logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Tulang Anak Mudah Patah Akibat OI, Bagaimana Cara Menanganinya?

open-summary

Osteogenesis imperfecta (OI) adalah kelainan genetik yang sangat jarang terjadi. Penderitanya memiliki kelainan pada tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Terdapat dua kondisi OI, yaitu OI ringan dan berat. Kedua kondisi tersebut akan mempengaruhi kerapuhan tulang penderita.


close-summary

30 Mei 2019

| dr. Adelina Haryono

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Penderita OI memiliki kelainan pada tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah

Penderita OI memiliki kelainan pada tulang

Table of Content

  • Penyebab dan Gejala Osteogenesis Imperfecta
  • Mengasuh Anak dengan Penyakit Osteogenesis Imperfecta

Apakah Anda pernah menonton film “Glass” (2019)? Salah satu karakter protagonis dalam film itu, Mr. Glass, digambarkan sebagai seseorang yang lahir dengan osteogenesis imperfecta (OI). Tulangnya sangat rapuh, sampai-sampai tulangnya patah ketika dilahirkan. Kelainan pada tulang ini bukan cerita saja, tetapi sungguh ada.

Advertisement

Osteogenesis imperfecta (OI) adalah kelainan genetik yang sangat langka pada bayi. Penderitanya memiliki tulang yang rapuh sehingga sangat mudah terjadi patah tulang. Terdapat bentuk ringan hingga berat dari kondisi ini. Pada kasus OI ringan, mungkin hanya akan terjadi beberapa kali patah tulang selama hidupnya, tapi pada kasus OI yang berat, patah tulang dapat terjadi hingga ratusan kali.

Penyebab dan Gejala Osteogenesis Imperfecta

Osteogenesis imperfecta disebabkan oleh kelainan genetik, yaitu pada gen COL1A1 dan COL1A2, yang berfungsi untuk membuat protein prokolagen tipe 1. Jenis protein ini sangat penting dalam pembentukan jaringan pengikat tulang. Dengan tidak dapat dibentuknya prokolagen, tulang menjadi rapuh sehingga hanya dengan sedikit benturan tulang bisa patah. Selain itu, protein ini juga penting dalam pembentukan ligamen, gigi, dan sklera mata.

Beberapa gejala berikut dapat ditemukan pada penderita osteogenesis imperfecta:

  • Tulang patah akibat cedera yang ringan
  • Mudah timbul lebam
  • Dalam pemeriksaan USG sebelum lahir, kelainan ini sudah dapat dideteksi, dengan gambaran tulang panjang yang melengkung, fraktur, atau pemendekan tulang anggota gerak tubuh
  • Riwayat patah tulang berulang
  • Kehilangan pendengaran terjadi pada 50% penderita

Baca Juga

  • Pilihan Suplemen Tulang agar Tetap Tegak Melangkah Sepanjang Usia
  • Waspada Tulang Retak, Olahraga Tertentu Bisa Menjadi Penyebabnya!
  • Mengenal Pentingnya Fungsi Tulang Jari Tangan

Mengasuh Anak dengan Penyakit Osteogenesis Imperfecta

Hingga saat ini, sayangnya belum ada obat yang dapat menyembuhkan osteogenesis imperfecta. Jika Anda mencurigai anak mengalami kelainan ini, segera berkonsultasi ke dokter. Penanganan kelainan pada tulang ini membutuhkan penanganan multidisipliner. Dokter dapat memberikan obat untuk membantu meningkatkan kepadatan tulang. Operasi tulang juga mungkin akan dibutuhkan. Selain itu, anak Anda akan membutuhkan terapi fisik untuk membantu menguatkan otot-otot.

Tulang anak dengan OI memang mudah patah sehingga perawatan yang hati-hati harus diterapkan oleh orangtua. Namun, orangtua juga harus selalu ingat bahwa anak akan terus tumbuh dan berkembang, patah tulang kemungkinan akan tetap terjadi terlepas seberapa baik Anda menjaganya. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan ketika mengasuh anak dengan osteogenesis imperfecta:

  1. Tidak perlu takut menyentuh atau menggendong bayi. Pastikan Anda menggendong dengan satu tangan di bawah bokong dan tungkai, sedangkan satu tangan lagi menopang bahu, leher, dan kepala. Jangan menggendong bayi atau anak dengan mengangkat ketiaknya.
  2. Jangan menarik, mendorong, atau menekuk kedua lengan atau tungkai bayi. Jika akan mengganti popok, angkat bagian bokongya.
  3. Motivasi bayi/anak untuk tetap bergerak. Sokong bayi pada posisi tengkurap atau tidur miring, agar ototnya cukup kuat untuk belajar duduk atau berdiri nantinya.
  4. Gunakan carseat dengan sandaran yang dapat ditidurkan sehingga memudahkan Anda untuk mengangkat bayi atau anak dari mobil.
  5. Tidak menggunakan gendongan bayi (cukin/sling)
  6. Jika anak Anda menggunakan cast, pastikan Anda mengerti cara perawatannya
  7. Tanyakan kepada dokter aktivitas dan olahraga apa yang aman untuk anak Anda
  8. Remaja atau orang dewasa dengan OI harus menghindari aktivitas yang dapat menurunkan kepadatan tulang, seperti merokok, minum alkohol, dan minum obat steroid jangka panjang.
  9. Mungkin orangtua akan harus sering menjelaskan kondisi OI kepada orang-orang yang menangani anak Anda. Misalnya dalam perawatan medis, tenaga medis harus diberitahu agar melakukan prosedur pemeriksaan dengan lebih hati-hati. Seperti saat mengambil darah, mengambil foto rontgen, atau mengukur tekanan darah. Selalu membawa surat keterangan dari dokter akan dapat membantu Anda.

Advertisement

kesehatan tulangosteogenesis imperfecta

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved