Mengenal Penyebab dan Gejala Trombositopenia yang Perlu Diketahui

(0)
01 Jul 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Memar adalah gejala trombositopeniaSaat jumlah trombosit berada di bawah nilai normal, gejala yang muncul adalah memar secara berlebihan
Ketika pembuluh darah terluka atau rusak, trombosit akan membentuk gumpalan untuk menghentikan pendarahan. Sayangnya, jika Anda tak memiliki cukup trombosit, maka darah menjadi sulit membeku. Kondisi ini disebut dengan trombositopenia. Trombositopenia adalah suatu kondisi di mana jumlah keping darah (trombosit) berada di bawah nilai normal. Adapun jumlah normal trombosit dalam darah, yaitu sebesar 150.000-450.0000 sel per mikroliter darah. Kekurangan trombosit bisa membuat Anda merasakan gejala-gejala tertentu.

Penyebab trombositopenia

Bergantung pada penyebabnya, trombositopenia bisa berkisar ringan hingga berat. Sebagian orang mungkin mengalami pendarahan hebat dan berakibat fatal jika tidak diobati. Sementara, sebagian lain mungkin tak merasakan gejala apa pun. Adapun berbagai kemungkinan penyebab trombositopenia, di antaranya:

1. Rendahnya trombosit yang diproduksi

Sumsum tulang menjadi tempat semua komponen darah, termasuk trombosit diproduksi. Jika sumsum tulang tak menghasilkan trombosit yang cukup, maka darah akan memiliki jumlah trombosit yang rendah. Berikut penyebab produksi trombosit yang rendah:
  • Anemia aplastik
  • Kekurangan zat besi
  • Kekurangan folat
  • Kekurangan vitamin B-12
  • Infeksi virus, seperti HIV, cacar air, dan Epstein-Barr
  • Paparan kemoterapi, radiasi, atau bahan kimia beracun
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol
  • Leukemia
  • Myelodysplasia
  • Sirosis

2. Banyaknya trombosit yang dihancurkan

Dalam tubuh yang sehat, setiap trombosit hidup sekitar 10 hari. Kekurangan trombosit juga dapat terjadi akibat banyaknya trombosit yang dihancurkan. Hal ini bisa disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu, seperti diuretik dan obat anti-kejang. Selain itu, dapat pula dipicu oleh:
  • Hipersplenisme atau pembesaran limpa
  • Gangguan autoimun
  • Kehamilan
  • Purpura trombositopenia idiopatik
  • Purpura trombositopenia trombotik
  • Infeksi bakteri dalam darah
  • Koagulasi intravaskular diseminata
  • Sindrom hemolitik uremik

Gejala trombositopenia

Kasus-kasus trombositopenia ringan, seperti jumlah trombosit rendah yang disebabkan oleh kehamilan, biasanya tak menimbulkan gejala apa pun. Akan tetapi, kasus yang lebih parah bisa menunjukkan gejala-gejala tertentu. Berikut gejala trombositopenia yang mungkin terjadi:
  • Mudah memar atau memar secara berlebihan
  • Perdarahan superfisial pada kulit yang ditandai dengan bintik-bintik ungu kemerahan, biasanya terdapat pada kaki bagian bawah
  • Luka mengalami pendarahan berkepanjangan
  • Pendarahan dari gusi atau hidung
  • Terdapat darah dalam urine atau feses
  • Pendarahan menstruasi yang berat
  • Kelelahan
Kondisi ini jarang menyebabkan pendarahan di otak yang bisa mengancam jiwa. Akan tetapi, jika Anda memiliki jumlah trombosit yang rendah dan merasakan gejala trombositopenia, sebaiknya segera periksakan diri Anda pada dokter.

Cara mengatasi trombositopenia

Jika jumlah trombosit tak terlalu rendah, Anda mungkin tak memerlukan perawatan khusus. Terkadang jumlah trombosit pun akan naik saat Anda menghindari penyebab masalahnya. Misal, apabila obat tertentu menyebabkan trombositopenia, maka sebaiknya Anda berhenti mengonsumsi obat tersebut setelah berkonsultasi pada dokter. Sementara bagi trombositopenia berat, dokter mungkin akan memberi pengobatan berikut:
  • Obat steroid untuk menjaga tubuh menghancurkan trombosit jika masalahnya terkait dengan sistem kekebalan tubuh
  • Intravena imunoglobulin (IVIG) jika Anda tak dapat menggunakan steroid atau membutuhkan jumlah trombosit yang lebih tinggi dengan cepat
  • Transfusi darah atau trombosit dari orang yang sehat
  • Operasi pengangkatan limpa
Jika kondisi terus berlanjut, dokter juga mungkin akan meresepkan obat-obatan seperti eltrombopag, fostanatimib, dan romiplostim. Sementara, untukm mencegah terjadinya pendarahan saat jumlah trombosit rendah dapat dilakukan dengan cara:
  • Jangan mengonsumsi obat yang dapat memengaruhi kerja trombosit, seperti ibuprofen dan aspirin
  • Batasi jumlah alkohol yang Anda minum karena dapat memperburuk pendarahan
  • Jangan melakukan olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti tinju atau sepakbola
  • Gunakan sikat gigi lembut untuk melindungi gusi agar tidak berdarah
Ketika jumlah trombosit terlalu rendah, cedera ringan saja bisa menyebabkan pendarahan sehingga penting bagi Anda untuk memastikan keselamatan diri. Jangan sampai cedera atau luka sedikit menyebabkan Anda mengalami pendarahan yang hebat.
trombosittrombositopeniasel darah merah
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thrombocytopenia/symptoms-causes/syc-20378293
Diakses pada 17 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/thrombocytopenia#treatment
Diakses pada 17 Juni 2020
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/thrombocytopenia-causes-treatment#2-6
Diakses pada 17 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait