Toxic Productivity dalam Pekerjaan Berbahaya bagi Kesehatan Mental, Kenali Tandanya


Banyak orang yang tidak sadar sedang menjalani toxic productivity saat bekerja. Tanda-tandanya adalah sering mengabaikan istirahat dan tidak peduli dengan kesehatan saat menyelesaikan pekerjaan.

0,0
16 May 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Toxic productivity membuat Anda memiliki ekspektasi yang tidak realistisMereka yang kecanduan bekerja akan menganggap istirahat adalah aktivitas yang buang-buang waktu
Toxic productivity dianut oleh masyarakat yang sangat gila kerja atau mereka yang suka meraih sebuah mimpi yang kadang tak realistis. Kebiasaan ini mengarahkan orang untuk mengerahkan segala tenaganya untuk mencapai kesuksesan. Sayangnya, tidak semua yang ada di dalam pandangan ini bisa dibenarkan.Bekerja keras karena keinginan dan kebutuhan mungkin akan membuat Anda lebih semangat. Namun, hal yang memaksa Anda untuk terus-menerus bekerja sampai tidak mementingkan hal lain yang menjadi “racun” dalam kehidupan. Jika dibiarkan, Anda malah berisiko mengalami masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

Tanda-tanda toxic productivity

Anda yang mengalami toxic productivity bisa dilihat dari tanda-tanda yang muncul. Berhentilah sejenak dari pekerjaan Anda dan coba lihat tanda-tanda yang muncul. Berikut tanda toxic productivity:

1. Bekerja hingga mengabaikan kesehatan

Bekerja mulai dari pagi hingga malam mungkin menunjukkan kegigihan Anda dalam menjalankan kewajiban. Namun, hal tersebut sudah menjadi toxic productivity saat Anda mulai mengabaikan diri sendiri dan orang lain.Kegigihan ini sering membuat Anda lupa makan, minum, dan tidur. Hal ini bukanlah sesuatu yang sepele. Terlambat makan dan kurang tidur akan berbahaya untuk kesehatan Anda jika dilakukan terus-menerus.

2. Tidak terhubung dengan orang dekat

Toxic productivity juga membuat Anda jauh dari orang-orang terdekat. Kecanduan bekerja akan membuat waktu Anda semakin sedikit untuk berinteraksi bahkan dengan orang yang tinggal satu atap sekalipun.Saat dihadapkan dengan pekerjaan, Anda mungkin harus mengutamakan tanggung jawab Anda. Saat teman dan keluarga sudah bukan pilihan lagi dalam menjalin interaksi sosial, berarti Anda sudah berada dalam kehidupan pekerjaan yang salah.

3. Punya ekspektasi yang tidak realistis

Dalam satu hari, Anda mungkin berpikir bisa menyelesaikan 5-10 pekerjan. Di satu sisi, hal tersebut bisa dilakukan dengan banyak catatan. Anda sedang ingin bekerja atau pekerjaan yang dikerjakan terhitung cukup ringan.Namun, berharap Anda bisa mengerjakan pekerjaan dalam jumlah yang sama setiap hari bisa jadi hal yang tidak masuk akal. Situasi dan kondisi diri bisa menyebabkan penurunan produktivitas harian.Kondisi inilah yang harus dipahami oleh setiap orang. Jika hal ini mulai mengganggu, mungkin Anda sudah menjalani toxic productivity.

4. Tidak bisa beristirahat

Mereka yang kecanduan bekerja akan menganggap istirahat adalah aktivitas yang buang-buang waktu. Anda mungkin akan merasa berdosa jika tidur siang selama 30 menit atau tidur sebelum tengah malam. Merasa seperti itu juga? Berarti Anda sudah mulai menjalani toxic productivity.

Akibat toxic productivity

Memiliki etos kerja yang tinggi sebenarnya baik, asal semuanya tidak berlebihan. Kecanduan bekerja ini bisa menjadi sangat berlebihan saat kita sudah menilai diri dari sebuah produktivitas. Anda baru merasa produktif saat menyelesaikan 10 pekerjaan dalam sehari.Menghabiskan waktu bersama pasangan, keluarga, atau teman menjadi dosa besar biarpun hanya dilakukan dalam hitungan jam. Pasalnya, waktu untuk bekerja menjadi berkurang.Sayangnya, “gila kerja” ini akan membuat seseorang menjadi sangat lelah dalam menjalani rutinitas. Lama-kelamaan, Anda mungkin akan merasa tidak semangat lagi dalam menjalani rutinitas harian. Apabila sudah terlalu parah, Anda mungkin akan enggan makan atau membalas pesan dari pasangan.Toxic productivity juga bisa menjauhkan Anda pada kehidupan sosial dan hobi menarik di sela-sela waktu senggang. Pada akhirnya, Anda pun tidak akan merasakan kenikmatan lagi saat melakukan hobi yang dulu sangat disukai.

Cara menghilangkan toxic productivity

Toxic productivity bisa dihilangkan dengan sebuah langkah kecil. Berikut langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan gila kerja ini:

1. Mulai mengubah kebiasaan dalam bekerja

Toxic productivity akan selalu meminta Anda melakukan hal lain setelah menyelesaikan sebuah pekerjaan. Cobalah untuk sedikit mengubah kebiasaan tersebut. Alih-alih memikirkan pekerjaan selanjutnya, cobalah mencari cara untuk melakukan hal tersebut dengan mudah dan menyenangkan. Misalnya, berikan waktu Anda untuk beristirahat atau sebuah santapan lezat setelah menyelesaikan satu tugas.

2. Buat to-do-list

To-do-list berguna untuk membuat Anda lebih teratur. Selain itu, rutin membuat segala rencana harian pun akan membuat Anda lebih paham tentang kapasitas diri. Anda akan menulis pekerjaan yang lebih prioritas untuk dikerjakan lebih dulu. Pastikan juga Anda menyelipkan beberapa aktivitas selain pekerjaan di dalam sana, seperti bermain game, menonton film, atau bermain bersama keluarga.

3. Bersikaplah profesional

Bekerjalah pada jam kerja dan lakukan hal lain di luar waktu tersebut. Buatlah batasan tersebut dalam hidup Anda supaya tidak terjebak dalam toxic productivity. Matikan notifikasi email pekerjaan di luar jam kerja untuk menghindari Anda membacanya.Tenang, Anda masih bisa berhubungan dengan rekan kerja di luar jam kantor. Namun, buatlah perjanjian topik yang dibicarakan bukanlah pekerjaan. 

4. Jangan lupa makan

Selalu ada maksud saat seluruh perusahaan memberlakukan jam makan siang untuk karyawannya. Manfaatkan waktu tersebut untuk benar-benar mengistirahatkan diri sesibuk apa pun Anda. Pastikan Anda tidak menggabungkan pekerjaan dengan menu makan siang. Jika bisa makan bersama dengan keluarga atau pasangan, lakukan untuk kembali mendekatkan diri dengan mereka.

5. Beristirahatlah

Tidur bukan hanya untuk orang lemah. Tidur juga tidak membuktikan Anda pemalas dan tidak produktif. Malahan, tidur merupakan kebutuhan tubuh setiap hari. Tubuh dan pikiran Anda butuh istirahat dari segala rutinitas harian. Kesampingkan dulu segala pekerjaan dan kehidupan saat waktu tidur tiba.

Catatan dari SehatQ

Biarpun bekerja keras itu dibutuhkan untuk mencapai sesuatu, terlalu “gila kerja” juga tidak baik untuk kesehatan Anda. Membatasi diri dalam pekerjaan dan pandai memilih skala prioritas bisa menghindarkan Anda dari toxic productivity. Selain itu, Anda tetap perlu mendapatkan tidur yang cukup setiap harinya guna menjaga kesehatan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar toxic productivity, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
lemburkelelahansindrom burnout
Study Breaks https://studybreaks.com/thoughts/toxic-productivity/
Diakses pada 4 Mei 2021
Healthty Place https://www.healthyplace.com/blogs/workandbipolarordepression/2020/8/say-no-to-toxic-productivity-to-work-well-with-bipolar
Diakses pada 4 Mei 2021
Ivan Hoe https://www.ivanhoe.com/smart-living/toxic-productivity-when-work-goes-wrong/
Diakses pada 4 Mei 2021
Huff Post https://www.huffpost.com/entry/toxic-productivity-work_l_606655e7c5b6aa24bc60a566
Diakses pada 4 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait