logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Ukuran Kista Ovarium, Penentu Apakah Perlu Diangkat Atau Tidak

open-summary

Ovarian cyst adalah kantung berisi cairan yang muncul di ovarium. Ukuran kista ovarium beragam, bergantung pada jenisnya. Sebagian besar kista tidak perlu diangkat lewat operasi, namun apabila sudah terlalu besar dan tampak abnormal, prosedur medis mungkin diperlukan.


close-summary

3.47

(19)

31 Mar 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Ukuran kista ovarium akan memengaruhi tindakan medis yang dilakukan

Ukuran kista ovarium akan memengaruhi tindakan medis yang dilakukan

Table of Content

  • Ukuran kista ovarium
  • Mengenal jenis kista ovarium
  • Gejala kista ovarium
  • Cara penanganan kista ovarium
  • Catatan dari SehatQ

Ovarian cyst adalah kantung berisi cairan yang muncul di ovarium. Ukuran kista ovarium beragam, bergantung pada jenisnya. Sebagian besar kista tidak perlu diangkat lewat operasi, namun apabila sudah terlalu besar dan tampak abnormal, prosedur medis mungkin diperlukan.

Advertisement

Pemeriksaan detail sekaligus keputusan tentang penanganan kista bisa dilihat lewat ultrasonografi (USG). Namun apabila yang muncul adalah kista ovarium fungsional, tak perlu terlalu dikhawatirkan.

Ukuran kista ovarium

Ketika menentukan apakah kista perlu diangkat lewat operasi atau tidak, salah satu penentunya adalah ukuran. Secara umum, dokter tidak akan merekomendasikan operasi untuk kista yang ukurannya tidak lebih dari 50-60 milimeter.

Meski demikian, patokan ukuran ini bisa berbeda-beda. Sebagai contoh, ada kista yang tidak bisa berkembang menjadi kanker namun ukurannya dapat mencapai 10 centimeter.

Di sisi lain, ada pula jenis kista bersifat cancerous yang perlu diangkat meskipun ukurannya jauh lebih kecil.

Mengenal jenis kista ovarium

Jenis kista yang paling umum muncul adalah kista fungsional atau ovulatory cyst. Setiap bulan, kista ini bisa tumbuh setiap kali masa ovulasi tiba. Ini adalah jenis kista yang sama sekali tidak berbahaya, tidak menimbulkan gejala, dan akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa pekan.

Kista yang normal ini muncul karena perubahan hormon, kehamilan, atau kondisi lain seperti endometriosis.

Namun, tidak hanya kista normal ini saja yang bisa muncul di ovarium. Ada beberapa jenis kista yang lebih jarang muncul karena penyebab dan karakter yang berbeda-beda.

Lebih detail lagi, berikut ini beberapa jenis kista yang bisa tumbuh di ovarium:

1. Kista fungstional

Functional cyst terbentuk ketika pola siklus menstruasi sudah teratur. Pada beberapa kasus, kista ini bisa terus bertumbuh. Sebagian besar ukuran kista ovarium fungsional adalah 2-5 centimeter. Ovulasi akan terjadi ketika ukurannya sekitar 2-3 centimeter. Meski demikian, tak menutup kemungkinan ukurannya mencapai 8-12 centimeter.

Dua contoh jenis kista fungsional adalah:

  • Folikuler

Kista folikuler terjadi ketika sebuah kantung kecil (folikel) yang menyimpan sel telur dan memproduksi estrogen tidak melepaskan sel telur saat ovulasi. Justru, folikel ini terus membesar dan membentuk kista folikuler.

  • Corpus luteum

Kista yang terbentuk ketika kantung folikel kosong tidak mengecil meski masa ovulasi telah usai. Justru, kantung ini menutup dan terisi cairan sehingga terbentuklah kista corpus luteum.

2. Kista dermoid

Disebut juga dengan teratoma, ini adalah kista yang berisi berbagai jenis jaringan seperti kulit, rambut, dan juga lemak. Kista ini jarang menimbulkan gejala. Namun ketika bertambah besar, akan muncul gejala dan risiko komplikasi.

Lebih jauh lagi, kista dermoid merupakan jenis tumor ovarium. Sifatnya jinak dan telah ada sejak lahir. Namun ketika perempuan memasuki usia reproduktif, kista ini akan bertumbuh secara perlahan. Ukuran kista dermoid bisa bertambah sekitar 1,8 milimeter per tahun.

Namun, tak menutup kemungkinan kista dermoid menjadi semakin besar. Ada studi kasus yang melaporkan bahwa beberapa kista dermoid tumbuh cukup cepat antara 8-25 milimeter setiap tahunnya. Bahkan, ada pula kasus kista dermoid raksasa berukuran lebih dari 15 centimeter.

3. Kistadenoma

Jenis kista jinak lain yang muncul di permukaan ovarium. Isinya adalah cairan encer maupun kental. Ketika dilihat lewat USG, bentuknya sangat mirip dengan kista fungsional.

Namun, bedanya adalah jika kista fungsional hilang dengan sendirinya setelah beberapa kali siklus menstruasi, kistadenoma justru terus membesar. Ukuran kistadenoma bervariasi mulai dari 1-3 centimeter hingga mencapai 30 centimeter.

4. Endometrioma

Endometrioma muncul karena endometriosis, kondisi ketika sel dinding rahim tumbuh di luar rahim sehingga membentuk kista. Sekitar 17-44% perempuan dengan endometriosis memiliki endometrioma.

Lebih jauh lagi, endometrioma kerap dijuluki kista cokelat karena berisi darah kental dan berwarna gelap kecokelatan. Rata-rata ukurannya kecil, namun sama seperti jenis kista lain, bisa bervariasi.

Baca Juga

  • Mengenal Cara Mengobati Kista Ovarium Tanpa Operasi
  • Ada Kista Saat Hamil, Mungkinkah Membahayakan Janin?
  • 11 Rekomendasi Parfum The Body Shop Terbaik

Gejala kista ovarium

Pada sebagian besar kasus, tidak ada gejala tumbuhnya kista di ovarium. Apabila muncul gejala, contohnya seperti:

  • Nyeri di perut bagian bawah
  • Perut terasa penuh
  • Perut kembung atau membesar
  • Nyeri setelah berhubungan seksual
  • Nyeri haid
  • Siklus haid tidak teratur
  • Terus-menerus merasa ingin buang air kecil
  • Kesulitan mengosongkan kandung kemih
  • Sulit hamil

Sangat jarang kista ovarium menimbulkan komplikasi. Namun terkadang, kista bisa sobek atau pecah sehingga menimbulkan rasa sakit hingga pendarahan.

Pada kasus lain, ada kemungkinan ovarium melilit di sekitar jaringan sekitarnya sehingga mengganggu aliran darah.

Lalu, kapan kondisi dikatakan darurat?

  • Sakit perut luar biasa yang muncul mendadak
  • Nyeri bersamaan dengan demam dan muntah
  • Merasa lemah dan lesu
  • Nyaris hilang kesadaran
  • Napas pendek-pendek dan cepat

Cara penanganan kista ovarium

Tidak semua jenis kista ovarium perlu penanganan. Banyak yang bisa mereda dengan sendirinya. Untuk itu, dokter menyarankan memberi waktu untuk terus memantau perkembangan kista. Tujuannya agar tahu apakah kista hilang dengan sendirinya setelah dua kali siklus menstruasi atau tidak.

Namun apabila muncul rasa tidak nyaman dan keluhan lainnya, dokter bisa meresepkan obat seperti acetaminophen, ibuprofen, dan naproxen.

Catatan dari SehatQ

Di sisi lain, ada kalanya kista ovarium perlu diangkat melalui prosedur operasi laparoskopi. Utamanya apabila ukuran kista ovarium cukup besar atau terus bertambah, tidak menghilang setelah beberapa siklus menstruasi, serta menimbulkan rasa sakit yang akut.

Sementara bagi yang kista fungsionalnya kerap muncul, dokter juga bisa meresepkan alat kontrasepsi hormonal. Tujuannya untuk mencegah munculnya kista fungsional baru.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala munculnya kista ovarium, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

penyakit wanitakesehatan wanitakista ovarium

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved