logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Ubi Goreng vs Kentang Goreng, Mana yang Lebih Sehat?

open-summary

Bbi goreng dianggap lebih sehat. Hal ini memang benar, karena ubi goreng lebih tinggi vitamin A. Namun di sisi lain, kandungan kalori dan karbohidrat ubi goreng justru lebih tinggi ketimbang kentang goreng. Cara pengolahan sangat berpengaruh pada manfaatnya bagi kesehata


close-summary

1 Jul 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Secara umum ubi goreng dianggap lebih sehat dari kentang goreng

Ubi goreng merupakan camilan yang enak

Table of Content

  • Perbandingan nutrisi ubi goreng vs kentang goreng
  • Cara memasak sangat berpengaruh
  • Catatan dari SehatQ

Jika ada dua sajian di hadapan Anda, ubi goreng dan kentang goreng, mana yang sekilas terlihat lebih sehat? Bisa jadi, ubi goreng dianggap lebih sehat. Memang benar, karena ubi goreng lebih tinggi vitamin A. Namun di sisi lain, kandungan kalori dan karbohidrat ubi goreng justru lebih tinggi ketimbang kentang goreng.

Advertisement

Makanan yang digoreng atau deep fried bisa meningkatkan risiko kenaikan bernat badan dan masalah medis lainnya. Jika ada pilihan makanan yang tidak digoreng, itu lebih baik karena membatasi asupan kalori.

Perbandingan nutrisi ubi goreng vs kentang goreng

Dalam perbandingan nutrisi di bawah ini, ubi goreng dan kentang goreng yang disajikan seberat 85 gram. Pengolahannya berupa makanan siap saji beku atau frozen food yang kemudian digoreng.

Perbandingan nutrisinya adalah:

 

Kentang goreng

Ubi goreng

Kalori

125

150

Lemak total

4 gram

5 gram

Kolesterol

0 gram

0 gram

Sodium

282 mg

170 mg

Karbohidrat

21 gram

24 gram

Serat

2 gram

3 gram

Protein

2 gram

1 gram

Potasium

7% RDI

5% RDI

Mangan

6% RDI

18% RDI

Vitamin A

0% RDI

41% RDI

Vitamin C

16% RDI

7% RDI

Vitamin E

0% RDI

8% RDI

Thiamine

7% RDI

7% RDI

Niacin

11% RDI

4% RDI

Vitamin B6

9% RDI

9% RDI

Vitamin B5

8% RDI

8% RDI

Folat

7% RDI

7% RDI

 

Berdasarkan kandungan nutrisi di atas, terlihat bahwa ubi goreng memiliki kalori dan karbohidrat lebih tinggi ketimbang kentang goreng. Namun, kandungan nutrisinya tetap lebih kaya seperti vitamin A yang memenuhi 41% RDI sementara kentang goreng tidak mengandung vitamin A. Konsumsi makanan cukup vitamin A ini sangat baik untuk kesehatan mata dan kekebalan tubuh.

Cara memasak sangat berpengaruh

Cara mengolah suatu masakan seperti digoreng atau deep fried di restoran-restoran bisa membuat kandungan kalori makanan naik semakin tinggi, bahkan bisa dua kali lipat. Contohnya kentang goreng dalam ukuran kecil (71 gram) mengandung 222 kalori, namun jika dalam ukuran besar (154 gram) bisa mengandung 480 kalori.

Baca Juga

  • Penciuman Bekurang? Ini Bisa Jadi Penyebabnya
  • Mengenal Manfaat Sepeda Statis yang Baik untuk Kesehatan
  • Cara Mengatasi Susah Buang Air Kecil dan Penyebabnya

Sama halnya dengan ubi goreng yang jika disajikan dalam porsi kecil mengandung 260 kalori, jika ukurannya lebih banyak maka kalorinya bisa mencapai 510 kalori. Jadi, entah itu ubi maupun kentang goreng, sama-sama menyumbang kalori cukup tinggi apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Beberapa risiko jika dikaitkan dengan masalah medis di antaranya:

  • Obesitas

Konsumsi kentang goreng berlebihan bisa meningkatkan risiko penambahan berat badan dan obesitas, menurut studi observasional. Dalam studi itu, partisipan mengalami kenaikan berat badan sebanyak 1,5 kg dalam periode 4 tahun. Mengonsumsi kentang goreng 1-2 kali per minggu juga meningkatkan risikonya.

  • Diabetes tipe 2

Selain obesitas, baik ubi goreng maupun kentang goreng sama-sama bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Ini terjadi karena keduanya tinggi karbohidrat yang bisa meningkatkan kadar gula darah. Indeks glikemik untuk ubi goreng adalah 76, sementara kentang goreng adalah 70 (untuk skala 100).

Tak hanya itu, ada 8 penelitian yang menyebut konsumsi kentang goreng sebanyak 150 gram per hari bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 66%.

  • Penyakit jantung

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang digoreng bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Jika dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung seperti obesitas dan tekanan darah tinggi, ini benar adanya. Dalam sebuah studi, orang yang mengonsumsi kentang goreng 4 kali dalam seminggu berisiko 17% lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi.

Jadi, ketika membandingkan mana yang lebih sehat antara ubi goreng atau kentang goreng, keduanya cukup imbang. Kandungan kalori dan karbohidrat ubi goreng lebih tinggi, namun nutrisi berupa vitamin A hanya ada di ubi goreng.

Catatan dari SehatQ

Jika ada pilihan untuk mengonsumsi makanan tanpa harus digoreng, seperti dikukus, panggang, rebus, dan lainnya, itu tentu lebih baik. Pun ketika harus mengonsumsi makanan yang digoreng, olahan sendiri di rumah juga lebih tidak berisiko.

Advertisement

bipolarhidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved