7 Cara Ampuh Menghilangkan Bekas Ciuman (Cupang)

Berciuman menjadi suatu aktivitas yang menyenangkan bagi sebagian besar pasangan. Mencium bisa dilakukan di bibir, pipi, wajah, leher, hingga sekujur tubuh pasangan Anda.

Sebagian orang yang terlalu asyik saat berciuman, tak sedikit malah meninggalkan tanda atau bekas ciuman di tubuh pasangannya. Hal ini tentu dapat mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri.

Lantas, bagaimana trik menghilangkan bekas ciuman yang dapat dilakukan?

Apa itu cupang dan penyebab kemunculannya?

Bekas ciuman atau dikenal dengan istilah cupang adalah tanda berwarna merah, ungu gelap, atau biru yang disebabkan oleh aktivitas berciuman yang terlalu lama atau kuat. Ini biasanya terjadi di area leher, tetapi tidak menutup kemungkinan di area tubuh lainnya.

Ketika pasangan Anda mengisap dan menggigit kulit Anda, tekanan tersebut dapat memecahkan pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit. Pembuluh darah yang pecah itu akan melepaskan bintik-bintik kecil darah yang disebut dengan petechiae.

Kumpulan bintik-bintik darah tersebut kemudian membentuk bintik hitam lebih besar, yang pada dasarnya merupakan memar. Sama seperti memar, cupang dapat bertahan selama satu hingga dua minggu. Memar dapat berubah warna seiring bertambahnya waktu, mulai dari merah atau ungu tua.

Bekas ciuman umumnya akan lebih mudah muncul seiring dengan bertambahnya usia. Ya, saat Anda beranjak tua, kulit menjadi lebih tipis dan kehilangan beberapa lapisan lemak pelindungnya.

Padahal, jaringan lemak tersebut dapat membantu Anda dalam mengatasi cedera, seperti halnya memar. Hal inilah yang memudahkan munculnya tanda cupang.

Meski umumnya bekas ciuman dapat hilang dengan sendirinya, Anda dapat melakukan beberapa cara mudah untuk menghilangkannya.

Ini cara menghilangkan cupang di leher dengan mudah

Munculnya bekas ciuman atau cupang tentu dapat menimbulkan rasa malu sekaligus menurunkan kepercayaan diri. Terlebih apabila Anda harus bertemu dengan orang lain.

Kendati demikian, Anda tidak perlu khawatir. Pasalnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi cupang di leher atau area tubuh lainnya berikut ini.

1. Kompres air dingin

Sesaat setelah Anda menemukan tanda cupang di leher, segera kompres area tersebut menggunakan kain yang dibasahi air es.

Cara ini tergolong efektif untuk memperlambat aliran darah dari pembuluh darah yang pecah sehingga membantu mengurangi ukuran memar akibat ciuman.

Selain menggunakan kain yang dibasahi air es, Anda bisa menggunakan sendok logam. Caranya, masukkan sendok logam terlebih dahulu ke dalam freezer selama 30 menit. Jika sudah, ambil sendok logam, lalu tempelkan dan tekan ke area tubuh yang memar.

Diamkan selama 10 menit, lalu ulangi langkah ini beberapa kali selama 48 jam pertama atau hingga memar memudar.

2. Gunakan make up

Meski terkesan sepele, munculnya bekas ciuman dapat membuat Anda malu. Salah satu cara mudah menghilangkan tanda cupang adalah menyamarkannya menggunakan make up.

Gunakan make up sesuai warna tanda cupang Anda. Misalnya, gunakan concealer berwarna hijau untuk menutupi bekas ciuman berwarna kemerahan. Atau gunakan concealer berwarna kekuningan untuk menyamarkan tanda cupang warna ungu gelap.

3. Oleskan lidah buaya

Mengoleskan lidah buaya juga dapat menjadi pilihan untuk menghilangkan bekas ciuman dengan segera. Ini karena lidah buaya memiliki kandungan antiinflamasi atau antiradang yang membantu mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri.

Anda bisa mengoleskan lidah buaya segar langsung dari tanamannya ke area leher atau tubuh lainnya yang terdapat tanda cupang. Akan tetapi, jika tanaman aloe vera tidak tersedia, Anda bisa mengoleskan produk gel atau krim yang terbuat dari lidah buaya murni.

Lakukan langkah ini dua kali dalam sehari agar memar akibat ciuman dapat segera memudar.

4. Lakukan pijatan lembut

Melakukan pijatan dapat membantu mengurangi rasa nyeri sekaligus merangsang aliran darah. Namun, tidak disarankan untuk melakukan pijatan di saat tanda cupang masih baru lantaran dapat menyebabkan nyeri.

Anda bisa melakukan pijatan setelah beberapa hari. Pijat secara pelan dan lembut dengan cara menempatkan dua jari tepat di area tubuh yang terdapat tanda cupang menggunakan gerakan memutar searah jarum jam.

Untuk melakukan pijatan, Anda dapat menggunakan minyak esensial, seperti minyak zaitun, minyak kelapa, minyak almond, dan lainnya. Lakukan trik ini beberapa menit dalam sehari.

5. Oleskan minyak peppermint

Jenis minyak esensial satu ini memiliki kandungan mentol sebagai bahan utama. Selain memberikan sensasi dingin secara alami, minyak peppermint dapat melancarkan aliran darah pada area tubuh yang terdapat tanda cupang. Dengan begitu, memar bekas ciuman dapat segera hilang.

6. Kulit pisang

Meski tidak ikut dimakan, jangan menyepelekan kulit pisang. Pasalnya, kulit pisang mengandung sebagian besar vitamin, nutrisi, dan antioksidan, yang memberi efek menenangkan pada kulit.

Menempelkan kulit pisang pada area leher yang terdapat tanda cupang dapat membantu mengurangi tanda-tanda memar. Anda bisa menempelkan kulit pisang tersebut selama 30 menit atau hingga kulit pisang berubah warna menjadi kecoklatan.

Lakukan cara ini setiap 2-3 kali sehari, namun segera hentikan apabila kulit Anda menjadi iritasi.

7. Kompres air hangat

Mengompres tanda bekas ciuman di area leher dengan kain yang dibasahi air hangat dapat membantu melancarkan aliran darah pada area tubuh yang memar. Dengan begitu, tanda cupang akan lebih cepat memudar.

Anda bisa mengaplikasikan langkah ini pada hari ketiga. Lakukan langkah kompres air hangat beberapa kali dalam sehari setiap 10 menit lamanya.

Tidak perlu bingung air dingin atau air hangat dahulu sebagai pertolongan pertama, jawabannya adalah berikan air dingin dahulu, 2 hari kemudian dapat di kompres dengan air hangat. Pasalnya kompres air hangat di hari pertama dapat menyebabkan perdarahan dan pembengkakan.

Kapan harus ke dokter?

Sebenarnya, munculnya bekas ciuman atau cupang tidak menimbulkan kondisi kesehatan yang serius. Namun, segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit apabila Anda mengalami tanda-tanda atau gejala sebagai berikut:

  • Tanda cupang tak kunjung menghilang setelah dua minggu
  • Tanda cupang menimbulkan rasa nyeri yang teramat sangat
  • Ada tanda memar di area tubuh lainnya, tetapi tidak jelas penyebabnya
  • Ada benjolan di area kulit yang memar

Pasalnya, hal tersebut bisa saja menandakan kondisi medis tertentu, seperti penyakit kelainan darah atau gangguan pembekuan darah. Dokter akan membantu Anda dalam menentukan pengobatan yang tepat sesuai tingkat keparahan bekas cupang yang Anda alami.

Selain itu, ingatlah untuk senantiasa berhati-hati sebelum menggunakan bahan-bahan alami apapun pada kulit Anda.

Jika muncul ruam, kemerahan, pembengkakan, atau iritasi akibat penggunaan bahan alami untuk menghilangkan bekas ciuman, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-hickies-fast
Diakses pada 13 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-a-hickey
Diakses pada 13 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-long-do-hickeys-last
Diakses pada 13 November 2019

Web Md. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hickey-what-you-need-to-know#1
Diakses pada 13 November 2019

E Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/bruises/article_em.htm#what_are_bruises
Diakses pada 13 November 2019

54 Health. https://54health.com/how-to-get-rid-of-hickey-fast/
Diakses pada 13 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed