logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Tumor Mediastinum, Bisa Tumbuh Tanpa Gejala Apapun

open-summary

Saat seseorang mengalami tumor di rongga antara paru-paru kanan dan kiri, itu disebut tumor mediastinum. Rongga yang dibatasi tulang dada ini berisi organ seperti jantung, trakea, aorta, kerongkongan, kelenjar timus, dan juga pembuluh darah besar. Di ruang ini, bisa tumbuh tumor jinak maupun ganas.


close-summary

19 Mei 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Tumor mediastinum sering muncul di area rongga antara paru-paru kanan dan kiri

Tumor mediastinum sering kali muncul tanpa gejala

Table of Content

  • Penyebab tumor mediastinum
  • Gejala tumor mediastinum
  • Bagaimana mengatasi tumor mediastinum?

Ketika seseorang mengalami tumor di rongga antara paru-paru kanan dan kiri, itu disebut tumor mediastinum. Rongga yang dibatasi tulang dada ini berisi organ seperti jantung, trakea, aorta, kerongkongan, kelenjar timus, dan juga pembuluh darah besar. Di ruang ini, bisa tumbuh tumor jinak maupun ganas.

Advertisement

Gejala awal terjadinya tumor mediastinum bisa terdeteksi dari frekuensi sesak napas, batuk, nyeri dada, keringat dingin di malam hari, hingga perubahan suara. Untuk melakukan pengobatan, dokter perlu melakukan pemindaian CT Scan, MRI, atau X-ray untuk tahu letak tumor mediastinum.

Penyebab tumor mediastinum

Lokasi tumbuhnya tumor mediastinum bisa berbeda di antara 3 ruang yaitu anterior (depan), tengah, dan posterior (belakang). Biasanya, ketika tumor mediastinum terjadi pada anak-anak, itu terjadi di area posterior. Sementara tumor mediastinum pada orang dewasa berusia 30-50 tahun umumnya terjadi di bagian anterior.

Berdasarkan lokasi tumbuhnya, penyebab tumor mediastinum bisa dibedakan menjadi:

1. Bagian depan mediastinum

  • Limfoma (Hodgkin’s disease dan non-Hodgkin limfoma)
  • Tumor di kelenjar timus
  • Massa tiroid mediastinum

2. Bagian tengah mediastinum

  • Kista bronkogenik
  • Pembengkakan nodus limfa
  • Kista perikardial
  • Massa tiroid mediastinum
  • Tumor trakea
  • Komplikasi pembuluh darah

3. Bagian belakang mediastinum

  • Extramedullary haematopoiesis (berhubungan dengan anemia parah)
  • Pembengkakan nodus limfa
  • Neurogenic neoplasm mediastinal
  • Neuroenteric cyst mediastinal

Pada kasus tumor mediastinum yang tumbuh di bagian belakang dan sering terjadi pada anak-anak, 70% adalah tumor jinak. Selain beberapa penyebab di atas, tumor mediastinum juga bisa terjadi karena sebaran sel kanker dari bagian tubuh lain.

Baca Juga

  • 5 Macam Sayuran Pemicu Asam Lambung yang Sebaiknya Anda Hindari
  • Berbagai Buah yang Baik Dikonsumsi Saat Batuk
  • Radikal Bebas: Bahaya, Penyebab, dan Kaitannya dengan Antioksidan

Gejala tumor mediastinum

Orang yang menderita tumor mediastinum bisa tidak mengalami gejala apapun. Seringkali tumor baru terdeteksi saat melakukan X-ray untuk keperluan diagnosis keluhan medis lainnya.

Apabila sudah muncul gejala, artinya tumor sudah mulai menekan organ di sekitarnya. Beberapa gejala tumor mediastinum seperti:

  • Batuk
  • Napas tersengal-sengal
  • Nyeri dada
  • Demam
  • Keringat dingin di malam hari
  • Batuk berdarah
  • Berat badan turun drastis
  • Nodus limfa membengkak
  • Pernapasan tersumbat
  • Suara serak

Bagaimana mengatasi tumor mediastinum?

Jika seseorang mengalami gejala tumor mediastinum, maka dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan. Bisa dengan pemindaian seperti X-ray, CT scan, atau MRI. Selain itu, bisa dilakukan biopsi untuk mengambil sel dari mediastinum.

Selama pemeriksaan dilakukan, pasien akan dibius. Kemudian, dokter akan melakukan insisi kecil di bawah tulang dada. Dari situlah sampel jaringan diteliti apakah ada sel kanker yang terdeteksi sehingga diagnosis menjadi lebih akurat.

Cara mengatasi tumor mediastinum bergantung pada lokasi tumbuhnya. Sebagai langkah penanganan awal, dokter umumnya akan melakukan operasi untuk mengangkat tumor. Setelah itu, bisa diberikan terapi radiasi atau kemoterapi untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa.

Apabila dilakukan terapi radiasi, bisa terjadi efek samping seperti:

  • Nafsu makan berubah
  • Anemia
  • Konstipasi
  • Diare
  • Kerontokan rambut
  • Mual dan muntah
  • Infeksi
  • Kulit mengelupas dan gatal

Dokter akan mendiskusikan apa langkah penanganan yang bisa diambil untuk mengatasi tumor mediastinum. Semuanya juga bergantung apakah tumor yang dialami termasuk primer atau sekunder.

Tumor primer artinya berasal dari mediastinum. Sementara tumor sekunder berarti terjadi karena sebaran sel kanker yang sudah ada terlebih dahulu dari bagian tubuh lain. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan jangka panjang pasien.

Hingga kini belum diketahui kecenderungan genetik seseorang mengalami tumor mediastinum. Secara garis besar, tumor mediastinum termasuk jenis tumor yang langka. Ketika terjadi pada anak-anak, sel tumornya cenderung jinak. Sebaliknya, ketika orang dewasa mengalami tumor mediastinum bisa menjadi tumor ganas.

Advertisement

penyakit paru-parupenyakittumor

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved