandung kemih, uretra berjalan sampai ke muaranya di ujung penis. Panjangnya berkisar antara 15-25 cm, dan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu prostatik, membranosa, dan spongiosa.

Uretra bagian prostatik adalah bagian uretra yang menembus prostat. Jika terjadi pembesaran prostat, uretra dapat terjepit menyebabkan kesulitan buang air kecil. Uretra bagian membranosa adalah bagian yang berjalan dari bawah prostat sampai sebelum penis. Sedangkan bagian spongiosa adalah uretra yang berjalan di dalam penis.

Karena strukturnya yang panjang, uretra laki-laki lebih jarang terkena infeksi saluran kemih. Tapi jika terjadi radang atau trauma, penyempitan dapat terjadi pada uretra yang menyebabkan striktur uretra.

2. Uretra Perempuan

Fungsi dan struktur uretra pada laki-laki dan perempuan sama, yang membedakan adalah panjang dan lokasinya. Uretra perempuan berjalan dari kandung kemih ke muaranya, tepat di depan vagina. Panjangnya hanya sekitar 4 cm. Uretra yang pendek dan lokasinya yang dekat dengan lubang anus, menyebabkan perempuan lebih mudah terkena infeksi saluran kemih daripada laki-laki. Pada perempuan, muara saluran kemih dan saluran reproduksi terpisah. Sedangkan pada pria, muara saluran kemih dan saluran reproduksi bergabung menjadi satu dalam penis.

Lancar tidaknya aliran air seni sangat penting. Sumbatan atau infeksi pada salah satu saluran kemih dapat menyebabkan gangguan pada ginjal. Fungsi ginjal yang harus dipertahankan adalah fungsinya dalam:

  • Menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh
  • Menjaga keseimbangan elektrolit
  • Mengatur tekanan darah
  • Produksi sel darah marah (eritropoietin)
  • Produksi hormon yang berperan dalam mempertahankan kekuatan tulang

Jika aliran air seni terhambat atau mengalir kembali ke atas akibat sumbatan dalam saluran kemih, air seni yang menumpuk di dalam tubuh dapat merusak ginjal, sehingga menyebabkan gangguan dalam fungsinya tadi dan mungkin berakibat fatal.

Infeksi saluran kemih juga bisa menjalar. Sumbatan atau infeksi pada uretra dapat memengaruhi kandung kemih, sedangkan sumbatan atau infeksi pada ureter dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1949127-overview
Diakses pada Mei 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1972482-overview#a2
Diakses pada Mei 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1972504-overview#a2
Diakses pada Mei 2019

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/urinary-tract-how-it-works
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed