Tujuan Puasa Sebelum Operasi dan Berbagai Batasannya

0,0
25 May 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Puasa sebelum operasi dapat mencegah berbagai masalah terkait pencernaanPuasa perlu dilakukan sebelum menjalani operasi tertentu
Operasi merupakan prosedur medis yang memerlukan persiapan khusus. Tergantung pada jenis pembedahan dan anestesi yang diperlukan, Anda biasanya diharuskan untuk puasa sebelum operasi. Namun, beberapa jenis pembedahan mungkin tetap mengizinkan Anda untuk makan dan minum sebelumnya.Dokter atau petugas medis biasanya akan memberitahu terlebih dahulu jika Anda harus puasa sebelum operasi atau tidak. Mereka juga akan menginformasikan makanan atau cairan apa saja yang boleh dikonsumsi, kapan harus berhenti makan dan minum, serta berapa lama harus berpuasa.

Tujuan puasa sebelum operasi

Ada sejumlah alasan kenapa sebelum operasi harus puasa. Alasan ini umumnya berkaitan dengan penggunaan obat bius atau anestesi saat menjalankan prosedur operasi.

1. Puasa sebelum operasi diharuskan saat menggunakan anestesi umum

Tindakan operasi yang memerlukan bius total atau anestesi umum mengharuskan Anda menjalani puasa sebelum operasi. Bius total akan membuat Anda tidak sadarkan diri saat menjalani operasi.Dalam kondisi ini, Anda tidak akan merasakan apa pun dan tidak menyadari apa yang terjadi selama operasi berlangsung. Sebelum menjalani operasi dengan anestesi umum, petugas medis akan meminta Anda untuk puasa sebelum operasi.Secara umum, ada dua tujuan puasa sebelum operasi:
  • Mencegah pasien merasa mual
  • Mencegah makanan atau minuman memasuki paru-paru.
Penggunaan anestesi umum akan menghentikan refleks tubuh Anda secara sementara, termasuk organ pencernaan. Jika perut terisi makanan dan minuman saat operasi, Anda berisiko mengalami muntah atau mengeluarkan makanan ke tenggorokan.Jika masalah ini sampai terjadi, dikhawatirkan makanan dapat masuk ke saluran pernapasan dan paru-paru. Kondisi yang disebut dengan pneumonia aspirasi ini dapat memengaruhi pernapasan Anda, bahkan berisiko menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Itulah kenapa sebelum operasi harus puasa terlebih dahulu.

2. Anestesi lokal umumnya tidak memerlukan puasa sebelum operasi

Anestesi lokal dapat membuat area yang akan dioperasi mengalami mati rasa sehingga tidak merasakan sakit. Meskipun demikian, Anda akan tetap sadar dan bagian tubuh lainnya masih dapat berfungsi dengan normal, termasuk sistem pencernaan.Oleh karena itu, operasi dengan anestesi lokal umumnya tidak memerlukan puasa sebelum operasi. Kecuali, jika Anda akan menjalani prosedur pembedahan yang melibatkan sistem pencernaan atau kandung kemih, maka puasa sebelum operasi tetap harus dilakukan.

Batasan-batasan puasa sebelum operasi

Konsultasi dokter
Anda perlu menjelaskan kondisi medis secara rinci sebelum operasi
Petugas medis akan menginformasikan beberapa hal penting terkait puasa sebelum operasi. Misalnya, mengenai berapa jam puasa sebelum operasi dan apa saja larangan-larangannya. Secara umum, berikut adalah sejumlah batasan puasa sebelum operasi.

1. Durasi puasa

Dilansir dari UCLA HEALTH, berikut panduan umum puasa sebelum operasi berdasarkan usia.
  • Remaja dan orang dewasa yang berusia 12 tahun ke atas dapat mengonsumsi makanan padat dan produk susu hingga 8 jam sebelum jadwal operasi, serta minum air putih hingga 2 jam sebelum waktu kedatangan di rumah sakit yang dijadwalkan.
  • Anak-anak usia 3-12 tahun dapat mengonsumsi makanan padat dan produk olahan susu hingga 8 jam, serta minum air putih hingga 2 jam sebelum jadwal operasi
  • Balita 6 bulan sampai 3 tahun dapat mengonsumsi makanan padat hingga 8 jam, minum susu hingga 6 jam, dan minum cairan bening hingga 2 jam sebelum operasi.
  • Bayi di bawah 6 bulan dapat diberikan ASI hingga 4 jam sebelum operasi. Setelah itu, hanya cairan bening yang bisa diberikan hingga 2 jam menjelang operasi.
Durasi puasa yang disarankan oleh petugas medis mungkin bisa berbeda. Sebab, hal ini disesuaikan dengan kondisi pasien dan jenis operasi yang akan dilakukan. Maka, berapa jam puasa sebelum operasi yang harus Anda jalani bisa saja berbeda dari panduan di atas.

2. Menghindari minuman yang dapat menyebabkan mual

Anda dapat diminta untuk menghindari jenis cairan tertentu sebelum operasi, misalnya susu, teh, atau kopi yang ditambahkan dengan susu. Minuman beralkohol juga harus dihindari.Pantangan ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan Anda muntah setelah mengonsumsi minuman tersebut. Meskipun demikian, cairan bening seperti air biasanya direkomendasikan hingga waktu tertentu.

3. Menceritakan kondisi medis Anda secara terbuka

Sebelum menjalani tindakan operasi, sebaiknya ceritakan kondisi medis Anda secara terbuka pada petugas medis. Misalnya, jika Anda memiliki kondisi diabetes yang mengharuskan untuk tetap makan dan minum secara teratur.Selain itu, Anda dilarang mengunyah permen karet apa pun jenisnya. Semuanya harus dihindari selama puasa sebelum operasi, termasuk permen karet nikotin.Anda juga harus memberi tahu petugas medis jika sedang mengonsumsi obat secara rutin. Mereka akan memberikan petunjuk mengenai puasa sebelum operasi yang sesuai dengan kondisi Anda.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
operasitips puasa
National Health Service United Kingdom. https://www.nhs.uk/common-health-questions/operations-tests-and-procedures/can-i-eat-or-drink-before-an-operation/
Diakses 12 Mei 2021
UCLA Health. https://www.uclahealth.org/anes/fasting-guidelines
Diakses 12 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait