Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac, Ini Perkembangan Terbarunya

(0)
11 Nov 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Vaksin corona Sinovac sudah masuk uji klinis tahap III dan sejauh ini hasilnya baikVaksin corona Sinovac sudah masuk uji klinis tahap III di Indonesia, Brazil, dan Turki
Vaksin corona Sinovac adalah vaksin untuk mencegah penularan Covid-19 yang dibuat oleh perusahaan farmasi asal China, Sinovac Biotech. Perusahaan tersebut telah bekerjasama dengan PT Bio Farma asal Indonesia untuk uji klinis tahap III.Selain dengan Indonesia, Sinovac juga bekerja sama dengan perusahaan farmasi dari Brazil dan Turki untuk melakukan uji klinis tahap III dalam skala yang lebih besar. Berikut perkembangan terbaru dari vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan oleh perusahaan asal Tiongkok ini.Terbaru, rencana pemberian vaksin Sinovac melalui skema Emergency Use of Authorization (EUA) yang direncanakan diberikan pada bulan Desember 2020, ditunda pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan, syarat-syarat yang dibutuhkan untuk mendapatkan izin EUA dari BPOM, belum dapat dipenuhi oleh Sinovac. Selengkapnya di sini 

Fakta soal vaksin corona Sinovac di Indonesia

Vaksin corona Sinovac adalah salah satu dari tiga jenis vaksin yang saat ini tengah dikembangkan untuk didistribusikan di Indonesia. Dalam kancah perkembangan dunia, vaksin ini juga termasuk dalam 1 dari 9 vaksin yang sudah masuk uji klinis tahap akhir.Agar Anda bisa lebih mengenal calon vaksin yang sedang dikembangkan, berikut ini beberapa fakta seputar vaksin Sinovac yang perlu diketahui.

1. Uji klinis vaksin corona Sinovac tahap I/II sudah dimulai sejak Juni

Vaksin corona Sinovac memulai uji klinis tahap I/II nya pada bulan Juni 2020 pada 743 relawan dan tidak ditemukan adanya efek samping yang serius. Setelah uji klinis tahap ini berhasil, Sinovac melanjutkan uji klinis tahap III di Brazil pada bulan Juli 2020.

2. Uji klinis tahap III dilakukan di beberapa negara

Selain Brazil, ada beberapa negara lain yang juga menjadi tempat uji klinis tahap III dari vaksin Sinovac, yaitu Indonesia dan Turki. Pada bulan Agustus 2020, uji klinis tahap III dimulai di Indonesia dengan jumlah relawan sebanyak 1620 orang.Apabila berjalan sesuai jadwal, uji coba yang mulai dilakukan tanggal 10 Agustus ini akan selesai dalam waktu 6 bulan (Januari 2021).Hal ini membuat vaksin corona buatan Sinovac dinilai siap diedarkan pada kuartal pertama tahun 2021 mendatang.

3. Sinovac bekerjasama dengan Bio Farma

Untuk distribusi vaksin di Indonesia, perusahaan Sinovac Biotech bekerjasama dengan PT Bio Farma. Sementara itu dalamuji klinisnya, Bio Farma menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran serta Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI sebagai pelaksana.

4. Kemampuan produksi capai ratusan juta dosis vaksin

Apabila semua tahapan uji klinis tahap III bisa berjalan dengan baik, Bio Farma disebut mampu memproduksi vaksin dengan kapasitas maksimal, yaitu 250 juta dosis.

5. Vaksin Sinovac mengandung virus corona yang sudah mati

Ada banyak metode yang bisa dilakukan dalam pembuatan vaksin. Salah satunya adalah metode innactivated virus yang digunakan oleh Sinovac.Pada metode tersebut, virus corona yang sudah dimatikan (inaktif), dimasukkan menjadi salah satu bahan baku vaksin. Virus yang digunakan di dalam vaksin tersebut tidak cukup kuat untuk memicu infeksi baru, tapi bisa memicu terbentuknya kekebalan.Vaksin yang diproduksi menggunakan metode ini, biasanya memerlukan beberapa kali suntikan atau pemberian untuk bisa memberikan kekebalan jangka panjang.Saat ini, vaksin corona Sinovac yang sedang diuji klinis memang diberikan sebanyak dua kali kepada para relawan dengan jarak pemberian antardosis 14 hari.
Informasi lengkap seputar vaksin corona
• Waktu pemberian: Sudah diuji coba, kapan kira-kira vaksin corona bisa diberikan pada masyarakat luas?• Status halal: Menilik status halal vaksin corona yang sedang diuji klinis• Jenis vaksin: Mengenal vaksin corona Oxford yang sudah masuk uji klinis tahap akhir

Perkembangan uji klinis vaksin corona Sinovac di Indonesia

Melansir Kompas, hingga saat ini perkembangan uji klinis tahap III dari vaksin corona Sinovac masih berjalan lancar. Sejak dimulainya pengujian tanggal 10 Agustus 2020, berikut ini perkembangan yang sudah terjadi.
  • Penyuntikan vaksin tidak dilakukan sekaligus, sehingga 1.620 orang relawan tersebut direkrut secara berkala.
  • Sudah ada 1.089 orang relawan yang disuntik vaksin corona Sinovac tahap 1 (V1).
  • Saat ini, 650 orang relawan juga sudah mendapat suntikan vaksin tahap 2 (V2).
  • Ada 243 orang dari 650 relawan pada V2, yang menjalani pengambilan darah sebagai pengujian tahap ketiga (V3). Pengujian ini bertujuan melihat kadar antibodi Covid-19 yang terbentuk di dalam darah.
  • Tahap V3 dilakukan tiga hari setelah V2, dan selanjutnya pada enam bulan setelah V2.
  • Tahap V3 dilakukan untuk melihat kemampuan vaksin tersebut dalam memicu terbentuknya antibodi atau kekebalan terhadap virus penyebab Covid-19, SARS-Cov-2.
Sejauh ini, tidak ada efek samping berbahaya yang dirasakan oleh para relawan. Efek samping paling umum yang terjadi hanya sedikit rasa nyeri di area bekas penyuntikan.Oleh karena itu, jika tren positif ini terus berjalan, vaksin bisa segera diproduksi untuk diberikan pada masyarakat luas.

Update: ada relawan yang sakit, Brazil stop sementara uji klinis vaksin Sinovac

Vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac adalah salah satu jenis vaksin Covid-19 yang sedang melakukan uji klinis tahap III di Indonesia. Jika uji tersebut lancar, vaksin ini ditargetkan akan disebarluaskan untuk diberikan pada masyarakat.Di Indonesia sendiri, hingga saat ini, uji klinis tersebut masih berlangsung aman. Belum ada efek samping berbahaya yang dilaporkan muncul pada ribuan relawan yang sudah disuntikkan vaksin. Namun baru-baru ini, di Brazil, negara yang juga menjadi lokasi uji klinis tahap III vaksin Sinovac, melaporkan akan menghentikan sementara proses penelitian vaksin tersebut karena ada salah satu relawan yang dinilai tiba-tiba mengidap sakit keras.Hingga saat ini, tidak disebutkan informasi detail lain soal penyakit yang diderita, maupun data-data lain terkait hal tersebut.Tertundanya uji klinis ini tentu membuat khawatir para warga yang sudah berharap pada vaksin Sinovac untuk meredakan pandemi yang kian hari kian banyak menginfeksi penduduk dunia.Menjawab kekhawatiran ini, pejabat resmi organisasi kesehatan nasional Brazil mengatakan bahwa penyakit yang diderita relawan tersebut tidak berhubungan dengan pemberian vaksin Sinovac. Pihaknya pun sudah berencana untuk secepatnya kembali melanjutkan uji klinis.Perlu diketahui, penghentian sementara uji coba pada balap cepat pembuatan vaksin corona ini bukanlah hal yang aneh.Beberapa bulan yang lalu, AstraZaneca yang bekerja sama dengan universitas Oxford juga sempat menghetikan sementara uji coba yang dilakukannya setelah salah satu relawan diduga mengalami efek samping akibat pemberian vaksin. Saat ini, penelitian tersebut pun sudah kembali dilanjutkan setelah dipastikan kembali keamanannya.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang perkembangan vaksin corona Sinovac, maupun soal Covid-19 secara keseluruhan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
coronavirusvaksin corona
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/coronavirus-vaccine/art-20484859
Diakses pada 7 Oktober 2020
Kementerian Kesehatan RI. https://www.ina-registry.org/index.php?act=registry_trial_detail&code_trial=16202009080721WXFM0YX
Diakses pada 7 Oktober 2020
New York Times. https://www.nytimes.com/interactive/2020/science/coronavirus-vaccine-tracker.html
Diakses pada 7 Oktober 2020
Kompas. https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/01/135100665/bagaimana-kabar-uji-klinis-fase-iii-vaksin-sinovac-ini-perkembangannya?page=all
Diakses pada 7 Oktober 2020
CNN. https://edition.cnn.com/2020/11/10/health/brazil-suspends-china-vaccine-trials-intl-hnk/index.html
Diakses pada 11 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait