Memahami Tugas Apoteker dan Skill yang Harus Dimiliki

(0)
05 Sep 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tugas apoteker selain meracik obat adalah memastikan keamanan obat untuk dikonsumsi.Salah satu tugas apoteker adalah menjamin obat belum kedaluwarsa.
Ketika mendengar kata apoteker, yang terlintas di benak Anda mungkin seseorang yang pandai meracik obat dan bisa memberi tahu jenis obat untuk menyembuhkan penyakit Anda. Padahal, tugas apoteker cukup kompleks dan membutuhkan kompetensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.Di Indonesia, profesi apoteker sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor: PER/ 07 /M.PAN/ 4 /2008. Peraturan ini menyebutkan bahwa apoteker bertugas menyiapkan dan mengelola perbekalan farmasi, baik itu di klinik maupun pelayanan farmasi khusus.Apoteker juga tidak hanya ahli dalam mengetahui jenis dan fungsi obat-obatan medis, melainkan juga obat tradisional dan kosmetik. Meskipun demikian, apoteker tidak boleh meresepkan obat untuk penyakit tertentu, karena itu masuk dalam ranah seorang dokter.

Apa saja tugas apoteker dan kewenangannya dalam pemberian obat?

Salah satu tugas apoteker adalah memeriksa kualitas obat.
Apoteker adalah profesi tak terpisahkan dari sebuah pusat kesehatan yang menyeluruh. Tugas apoteker tak kalah pentingnya dibanding dokter, perawat, maupun tenaga medis lainnya.Sebab, apoteker memiliki kompetensi untuk mengetahui kualitas obat, dari segi kegunaan maupun kandungan di dalamnya. Sebagai bagian dari tenaga medis di klinik atau rumah sakit, tugas apoteker yang utama adalah:
  • Memastikan kualitas obat yang diberikan pada pasien, termasuk menjamin obat tersebut belum kedaluwarsa dan sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
  • Memastikan dosis obat yang diberikan sudah sesuai ambang batas yang diperbolehkan
  • Memastikan pasien mendapatkan obat yang sesuai dengan keluhan
  • Memberi penjelasan kepada pasien tentang obat, termasuk dosis, cara mengonsumsinya, dan efek samping yang mungkin timbul
  • Menjawab pertanyaan pasien tentang obat yang diresepkan
Meski para apoteker merupakan pihak yang paling mengerti tentang obat-obatan, mereka tidak boleh mengubah resep dokter begitu saja.Bila obat dalam resep tidak tersedia, apoteker bisa menggantinya dengan merek lain yang memiliki komponen aktif serupa. Penggantian ini pun harus dengan persetujuan dokter atau pasien.Bila dokter atau pasien tetap ingin mendapatkan obat yang tidak tesedia di apotek, apoteker bertugas menulis catatan agar pasien dapat menebusnya di apotek lain.Catatan atau copy atau salinan resep juga bisa diberikan oleh apoteker bila pasien belum mampu menebus obat tersebut saat itu. Jadi, obat dapat ditebus di kemudian hari tanpa mengubah rekomendasi dari dokter.Selain itu, tugas apoteker lainnya yang tak kalah penting adalah:
  • Memberi rekomendasi pada pasien untuk melakukan atau menghindari hal-hal tertentu selama mengonsumsi obat yang diresepkan dokter, misalnya tidak merokok maupun mengonsumsi alkohol, mengontrol tekanan darah maupun kadar kolesterol dalam tubuh
  • Mengawasi alur keluar-masuk obat demi memastikan pasokan obat tetap aman
  • Memastikan obat diberikan kepada pasien dalam kondisi layak, misalnya dikemas dan disegel dengan baik, terutama untuk obat racikan
  • Memberi masukan kepada dokter atau tenaga medis tentang obat yang aman digunakan serta tersedia di apotek
Di beberapa klinik atau rumah sakit, para apoteker juga berkoordinasi dengan asisten maupun teknisi farmasi. Mereka bertanggung jawab untuk membeli, menguji kualitas, hingga membuang obat yang dinilai tidak layak diberikan kepada pasien.

Keahlian yang harus dimiliki apoteker

Apoteker harus bisa menjelaskan tentang efek samping obat.
Calon apoteker harus menjalani serangkaian pendidikan dan melakukan sumpah jabatan apoteker. Anda juga wajib memiliki surat izin praktik apoteker (SIPA) sebelum dapat melaksanakan praktik kefarmasian pada fasilitas pelayanan kefarmasian.Agar bisa menjalankan profesinya kelak dengan baik, calon apoteker harus menjalani serangkaian pendidikan dan pelatihan khusus. Berdasarkan Peraturan Menteri, berikut ini rangkaian pendidikan dan pelatihan untuk menjadi apoteker:
  • Pendidikan sekolah hingga memperoleh ijazah atau gelar
  • Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang kefarmasian hingga memiliki Surat Tanda Tamat
  • Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat
  • Pendidikan dan pelatihan (Diklat) prajabatan untuk mendapatkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat
Melalui berbagai pendidikan dan pelatihan ini, apoteker diharapkan memiliki skill atau keahlian dalam:
  • Menentukan obat bagi pasien dengan keluhan tertentu secara akurat
  • Memahami dan menerapkan kefarmasian sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia
  • Berkomunikasi dengan baik, terutama agar bisa menjelaskan fungsi, dosis, maupun efek samping obat tertentu kepada pasien menggunakan istilah yang mudah dimengerti
  • Mendengarkan keluhan serta menjawab apapun pertanyaan pasien tentang obat-obatan yang digunakan
  • Bertanggung jawab terhadap profesi yang dipilihnya
  • Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat
Seorang apoteker juga diharapkan bisa bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk asisten atau teknisi farmasi. Dengan demikian, tugas apoteker bisa lebih mudah dan efisien dalam melayani pasien.
tips kesehatanmenjaga kesehatanminum obatobat bebas terbatas
Kementerian Kesehatan RI. http://simpadupakfarmasi.kemkes.go.id/file/1488308586Jabatan%20Fungsional%20Apoteker%20&%20Angka%20Kreditnya.pdf
Diakses pada 22 Agustus 2020
BPOM. http://jdih.pom.go.id/showpdf.php?u=IYQVVlv8zUn87HaXooZ4yeah%2BOwlQ830UTW%2F9i7%2FVKI%3D
Diakses pada 22 Agustus 2020
Permenkes Nomor 9 Tahun 2017. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/111973/permenkes-no-9-tahun-2017
Diakses pada 22 Agustus 2020
Pharmacy Regulation. https://www.pharmacyregulation.org/raising-concerns/raising-concerns-about-pharmacy-professional/what-expect-your-pharmacy/what-does-0
Diakses pada 22 Agustus 2020
NHS. https://www.healthcareers.nhs.uk/explore-roles/pharmacy/roles-pharmacy/pharmacist
Diakses pada 22 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait