Trauma Psikologis Bisa Lumpuhkan Kehidupan, Ini Cara Menyembuhkannya

Trauma psikologis bisa dipicu oleh stres berkepanjangan atau satu kejadian mendadak, seperti kecelakaan
Trauma psikologis bisa menghambat kehidupan sehari-hari

Banyak orang yang melempar kata trauma dengan begitu enteng, seolah bisa jadi kata ganti dari rasa takut. Padahal, trauma psikologis lebih dalam dari sekedar rasa takut. Perasaan ini bisa muncul saat sense of security atau perasaan aman dalam melakukan sesuatu, hilang. Membuat orang tersebut merasa tidak ada lagi yang bisa menolongnya di dunia ini.

Trauma psikologis bisa membuat Anda sulit menjalani kegiatan sehari-hari. Perasaan ini akan membuat Anda berkutat dengan rasa sedih, ingatan buruk dan kecemasan yang berlarut-larut. Selain itu, memiliki suatu trauma juga bisa membuat Anda merasa kehilangan kepercayaan terhadap orang lain, termasuk kerabat terdekat.

Penyebab trauma psikologis

Penyebab trauma psikologis bisa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

1. Satu jenis peristiwa

Meski hanya terjadi satu kali, suatu peristiwa sudah bisa membuat kita trauma akan satu hal. Contoh peristiwa yang bisa memicu trauma adalah kecelakaan, sakit atau cedera parah, maupun kekerasan, terutama yang terjadi saat masih kecil.

2. Stres berkepanjangan

Ada beberapa hal yang bisa memicu stres jangka panjang, seperti tinggal di area perang atau tingkat kriminalitasnya tinggi, bullying, atau ditelantarkan saat masih kecil. Selain itu, didiagnosis penyakit yang parah juga bisa menyebabkan seseorang mengalami trauma psikologis.

3. Hal-hal yang tidak disadari

Kematian orang terdekat, putus cinta, dan menjalani operasi saat masih kecil terutama tiga tahun pertama kehidupan, bisa memicu trauma psikologis. Hal-hal ini seringkali dianggap bisa dilewati setelah beberapa waktu. Namun bagi sebagian orang, tidak semudah itu pada kenyataannya.

Tanda dan gejala Anda mengalami trauma psikologis

Untuk bisa mengetahui adanya kondisi traumatis, ada beberapa hal yang bisa dijadikan acuan. Salah satunya adalah dengan melihat tanda dan gejalanya. Tak hanya secara emosional, tanda dan gejala seseorang mengalami trauma, juga bisa terasa secara fisik sebagai berikut ini.

• Tanda dan gejala trauma secara emosional

Gejala emosi yang yang sering muncul pada orang yang mengalami trauma antara lain:

  • Denial atau tidak bisa menerima kenyataan
  • Marah
  • Sedih
  • Emosi yang meluap-luap
  • Merasa malu
  • Menganggap dirinya bersalah akan apa yang terjadi
  • Menarik diri dari pergaulan

Biasanya, emosi yang membuncah ini akan dilampiaskan ke orang-orang di sekitarnya, seperti saudara dan teman-teman. Inilah alasannya, kesulitan yang timbul akibat trauma psikologis tidak hanya dirasakan oleh satu orang, tapi juga orang-orang di sekitarnya.

Karena ketika mereka ingin membantu, orang tersebut justru mendorong mereka keluar dan lebih jauh dari lingkaran permasalahan.

• Tanda dan gejala trauma secara fisik

Secara fisik, trauma psikologis juga bisa menimbulkan beberapa gejala, seperti:

  • Pucat
  • Lemas
  • Tubuh terasa lelah
  • Sulit konsenterasi
  • Jantung berdegub kencang
  • Nyeri dan sakit di badan tanpa sebab yang jelas
  • Otot yang tegang

Gejala fisik yang timbul pada orang yang mengalami trauma tidak boleh diremehkan. Sebab, meski penyebabnya tidak jelas dan berhubungan dengan kondisi psikis, tapi mereka benar-benar kesakitan dan perlu penanganan medis.

Cara menyembuhkan trauma psikologis

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi kehidupan setelah mengalami pengalaman yang traumatis.

  • Memahami bahwa gejala trauma yang dialami adalah hal yang normal, terutama sesaat setelah peristiwa tersebut terjadi.
  • Cobalah untuk tetap menjalani kegiatan Anda sehari-hari.
  • Namun, apabila menghadapi suatu permasalahan, selesaikan dengan perlahan agar tidak menambah stres dalam pikiran.
  • Jangan menghindari situasi, orang-orang, maupun tempat yang mengingatkan Anda akan trauma tersebut.
  • Ceritakan masalah Anda kepada orang-orang terdekat dan minta bantuan mereka untuk menghadapi permasalahan yang sedang dijalani.
  • Sediakan waktu untuk berlibur.
  • Sadari bahwa Anda tidak mungkin mengontrol semua hal yang terjadi dalam kehidupan pribadi.
  • Apabila merasa butuh bantuan profesional, jangan ragu untuk mulai menghubungi.

Anda juga disarankan untuk segera mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater apabila trauma psikologis yang dialami sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, Anda juga sebaiknya menghubungi psikolog maupun psikiater apabila:

  • Tidak memiliki siapapun sebagai teman bicara
  • Perasaan tidak kunjung membaik, bahkan 6 minggu setelah peristiwa tersebut terjadi
  • Orang terdekat merasa diri Anda telah berubah dan meminta Anda untuk berobat
  • Kegiatan sehari-hari, termasuk aktivitas bekerja dan belajar misalnya, sudah terdampak trauma yang Anda rasakan
  • Anda beralih pada alkohol dan obat-obatan sebagai pelampiasan trauma

Mengalami trauma psikologis memang tidak mudah. Namun, bukan berarti hal ini tidak bisa terlewati. Semakin cepat Anda melakukan langkah-langkah untuk meredakannya, maka semakin cepat pula kehidupan akan kembali seperti biasa.

Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/ptsd-trauma/coping-with-emotional-and-psychological-trauma.htm
Diakses pada 13 Maret 2020

Psych Guides. https://www.psychguides.com/trauma/
Diakses pada 13 Maret 2020

Mental Health Foundation. https://www.mentalhealth.org.uk/publications/impact-traumatic-events-mental-health
Diakses pada 13 Maret 2020

CDC. https://www.cdc.gov/masstrauma/factsheets/public/coping.pdf
Diakses pada 13 Maret 2020

Artikel Terkait