Trust Issue atau Krisis Kepercayaan, Ini Tanda-Tanda dan Cara Mengatasinya


Krisis kepercayaan terjadi ketika Anda sulit atau sama sekali tidak percaya terhadap orang lain. Kondisi ini bisa diatasi dengan terapi perilaku kognitif atau terapi kelompok.

(0)
Krisis kepercayaan menyebabkan penderitanya sulit percaya kepada orang lainKrisis kepercayaan membuat penderitanya kesulitan percaya dengan pasangan
Kebohongan yang diterima seseorang secara terus-menerus dapat memicu krisis kepercayaan atau trust issue. Ketika sering menjadi korban kebohongan, rasa percaya Anda terhadap orang lain tentunya akan semakin menghilang seiring berjalannya waktu. Hilangnya kepercayaan tidak hanya berimbas pada pelaku kebohongan saja, melainkan juga orang lain di sekitar.

Apa itu krisis kepercayaan?

Krisis kepercayaan adalah kondisi yang terjadi saat Anda sulit percaya atau bahkan kehilangan kepercayaan secara penuh terhadap orang lain. Kemunculan trust issue umumnya disebabkan oleh pengalaman pernah disakiti atau dikhianati teman, pasangan, maupun anggota keluarga.Selain itu, kondisi ini juga dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti:
  • Depresi
  • Skizofrenia
  • Gangguan kecemasan
  • Gangguan stres pasca trauma (PTSD)
  • Gangguan penyesuaian (adjustment disorder)

Tanda-tanda mengalami krisis kepercayaan

Ada sejumlah perilaku yang menjadi pertanda seseorang mengalami krisis kepercayaan. Meski begitu, perilaku yang ditunjukkan oleh masing-masing penderitanya dapat berbeda satu sama lain.Tanda-tanda seseorang mengalami krisis kepercayaan adalah sebagai berikut:

1. Tidak percaya dengan perkataan orang lain

Orang yang mempunyai trust issue tidak akan mudah percaya dengan perkataan orang lain. Krisis kepercayaan akan membuat orang-orang dengan kondisi ini memiliki kecenderungan untuk menelusuri fakta dari hal-hak yang dikatakan oleh orang lain. Walau orang tersebut tidak berbohong, mereka baru akan percaya setelah memastikannya sendiri.

2. Selalu berpikiran buruk terhadap orang lain

Trust issue membuat orang dengan kondisi ini selalu berpikiran buruk terhadap orang lain. Contohnya, krisis kepercayaan membuat Anda memiliki pikiran bahwa pasangan selingkuh, padahal faktanya tidak. Pasangan Anda bahkan tidak punya niat untuk berselingkuh, namun pikiran tersebut terus saja menghantui di kepala.

3. Pencemburu dalam hubungan

Dalam hubungan, krisis kepercayaan membuat Anda menjadi orang yang pencemburu. Rasa cemburu ini muncul dari kekhawatiran dan kecurigaan Anda yang tidak masuk akal mengenai kesetiaan pasangan. Kecemburuan tersebut kemudian akan membuat Anda berperilaku tidak rasional, contohnya memeriksa isi ponsel pasangan secara diam-diam.

4. Menjaga jarak dengan orang lain

Seseorang dengan trust issue biasanya tidak ingin terlalu dekat dengan orang lain. Selain itu, kondisi ini juga membuat mereka kesulitan untuk bersikap terbuka, termasuk dengan orang-orang dekatnya seperti pasangan, sahabat, atau keluarga.

5. Terlalu protektif terhadap pasangan

Masalah kepercayaan seringkali menyebabkan Anda bersikap terlalu protektif, baik terhadap diri sendiri atau pasangan. Sikap over-protective muncul karena Anda selalu membayangkan skenario terburuk dalam sebuah hubungan. Selain itu, muncul juga pikiran bahwa orang lain berusaha untuk menipu Anda.

Bagaimana cara mengatasi krisis kepercayaan?

Beberapa cara bisa dilakukan untuk mengatasi trust issue. Cara pertama untuk mengatasi krisis kepercayaan adalah dengan mengikuti terapi perilaku kognitif (CBT). Pada terapi ini, Anda akan diajak untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pemicunya.Seusai mengetahui akar permasalahannya, Anda akan diajak mengubah pola pikir negatif yang menjadi penyebab trust issue menjadi lebih realistis. Kemudian, terapis akan membantu untuk kembali mempunyai kepercayaan dalam hubungan, kehidupan, dan diri Anda.Empat faktor yang membantu meningkatkan kepercayaan dalam hubungan, meliputi:
  • Kejujuran
  • Tidak bersikap defensif
  • Komunikasi secara langsung
  • Saling memahami satu sama lain
Selain CBT, Anda juga dapat mengikuti terapi kelompok dengan orang-orang yang mempunyai kondisi serupa. Dalam terapi tersebut, Anda bisa berbagi mengenai masalah kepercayaan yang ada dalam pikiran dan belajar kembali memercayai orang lain melalui mereka. 

Catatan dari SehatQ

Krisis kepercayaan adalah kondisi yang terjadi saat Anda sulit atau bahkan sama sekali tidak percaya terhadap orang lain, termasuk orang-orang terdekat seperti pasangan, sahabat, dan anggota keluarga. Kondisi ini umumnya dipicu oleh pengalaman buruk disakiti atau dikhianati oleh orang lain.Cara mengembalikan kepercayaan dalam diri Anda yang sudah hilang bisa dengan mengikuti terapi perilaku kognitif (CBT). Selain itu, terapi kelompok juga dapat membantu membangun rasa percaya Anda terhadap orang lain.Jika Anda merasakan tanda-tanda trust issue, segeralah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai krisis kepercayaan dan cara mengatasinya, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
depresitraumamenjalin hubungan
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/emotional-health/learning-how-overcome-trust-issues/
Diakses pada 30 April 2021
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/signs-trust-issues
Diakses pada 30 April 2021
Mind Body Green. https://www.mindbodygreen.com/articles/signs-of-trust-issues
Diakses pada 30 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait