Triskaidekaphobia, Phobia pada Angka 13


Triskaidekaphobia adalah rasa takut luar biasa terhadap angka 13. Sebenarnya fobia ini tidak termasuk jenis ketakutan spesifik. Sebagian besar orang yang mengalami phobia ini hanya merasakan ketakutan ketika berada di situasi tertentu.

(0)
21 Apr 2021|Azelia Trifiana
Angka 13 dianggap membawa sialAngka 13 dianggap membawa sial
Triskaidekaphobia adalah rasa takut luar biasa terhadap angka 13. Berbeda dengan jenis fobia spesifik seperti takut badut bahkan takut terhadap awan, fobia ini tidak termasuk ke dalamnya. Sebagian besar orang yang mengalami phobia ini hanya merasakan ketakutan ketika berada di situasi tertentu.Terlebih, angka 13 bukan merupakan objek atau situasi yang dihadapi secara nyata. Jadi, kerap kali phobia ini tidak menimbulkan intervensi berlebihan pada hidup seseorang.

Takhayul atau memang ada?

Terlepas dari klasifikasinya sebagai fobia spesifik atau bukan, ketakutan terhadap angka 13 ini bukanlah hal baru. Umumnya, ini berkaitan dengan cerita Kristiani tentang Perjamuan Malam Terakhir atau The Last Supper.Dalam cerita itu, terdapat 13 orang yang hadir, Yesus dan 12 Muridnya. Ada anggapan bahwa Yudas merupakan sosok ke-13 yang bergabung ke meja. Ini bisa jadi asal mula takhayul bahwa ketika ada 13 orang makan bersama, salah satu akan meninggal di tahun yang sama.Meski demikian, angka 13 juga ditampilkan secara positif di Alkitab seperti dalam buku Keluaran yang membahas tentang atribut Tuhan. Artinya, ini membantah korelasi antara angka 13 dengan nasib buruk.Selain itu, sedikit mundur ada juga kemungkinan phobia ini telah muncul di mitologi Viking. Cerita yang berkaitan dengan hal ini adalah Loki yang dianggap sebagai dewa ke-13 hingga berlanjut menjadi prahara balas dendamnya dengan saudara tersembunyinya, Baldr.Referensi paling tua terkait dengan triskaidekaphobia ada pada hukum Babilonia pada 1760 BC. Semua daftar hukumnya diberi nomor, namun angka 13, 66, dan 99 dilarang.Oleh sebab itu, sangat mungkin bahwa ketakutan terhadap angka 13 ini populer dialami orang-orang di masa lampau.

Bagaimana dengan era modern?

Di masa kini, triskaidekaphobia juga menjadi hal umum di budaya manapun penjuru dunia. Lihat bagaimana hotel dan apartemen biasanya tidak memiliki lantai 13. Banyak pula penerbangan yang menghilangkan baris ke-13.Bahkan, ada beberapa kota yang melewatkan nama jalan 13th Street. Belum lagi bagaimana populernya film Friday the 13th yang menggambarkannya sebagai hari paling sial. Secara spesifik, ketakutan terhadap hari Jumat ini disebut dengan paraskevidekatriaphobia.Jadi, terlepas dari apakah triskaidekaphobia ini berkaitan dengan budaya masa lampau, modern, atau benar-benar phobia, tidak jelas betul asal mula munculnya ketakutan akan angka 13 ini.

Mengenal arithmophobia

Selain ketakutan terhadap angka 13, phobia yang termasuk kategori spesifik adalah arithmophobia. Ini adalah rasa takut terhadap segala angka yang membuat seseorang kesulitan merampungkan tugas atau belajar soal matematika.Bukan hanya menghambat di bidang akademis, fobia ini juga berpengaruh pada konteks formal. Bahkan, orang dengan arithmophobia bisa saja kesulitan melakukan kalkulasi sederhana.Lebih jauh lagi, selain ketakutan terhadap angka 13, ada juga fobia terhadap angka berikut:
  • Angka 666

Dianggap sebagai angka setan, 666 juga dianggap sebagai angka yang ditakuti di budaya Barat. Bahkan, presiden ke-40 Amerika Serikat Ronald Reagan mengganti nomor rumahnya di Bel-Air, Los Angeles atas pertimbangan ini. Rumahnya yang semula memiliki nomor 666 diubah menjadi 668.
  • Angka 4

Di negara-negara Asia seperti China, Vietnam, dan Jepang, angka 4 sangatlah dihindari. Alasannya karena ketika diucapkan dalam bahasa lokal, angka 4 memiliki bunyi yang sama dengan kata “kematian”.Sama seperti hotel atau apartemen yang menghilangkan lantai 13 di negara-negara Barat, lantai 4 juga jarang ditemui di negara-negara Asia. Tak berhenti di situ, perusahaan-perusahaan digital seperti Canon dan Samsung bahkan tidak lagi mengeluarkan produk dengan nomor seri 4.

Adakah konsekuensinya?

Meskipun jarang terjadi dibandingkan dengan phobia ketinggian, tetap saja ada konsekuensi dari arithmophobia. Dalam studi tahun 2001 yang dipublikasikan di British Medical Journal, diketahui bahwa warga keturunan Asia-Amerika di California 27% lebih rentan meninggal akibat serangan jantung pada hari keempat dalam satu bulan.Hipotesisnya adalah stres psikologis ketika menjalani hari yang dianggap sial atau tanggal 4 bisa berpengaruh terhadap kemungkinan mengalami serangan jantung. Meski takhayul pun, dampaknya bisa terjadi cukup nyata.

Ketika ketakutan terhadap angka ini sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya cari bantuan dari ahlinya. Ada banyak langkah penanganannya yang terbilang efektif mulai dari terapi bicara hingga konsumsi obat anti-kecemasan untuk meredakan gejala yang muncul.Untuk berdiskusi lebih lanjut bagaimana membedakan ciri-ciri ketakutan luar biasa terhadap angka atau takhayul belaka, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalhidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/triskaidekaphobia-2671880
Diakses pada 5 April 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-the-fear-of-numbers-2671893
Diakses pada 5 April 2021
British Medical Journal. https://pages.ucsd.edu/~dphillip/baskerville.html
Diakses pada 5 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait