Uremia Adalah Kondisi Medis yang Membahayakan, Ini Gejalanya

(0)
14 Jan 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Uremia adalah kondisi ketika urea menumpuk di dalam darahUremia adalah berbagai gejala yang muncul akibat penumpukan urea di dalam darah
Mungkin istilah uremia masih terdengar asing di telinga Anda. Uremia adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika urea menumpuk di dalam darah. Dalam keadaan normal, urea (limbah) tersebut akan disaring oleh ginjal.
Namun, ketika ginjal tak dapat menyaring limbah dengan benar, maka limbah dapat masuk ke aliran darah. Kondisi ini menyebabkan munculnya berbagai gejala dari penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal. Lantas, bagaimana gejalanya?

Gejala uremia yang perlu diwaspadai

Pada awal penyakit ginjal kronis, Anda mungkin tidak melihat gejala apapun. Akan tetapi, ketika ginjal Anda mengalami kerusakan, maka uremia dapat terjadi. Dalam darah penderita uremia terdapat protein, creatine, dan berbagai zat lain.
Kontaminasi tersebut dapat memengaruhi hampir setiap sistem tubuh, sehingga sangat membahayakan. Jika tidak diobati, kondisi ini pun bisa mengancam jiwa. Adapun gejala uremia yang mungkin terjadi, yaitu:
  • Kelelahan ekstrem
  • Kaki kram
  • Berkuragnya atau malah hilangnya nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Sulit konsentrasi
  • Kesemutan, mati rasa atau sensasi tersengat, terutama di tangan dan kaki
  • Kulit kering dan gatal
  • Lebih sering buang air kecil
  • Pembengkakan, terutama di sekitar kaki dan pergelangan kaki
  • Tekanan darah tinggi
  • Sesak napas
Perlu Anda ketahui bahwa gejala yang terjadi bisa bervariasi antarindividu. Selain itu, dapat pula muncul perubahan berupa kondisi yang terlihat membaik, tetapi kemudian memburuk kembali. Oleh sebab itu, jika Anda mencurigai menderita penyakit ginjal atau mengalami uremia, segera periksakan diri ke dokter.

Bahaya komplikasi uremia

Jika tak segera mendapat perawatan, uremia bisa menyebabkan komplikasi yang parah, seperti halnya gagal ginjal bahkan hingga menyebabkan kematian. Komplikasi uremia yang dapat terjadi, antara lain:
  • Kejang
  • Kehilangan kesadaran
  • Serangan jantung
  • Masalah kardiovaskular
  • Gatal parah akibat ketidakseimbangan mineral
  • Amiloidosis (nyeri dan kaku persendian)
  • Depresi
Uremia yang tidak diobati juga dapat merusak organ lain, sehingga menyebabkan gagal hati atau jantung. Penting untuk berkonsultasi pada dokter mengenai komplikasi yang mungkin Anda alami. Mengikuti rencana perawatan yang telah ditetapkan oleh dokter dapat membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan beberapa komplikasi yang terjadi.

Cara mengobati uremia

Penderita uremia perlu mendapat perawatan medis. Dialisis atau cuci darah pun menjadi pilihan perawatan yang utama untuk uremia. Dokter akan merekomendasikan dialisis untuk mengeluarkan limbah, cairan tambahan maupun racun dari aliran darah. Langkah ini dilakukan untuk meredakan gejala uremia, dan mencegah masalahnya semakin memburuk.

Terdapat dua jenis dialisis, yaitu:
  • Hemodialisis

Proses cuci darah hemodialisis menggunakan mesin yang akan bertindak sebagai “ginjal buatan” untuk menyaring darah. Ada dua selang yang terpisahkan oleh mesin penyaring. Darah akan dialirkan melalui selang pertama menuju mesin penyaring untuk dibersihkan. Setelah dibersihkan, selang kedua pun akan mengirimkannya kembali ke dalam tubuh Anda. Proses ini bisa menghabiskan waktu beberapa jam, dan sebagian besar penderita membutuhkan perawatan ini setidaknya 3 kali seminggu.
  • Dialisis peritoneal

Pada dialisis peritoneal, pencucian darah dilakukan dengan memasukkan selang kateter ke dalam rongga perut di daerah sekitar pusar. Kateter ini terhubung dengan kantung berisi cairan dialisat yang digunakan untuk mencuci darah penderita. Perawatan ini dapat dilakukan di rumah kurang lebih empat kali sehari selama 30 menit. Beberapa penderita juga mungkin memerlukan transplantasi ginjal (cangkok ginjal). Prosedur ini menjadi perawatan lain yang mungkin dilakukan jika Anda mengalami gagal ginjal stadium akhir. Pada transplantasi ginjal, ginjal yang rusak akan diganti dengan ginjal yang sehat. Anda pun akan diberi obat untuk mencegah tubuh menolak ginjal pendonor. Namun, biaya untuk transplantasi ginjal sangatlah mahal.

Mencegah terjadinya uremia

Karena uremia disebabkan oleh penyakit ginjal yang parah, maka Anda dapat mencoba mencegah uremia dengan melakukan langkah-langkah mencegah penyakit ginjal sedini mungkin.
Anda harus mengendalikan gula darah dan tekanan darah dengan baik, menjaga kesehatan jantung, menjauhi merokok, mengonsumi makan makanan yang sehat, rutin berolahraga, minum air putih secara teratur, dan menjaga berat badan tetap ideal.
Sementara itu, jika Anda sudah terkena gagal ginjal, cara terbaik untuk mencegah uremia yaitu dengan menjalani perawatan dialisis secara teratur. Hal ini akan membantu limbah tersaring keluar dengan cukup baik dari darah Anda.
Selain itu, Anda juga harus menghindari makanan apapun yang tinggi natrium, fosfor, dan kalium. Mengonsumsi makanan tertentu dan melakukan olahraga yang direkomendasikan oleh dokter, dapat membantu mencegah terjadinya uremia. Jadi, yuk mulai jalani hidup sehat!
penyakitpenyakit ginjaltransplantasi ginjalgagal ginjal kronisgagal ginjal
Healthline. https://www.healthline.com/health/uremia#prevention
Diakses pada 14 Januari 2020.
Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/uremia-uremic-syndrome#1
Diakses pada 14 Januari 2020.
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320398.php#prevention
Diakses pada 14 Januari 2020.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait