Kenali lebih lanjut jenis-jenis tumor kulit seperti tahi lalat dan lipoma agar Anda lebih waspada
Ada beberapa jenis tumor kulit yang bisa Anda kenali, termasuk kutil dan tahi lalat

Tidaklah berlebihan jika setiap dari kita dianjurkan memakai tabir surya terutama saat beraktivitas yang terpapar sinar matahari. Baik itu wanita atau pria, menggunakan tabir surya bukan sekadar urusan dandan atau tidak dandan. Lebih jauh lagi, itu adalah perlindungan penting dari risiko tumor kulit.

Tumor kulit tercipta ketika ada mutasi gen pada sel sehat kulit. Jenisnya bervariasi, bisa yang tidak berbahaya hingga yang ganas. Jika dilihat dari bentuknya, tumor kulit tampak seperti benjolan keras pada kulit yang terus bertumbuh secara perlahan.

Tumor kulit yang ganas biasanya berbentuk tidak beraturan serta bagian tepinya tidak jelas dan terpisah. Umumnya, tumor kulit melanda orang yang telah berusia lanjut. Meski demikian, sebagian besar tumor kulit tidaklah berbahaya. Sangat jarang pula tumor ini bisa berkembang menjadi kanker kulit.

Jenis tumor kulit

Ada banyak macam tumor kulit, di antaranya:

Moles merupakan salah satu jenis tumor kulit yang serupa dengan tahi lalat

1. Moles

Salah satu jenis tumor kulit yang serupa dengan tahi lalat. Moles ini muncul dari aktivitas melanosit, sel kulit yang bertugas membentuk pigmen. Kebanyakan moles tidak menyebabkan masalah, tapi melanoma cenderung tumbuh pada orang dengan moles yang banyak.

Hal lain yang membedakan tahi lalat biasa dengan tahi lalat yang berhubungan dengan tumor kulit adalah bagian tepinya. Jika tepiannya kasar atau pinggirannya melebur dengan kulit sekitarnya, bisa jadi itu adalah gejala melanoma.

2. Keratosis seboroik

Jenis tumor kulit berikutnya adalah keratosis seboroik dengan ciri bintik berwarna coklat atau hitam dengan tekstur yang tidak rata. Ketika diraba, biasanya permukaan kulitnya terasa mengeras.

Hemangioma dapat juga disebut dengan strawberry spot

3. Hemangioma 

Nama lain dari tumor kulit hemangioma adalah strawberry spots. Nama ini terinspirasi dari warna benjolan yang kemerahan. Biasanya, hemangioma tumbuh di kulit bayi.

Benjolan merah ini bisa terlihat di leher, dada, wajah, kulit kepala, hingga punggung anak yang masih berusia di bawah 18 bulan. Biasanya, hemangioma ini akan terlihat pada usia awal bayi hingga beberapa bulan kemudian.

Nantinya, hemangioma akan hilang dengan sendirinya ketika anak menginjak usia 5-10 tahun. Bekas hemangioma akan meninggalkan warna yang berbeda dibandingkan dengan warna kulit sekitarnya.

4. Lipoma

Berikutnya, lipoma adalah benjolan lemak yang tumbuh perlahan dan bisa bergeser ketika ditekan dengan jari. Ukurannya sekitar 5 cm dan bisa bertumbuh

Biasanya lipoma dimiliki orang berusia lanjut (40-60 tahun) dan tidak berbahaya sama sekali. Bahkan pada banyak orang, lipoma tidak perlu diobati. Namun jika lipoma menimbulkan nyeri dan rasa tidak nyaman, ada baiknya diangkat.

Ciri-ciri lain dari lipoma adalah bisa tumbuh di bagian manapun di tubuh manusia. Biasanya lipoma muncul di lipatan kulit seperti baju, leher, punggung, lengan, dan paha.

Belum banyak yang tahu, kutil ternyata juga termasuk dalam tumor kulit

5. Kutil 

Jenis tumor kulit yang juga umum adalah wart atau kutil. Bentuknya kecil dengan tekstur kasar. Warna kutil adalah seperti kulit atau kecokelatan.

Kutil muncul sebagai reaksi infeksi atas virus Human pappiloma (HPV) yang menyerang kulit. Ketika hal ini terjadi, produksi keratin akan cenderung berlebihan. Keratin adalah protein yang berperan dalam menyusun rambut dan kuku. Ketika terjadi penumpukan keratin berlebih, saat itulah ada bentukan tekstur kulit baru yaitu kutil.

Hal yang perlu diwaspadai adalah kutil ini mudah menular lewat kontak langsung dengan kulit penderita. Apabila kekebalan tubuh orang yang mengalami kontak cenderung lemah, maka virus HPV bisa saja menginfeksi orang lain.

Kapan tumor kulit bisa menjadi kanker kulit?

Seperti yang telah disebutkan di atas, umumnya tumor kulit bersifat jinak dan tidak serta-merta pasti berkembang menjadi kanker kulit. Kanker hanya akan terjadi ketika sel-sel tubuh bermutasi di luar kendali.

Meski demikian, kanker kulit bisa saja terlihat seperti benjolan tidak rata di permukaan kulit. Ketika kanker semakin berkembang, ukuran benjolan itu akan berubah dan semakin masuk ke lapisan kulit.

Ada 3 lapisan kulit yang menjadi tempat tumbuhnya kanker kulit, yaitu:

  • Skuamosa: sel datar di lapisan terluar epidermis.

  • Sel basal: sel yang ada di bawah epidermis. Sel-sel ini secara konstan membentuk sel baru untuk menggantikan kulit yang ada di epidermis. Ketika sel-sel ini telah sampai ke epidermis, bentuknya jadi semakin rata dan menjadi squamous.

  • Melanosit: sel ini bertugas menghasilkan pigmen berwarna coklat yang disebut melanin, berperan dalam menentukan warna kulit seseorang. Melanin adalah pelindung alami tubuh dari dampak negatif matahari. Itulah mengapa ketika seseorang sering berjemur, kulitnya akan tampak semakin gelap.

Tumor kulit ataupun kanker kulit bisa dengan mudah terdeteksi karena ada di area yang terlihat. Itu sebabnya setiap orang perlu mengamati ketika ada perubahan sekecil apapun pada kulit mereka.

Jika ada jaringan baru yang tumbuh, kenali ciri-cirinya. Selama tidak berbahaya, maka tidak ada masalah. Namun apabila terus bertumbuh, berdarah, dan menimbulkan rasa nyeri, sebaiknya berkonsultasi pada ahlinya.

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/basal-and-squamous-cell-skin-cancer/about/what-is-basal-and-squamous-cell.html
Diakses pada 25 Juni 2019

Cancer Treatment Centers of America. https://www.cancercenter.com/cancer-types/skin-cancer/symptoms
Diakses pada 25 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3483570/
Diakses pada 25 Juni 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/pharmacology-toxicology-and-pharmaceutical-science/skin-tumor
Diakses pada 25 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed