Trikomonasis Akibat Keputihan, Pernahkah Anda Mendengarnya?

Risiko penularan penyakit menular seksual lain seperti HIV, akan meningkat, dengan adanya penularan trikomoniasis.
Trikomoniasis meningkatkan risiko penyakit menular seksual lainnya, seperti HIV.

Trikomoniasis, adalah suatu penyakit akibat infeksi parasit jenis protozoa yang bernama Trichomonas vaginalis. Penyakit ini dapat menyerang semua orang, tapi lebih sering ditemukan pada wanita.

Sebagai salah satu bagian dari penyakit menular seksual, trikomoniasis ini akan meningkatkan risiko penyakit menular seksual lain, seperti HIV. 

[[artikel-terkait]]

Penularan trikomoniasis pada wanita dan pria

Berdasarkan penelitian, jumlah penderita yang mengalami trikomoniasis lebih banyak dibandingkan jumlah gabungan dari penderita penyakit klamidia, gonore, dan sifilis.

Pada wanita, parasit ini menginfeksi saluran kemih bagian bawah (bibir vagina, liang vagina, mulut rahim, dan uretera). Sementara itu pada pria, parasit ini lebih sering menginfeksi uretra. Oleh karena itu, parasit Trichomonas vaginalis dapat dengan mudah ditularkan oleh orang yang terinfeksi, ke individu tanpa infeksi, pada saat berhubungan seksual

Risiko penularan akan semakin meningkat pada individu yang berganti-ganti pasangan seksual, memiliki riwayat penyakit menular seksual lainnya, dan melakukan hubungan seksual tanpa kondom.

Keputihan ternyata bisa menandakan trikomoniasis

Sebanyak 70% dari keseluruhan penderita trikomoniasis tidak merasakan gejala atau keluhan yang spesifik. Hal ini membuat individu yang terinfeksi, tidak sadar telah menularkan penyakit ini kepada pasangan seksualnya.

Namun, apabila infeksi parasit ini menimbulkan gejala, dapat muncul keluhan yang bervariasi, mulai dari iritasi ringan, hingga proses peradangan yang berat. Keluhan ini dirasakan 5-28 hari setelah infeksi terjadi.

Berikut ini gejala yang dapat dirasakan oleh wanita dengan infeksi trikomoniasis.

  • Gatal, sensasi terbakar, dan kemerahan serta nyeri pada daerah kemaluan
  • Rasa tidak nyaman saat berkemih
  • Keputihan yang berbau amis hingga busuk, dengan perubahan warna menadi putih-keabuan atau kuning-kehijauan

Trikomoniasis dan infeksi menular seksual lainnya

Penderita trikomoniasis akan lebih mudah menularkan atau tertular infeksi menular seksual lainnya, seperti vaginosis bakteri, kandidiasis, HIV, herpes genitalis, klamidia, gonore, dan sifilis.

Pada ibu hamil, trikomoniasis dapat menyebabkan kelahiran prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, serta penularan parasit trikomoniasis kepada bayi yang baru dilahirkan.

Hubungan seksual seperti ini bisa cegah trikomoniasis

Sama seperti penyakit menular seksual lainnya, trikomoniasis dapat dicegah bila Anda tidak melakukan hubungan (abstinensia) seksual baik secara oral, vaginal, dan anal.

Namun, apabila Anda aktif secara seksual, beberapa hal berikut dapat dilakukan untuk mencegah penularan trikomoniasis dan penyakit menular seksual lainnya.

  • Melakukan hubungan seksual dengan satu pasangan (monogami). Akan lebih baik apabila Anda dan pasangan menjalani skrining penyakit menular seksual dan dinyatakan negatif.
  • Menggunakan kondom berbahan lateks setiap berhubungan seksual. Hal ini mungkin dapat mencegah terjadinya trikomoniasis dan penyakit menular seksual lain. Namun perlu, diingat, parasit dapat menginfeksi area yang tidak tertutup oleh kondom.

Jika Anda atau pasangan merasakan beberapa gejala trikomoniasis seperti keputihan berbau atau rasa nyeri pada kemaluan, segeralah berkonsultasi ke dokter, untuk menjalani pemeriksaan dan skrining penyakit menular seksual lainnya.

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/std/trichomonas/stdfact-trichomoniasis.htm
Diakses pada 17 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trichomoniasis/symptoms-causes/syc-20378609
Diakses pada 17 Mei 2019

Kissinger P. Trichomonas vaginalis: a review of epidemiologic, clinical and treatment issues. BMC Infect Dis. 2015;15:307.

Artikel Terkait

Banner Telemed