logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Torus Palatinus, Kondisi Benjolan Tulang di Langit Mulut, Apakah Berbahaya?

open-summary

Torus Palatinus adalah benjolan tulang di langit mulut. Penyebabnya beragam, termasuk pola makan hingga meningkatknya kepadatan tulang. Apakah berbahaya?


close-summary

23 Mar 2020

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh drg. Nina Hertiwi Putri

Jangan remehkan benjolan kecil di bagian tubuh manapun, termasuk di dalam mulut seperti torus palatinus.

Torus palatinus memang tidak menyebabkan nyeri, tapi Anda disarankan untuk tetap ke dokter.

Table of Content

  • Torus palatinus disebabkan oleh apa?
  • Gejala torus palatinus
  • Siapa yang berisiko mengidap torus palatinus?
  • Bagaimana cara mendiagnosis torus palatinus?
  • Apakah torus palatinus dapat diobati?
  • Kapan benjolan di langit-langit mulut harus ditangani dokter?
  • Catatan dari SehatQ:

Torus palatinus adalah benjolan di langit-langit mulut akibat petumbuhan tulang berlebih. Pertanyaannya, apakah torus palatinus berbahaya? Kenali lebih jauh torus palatinus, mulai dari penyebab, gejala, hingga pengobatannya di bawah ini.

Advertisement

Torus palatinus disebabkan oleh apa?

Memang, torus palatinus cenderung tidak menimbulkan rasa nyeri atau gejala fisik yang terlihat. Namun tetap saja, untuk mengetahui cara pengobatannya, tentu kita harus mengenali dulu penyebab torus palatinus ini.

Sebetulnya, para peneliti belum mengetahui secara pasti penyebab torus palatinus. Namun, mereka mencurigai faktor genetik sebagai "biang keroknya". Tidak heran kalau torus palatinus dapat diturunkan dari orangtua ke anak.

Selain itu, ada beberapa penyebab torus palatinus yang juga diklaim mengakibatkan munculnya benjolan tulang di langit mulut:

  • Pola makan

Para peneliti menemukan bahwa torus palatinus lebih sering dirasakan oleh masyarakat yang suka mengonsumsi ikan laut dalam jumlah besar, seperti mereka di Jepang, Kroasia, hingga Norwegia. Sebab, ikan laut mengandung banyak vitamin D dan lemak tak jenuh. Keduanya merupakan komponen penting yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tulang.

  • Kebiasaan menggertakkan gigi

Beberapa peneliti percaya bahwa torus palatinus disebabkan oleh kebiasaan menggertakkan gigi. Namun, tidak semua peneliti percaya bahwa kebiasaan ini bisa menyebabkan torus palatinus. Maka dari itu, riset lebih lanjut masih diperlukan.

  • Meningkatnya kepadatan tulang

Penyebab torus palatinus selanjutnya adalah peningkatan kepadatan tulang. Dalam sebuah riset, peneliti menemukan bahwa wanita yang sedang dalam fase pascamenopause dan memiliki torus palatinus, memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi.

Ketiga penyebab torus palatinus di atas masih perlu diteliti lagi. Sebab, tidak semua peneliti menyepakati penyebab-penyebab torus palatinus di atas.

Gejala torus palatinus

Sakit gigi
Torus palatinus tidak sebabkan nyeri, tapi bikin susah makan.

Gejala torus palatinus yang utama adalah munculnya benjolan tulang di langit mulut. Namun, seperti apakah karakteristiknya?

  • Terletak di tengah langit-langit mulut
  • Ukurannya beragam, mulai dari 2-6 mm
  • Bentuknya juga beragam, seperti datar, lonjong, dan hingga berbentuk seperti benjolan yang terpisah dua
  • Tumbuh sangat lambat, biasanya mulai muncul pada masa puber dan baru akan dirasakan saat dewasa

Seiring bertambahnya usia, torus palatinus juga bisa berhenti tumbuh dan dalam beberapa kasus, torus palatinus bahkan akan hilang.

Meskipun tidak berbahaya, Anda bisa berkonsultasi ke dokter apabila merasa tidak nyaman dengan keberadaan benjolan ini.

Siapa yang berisiko mengidap torus palatinus?

Menurut penelitian, torus palatinus dapat menyerang siapa saja, termasuk pria dan wanita. Namun dalam riset tersebut, wanita disebut lebih cenderung mengalami torus palatinus, sedangkan pria lebih rentan terhadap torus mandibularis (benjolan di dekat lidah).

Torus palatinus juga dapat menyerang setiap kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Meski begitui, petumbuhan torus palatinus baru akan “matang” di usia dewasa.

Bagaimana cara mendiagnosis torus palatinus?

Jika benjolan tulang torus palatinus cukup besar, maka mungkin Anda akan menyadari keberadaannya sendiri. Namun, apabila benjolannya kecil, umumnya kondisi tidak terasa dan baru akan diketahui saat pemeriksaan rutin ke dokter gigi.

Selain itu, jangan selalu menganggap tumbuhnya benjolan di tubuh Anda sebagai kanker. Walau begitu, jangan juga meremehkannya. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai segala macam benjolan yang muncul di bagian tubuh manapun.

Apakah torus palatinus dapat diobati?

Sakit gigi
Torus palatinus bisa diobati dengan operasi.

Pengobatan untuk torus palatinus biasanya tidak direkomendasikan, kecuali torus palatinus sudah mengganggu aktivitas hidup Anda.

Biasanya, operasi akan dilakukan jika torus palatinus:

  • Menyulitkan Anda memasang gigi palsu
  • Mengganggu kemampuan mengunyah makanan, minum, berbicara
  • Memimiki benjolan tulang yang sudah menggaruk bagian lidah saat Anda mengunyah.

Hati-hati, torus palatinus tidak memiliki pembuluh darah, sehingga proses penyembuhannya akan lama saat terluka.

Pembedahan akan dilakukan dengan anestesi lokal. Dokter bedah akan membuat sayatan di tengah benjolan torus palatinus dan mengambil tulang yang menyebabkan adanya benjolan.

Risiko dari operasi ini sangat rendah, tapi ada beberapa masalah yang muncul, seperti pembengkakan, perdarahan, hingga infeksi.

Proses penyembuhannya akan memakan waktu 3-4 minggu. Untuk meminimalisir rasa tidak nyaman, dokter bedah akan memberikan obat-obatan pereda nyeri. Biasanya, Anda juga akan disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bertekstur lembut dan berkumur dengan air garam (untuk mencegah infeksi).

Kapan benjolan di langit-langit mulut harus ditangani dokter?

Siapapun yang mengalami torus palatinus atau kemunculan benjolan di langit-langit mulut, harus segera datang ke dokter dan memeriksakan diri.

Jika gejala-gejala di bawah ini muncul, segeralah datang ke rumah sakit dan melaporkannya ke dokter:

  • Munculnya benjolan baru
  • Benjolannya terasa sakit
  • Pertumbuhan benjolan di langit-langit mulut menyebabkan sulit menelan atau berbicara
  • Benjolan yang tidak kunjung hilang selama beberapa minggu
  • Perubahan tekstur dan warna pada benjolan di langit-langit mulut
  • Perdarahan
  • Nyeri mulut
  • Bau napas tak sedap
  • Gigi yang rusak.

Dengan mengetahui berbagai gejala di atas, dokter dapat memberikan penyebab benjolan di langit-langit mulut secara akurat.

Baca Juga

  • Mengenal Kemoterapi Oral yang Dijalani Ria Irawan
  • Cara Memutihkan Gigi dengan Bahan Alami di Dapur
  • 10 Cara Mengeluarkan Dahak yang Mudah dan Bisa Dicoba di Rumah

Catatan dari SehatQ:

Torus palatinus tidak menyebabkan rasa nyeri dan tidak ganas. Banyak pengidapnya yang tetap hidup sehat walau mengidap torus palatinus. Tapi, jika keberadaannya sudah mengganggu Anda, tidak ada salahnya datang ke dokter untuk meminta perawatan terbaik.

Advertisement

penyakitkesehatan gigikesehatan mulut

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved