Ketahui, Inilah Pengaruh Kelahiran Prematur pada Tahap Tumbuh Kembang Anak

Hari perkiraan lahir dan tanggal kelahiran bayi penting dalam memantau tumbuh kembang bayi prematur
Bayi prematur memiliki tahapan tumbuh kembang serupa anak yang lahir cukup bulan

Tentu seluruh orang tua ingin memastikan anak mengalami tumbuh kembang yang baik meskipun dalam kondisi yang mengkhawatirkan, seperti kelahiran prematur.

Sebab, kelahiran secara prematur memiliki risiko tertentu yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

[[artikel-terkait]]

Tahap tumbuh kembang bayi prematur

Anda sebenarnya tidak perlu khawatir. Anak prematur memiliki fase tumbuh kembang yang sama, dengan anak yang lahir cukup bulan, apabila anda menyesuaikan usia anak prematur dengan usia seharusnya.

Untuk bisa memantau dengan baik tumbuh kembang Si Kecil dalam 18 bulan pertamanya, ada baiknya anda memahami perihal usia koresi terlebih dahulu.

Usia koreksi anak yang lahir prematur

Dua tanggal penting yang harus dicermati dalam penghitungan usia koreksi anak yang lahir prematur. Pertama, tanggal kelahiran bayi. Kedua, tanggal estimasi persalinan. Usia koreksi berpatokan pada perbedaan antara tanggal estimasi persalinan, dan tanggal kelahiran bayi.

Misalnya, anak berusia 20 minggu, tapi lahir 4 minggu lebih awal. Usia koreksi anak adalah 16 minggu. Jadi pada saat ini, patokan fase tumbuh kembang anak adalah pada usia 16 minggu, bukan 20 minggu.

Perlu diingat, usia koreksi umumnya berlaku pada dua tahun pertama tumbuh kembang anak. Bila setelah dua tahun, anak tidak dapat mengikuti anak seusianya, konsultasikan lebih lanjut ke dokter ahli tumbuh kembang anak.

Tumbuh kembang anak lahir prematur

Berikut beberapa rangkuman pencapaian tumbuh kembang anak yang lahir prematur, sebagai acuan.

1. Usia koreksi 2 bulan

  • Mulai menggerakan kepala dan merengek
  • Tersenyum pada orang
  • Mengenali orangtua dan pengasuh

2. Usia koreksi 4 bulan

  • Mengangkat kepala dan melihat sekelilingnya
  • Mengikuti wajah dan benda yang dihadapkan padanya
  • Berguling

3. Usia koreksi 6 bulan

  • Dapat duduk sendiri dan berlutut
  • Mulai merangkak
  • Melihat mainan
  • Memiliki rasa penasaran terhadap benda
  • Merespons pada saat dipanggil namanya
  • Dapat mengatakan kombinasi huruf konsonan dan vokal (mama, dada, baba)

4. Usia koreksi 9 bulan

  • Merangkak
  • Mengetauhi instruksi “tidak” atau larangan
  • Mengikuti suara dan gerakan
  • Dapat bermain cilukba
  • Kosakata bertambah

5. Usia koreksi 12 bulan

  • Dapat berdiri sendiri
  • Dapat mengambil benda kecil
  • Merespon terhadap pertanyaan sederhana
  • Menggunakan bahasa tubuh sederhana seperti melambaikan tangan
  • Menangis pada saat ditinggal orangtua
  • Memiliki benda favorit
  • Dapat berkata mama dan bertujuan untuk memanggil ibu

6. Usia koreksi 15 bulan

  • Berjalan dan jongkok
  • Dapat bermain teka-teki sederhana atau menyusun balok
  • Dapat mengikuti perintah
  • Dapat melihat atau menunjuk gambar dalam buku

7. Usia koreksi 18 bulan

  • Dapat menaiki tangga dan berlari
  • Dapat melepas baju
  • Minum dari gelas dan makan dengan sendok
  • Memiliki kurang lebih 18 kosakata
  • Berkata tidak dan menggelengkan kepala
  • Menunjuk hal yang diinginkannya

Perlu diingat, tumbuh kembang antar anak tidaklah sama, meskipun anda telah menghitung usia koreksi. Hal ini juga berkaitan dengan stimulasi yang diberikan oleh orangtua dan pengasuh anak.

Selalu konsultasikan dengan dokter, dan buatlah catatan mengenai tumbuh kembang anak, untuk memudahkan pada saat konsultasi.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/premature-milestones#1
Diakses pada 1 Mei 2019

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/preemie/Pages/Preemie-Milestones.aspx
Diakses pada 1 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed