Kenali Cara Diet dengan Berpuasa atau Intermitten Fasting


Cara diet dengan berpuasa atau intermittent fasting adalah salah satu diet terpopuler yang ampuh turunkan berat badan. Tak hanya itu saja, diet ini juga baik untuk kesehatan.

(0)
20 Mar 2019|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Indra Wijaya
Cara diet dengan berpuasa atau intermitten fastingDiet puasa atau intermittent fasting mengharuskan Anda puasa dalam jangka waktu tertentu
Dalam beberapa tahun terakhir, diet puasa (intermittent fasting) menjadi tren di kalangan milenial. Sejumlah pelaku diet sudah membuktikan bahwa cara diet puasa ini mampu menurunkan berat badan sekaligus meningkatkan metabolisme dan memperpanjang usia.Tidak heran jika lantas banyak orang berlomba-lomba menerapkan cara diet puasa. Agar bisa efektif, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan diet puasa. Berikut adalah 4 cara diet puasa yang populer dan bisa Anda mulai terapkan esok hari.

Apa itu intermittent fasting alias diet puasa?

Intermittent fasting atau diet puasa adalah metode mengatur pola makan dengan cara puasa makan selama beberapa waktu, namun tetap diperbolehkan mengonsumsi minuman untuk mencegah dehidrasi.Berbeda dengan diet yang biasanya merujuk pada pengurangan atau pembatasan makan, metode intermittent fasting lebih ke mengatur kebiasaan makan Anda agar lebih teratur.Diet puasa tidak mengatur jenis makanan apa yang harus Anda kurangi atau jenis apa yang harus dikonsumsi. Metode ini lebih mengatur kapan Anda boleh mengonsumsi makanan dan kapan harus berhenti makan alias “berpuasa”.

Manfaat diet puasa atau intermittent fasting

Diet puasa atau intermittent fasting bermanfaat untuk memperbaiki atau membentuk perilaku makan yang lebih teratur dan sehat. Metode ini juga dapat melatih ketahanan tubuh Anda agar tetap dapat menjalankan fungsinya walaupun tidak sedang mengonsumsi makanan dalam periode tertentu. Intermittent fasting juga dapat membantu tubuh mengendalikan tekanan darah dan kolesterol karena tubuh melakukan pembakaran lemak lebih efektif saat berpuasa. Hormon insulin juga lebih sensitif terhadap makanan saat Anda melakukan metode ini.

Berbagai cara diet dengan puasa

1. Metode 16/8 puasa selama 16 jam setiap hari

Puasa ini mengharuskan pelaku diet untuk berpuasa selama 14-16 jam setiap hari. Sisanya, disebut “jendela makan” adalah waktu di mana Anda diperbolehkan makan selama 8-10 jam.Cara diet puasa ini diperkenalkan oleh ahli kebugaran Martin Berkhan. Sebenarnya, konsepnya cukup sederhana. Anda hanya diminta tidak makan apa pun setelah makan malam dan melewatkan sarapan.Contohnya, jika Anda usai makan malam jam 20:00, selanjutnya Anda berpuasa hingga jam 12:00 keesokan hari. Dengan ini, Anda secara teknis sudah berpuasa selama 16 jam.Jika Anda merasa lapar, Anda diperbolehkan minum air mineral atau minum air nonkalori. Patut diingat juga, hindari makan junk food atau kalori berlebihan saat “jendela makan”.

2. Diet 5:2 puasa selama 2 hari per minggu

Sesuai namanya, pelaku diet diperbolehkan makan seperti biasa selama 5 hari dalam seminggu. Sedangkan, dua hari selanjutnya berpuasa untuk membatasi kalori hingga 500 – 600.Cara diet puasa ini dipopulerkan oleh seorang dokter asal Inggris, Michael Mosley. Cara diet puasa 5:2, Anda diperbolehkan makan normal setiap hari, kecuali hari Senin dan Kamis.Pada hari Senin dan Kamis, pelaku diet puasa hanya makan dua kali, 250 kalori untuk wanita, dan 300 kalori untuk pria.

3. Eat-Stop-Eat puasa 24 jam, sekali atau dua kali seminggu

Jangan terkejut! Karena puasa Eat-Stop-Eat memang mengharuskan Anda untuk berpuasa selama 24 jam, sekali atau dua kali seminggu.Cara diet puasa ini dipopulerkan pertama kali oleh ahli kebugaran, Brad Pilon, dan cukup populer selama beberapa tahun.Caranya cukup sederhana. Misalnya saja, Anda selesai makan malam pada hari Senin jam 19.00. Maka, Anda jangan makan apa pun sampai hari Selasa jam 19.00.Air dan minuman nonkalori masih diperbolehkan selama puasa ini, tapi tidak untuk berbagai jenis makanan padat.

4. Berpuasa setiap dua hari sekali

Diet puasa lain yang tak kalah populer adalah berpuasa setiap dua hari sekali. Ada beberapa versi yang berbeda dari jenis puasa ini. Namun, puasa ini memungkinkan pelaku diet memotong sekitar 500 kalori selama berpuasa.Banyak ahli kebugaran dan diet yang menunjukkan manfaat kesehatan dari diet puasa. Bagi para pemula sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menerapkan jenis diet puasa yang tepat dan sesuai untuk Anda.

Siapa yang tidak diperbolehkan untuk melakukan cara diet puasa?

Tak semua orang diperbolehkan untuk menjalankan diet puasa. Terlebih jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu. Salah satu kondisi yang tidak disarankan diet puasa adalah seseorang yang memiliki kondisi kekurangan berat badan atau memiliki riwayat gangguan makan.Beberapa kondisi yang juga tidak dianjurkan untuk menjalani diet puasa, di antaranya:Diet puasa juga tidak disarankan bagi wanita yang sedang memiliki masalah kesuburan atau sedang melakukan program hamil.
diet sehatdiet puasaintermittent fasting
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/6-ways-to-do-intermittent-fasting
Diakses pada Oktober 2018 
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322293.php
Diakses pada Oktotber 2018
Live Science. https://www.livescience.com/48888-intermittent-fasting-benefits-weight-loss.html
Diakses pada 28 Oktober 2020
Daily Burn. http://dailyburn.com/life/health/intermittent-fasting-methods/
Diakses pada 28 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/diet/a-z/intermittent-fasting
Diakses pada 28 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait