Toner untuk Kulit Kombinasi, Apa yang Paling Bagus?


Toner untuk kulit kombinasi yang bagus harus bisa mengurangi minyak, jerawat, dan membuat kulit lembap. Carilah produk toner kulit kombinasi yang mengandung AHA, BHA, niacinamide.

(0)
Toner untuk kulit kombinasi menjaga kulit agar tidak berjerawat dan keriputToner untuk kulit kombinasi berguna untuk mencegah jerawat dan keriput
Toner untuk kulit kombinasi yang bagus diformulasikan untuk kulit berminyak dan kering. Umumnya, bagian wajah yang berminyak adalah daerah T (T-zone), yaitu dahi, hidung, dan dagu, sementara bagian kulit pipi yang cenderung kering.Lantas, kandungan apa yang harus ada pada toner untuk kulit kombinasi?

Jenis toner yang bagus untuk kulit kombinasi normal-berminyak

Tipe kulit kombinasi normal-berminyak memiliki masalah yang khas. Beberapa masalah tersebut adalah jerawat, komedo, dan pori-pori besarMaka dari itu, inilah toner yang bagus untuk kulit kombinasi normal-berminyak.

1. Exfoliating toner AHA

Tipe kulit wajah normal-berminyak kerap ditumbuhi jerawat. Jerawat memang sering muncul saat produksi minyak alami wajah (sebum) meningkat, yang membuat koloni bakteri Propionibacterium acnes penyebab jerawat makin banyak.Penumpukan sel kulit mati nyatanya juga menjadi salah satu faktor penyebab munculnya jerawat. Sebab, di tumpukan itulah bakteri dapat berkembang biak.
Toner untuk kulit kombinasi diformulasikan untuk kulit berminyak dan kulit kering
Kulit kombinasi normal-berminyak cenderung berjerawat
Selain itu, orang dengan kulit kombinasi normal-berminyak juga rentan memiliki komedo karena sebum yang tercampur dengan sel kulit mati terjebak dalam folikel rambut dan menyumbat pori-pori.Oleh karena itu, toner yang bagus untuk kulit kombinasi normal-berminyak yang sedang berjerawat adalah exfoliating toner mengandung AHA.Alpha-hydroxy acid (AHA) adalah bahan kimia aktif yang bekerja mengangkat sel kulit mati. Salah satu bahan kimia jenis AHA adalah lactic acid.Berdasarkan temuan yang terbit pada jurnal Multidisciplinary Digital Publishing Institute Molecules, kandungan lactic acid dalam toner untuk kulit kombinasi mampu mengatur kadar molekul protein yang menjadi “biang keladi” timbulnya jerawat maupun peradangan akibat jerawat.

2. Exfoliating toner BHA

Toner untuk kulit kombinasi mengandung BHA cocok untuk kulit normal berminyak
Toner BHA cocok untuk komedo pada kulit normal-berminyak
Penelitian yang terbit pada jurnal Jundishapur Journal of Natural Pharmaceutical Products menemukan, alternatif exfoliating toner yang bagus untuk kulit kombinasi normal-berminyak adalah toner dengan kandungan beta-hydroxy acid (BHA), seperti salicylic acid.Kandungan ini cocok untuk kulit kombinasi normal-berminyak karena BHA mampu menembus kulit sampai ke kelenjar minyak dan mampu mengangkat komedo.

3. Hydrating toner niacinamide

Toner untuk kulit kombinasi yang bagus mengandung niacinamide
Toner niacinamide bantu kecilkan tampak pori-pori
Umumnya, orang dengan kulit kombinasi normal-berminyak juga cenderung memiliki pori-pori besar. Sebenarnya, pori-pori memiliki kelenjar minyak. Namun, jika produksi minyak berlebih, hal ini mampu mengakibatkan penyumbatan pori-pori. Efeknya, pori-pori pun menjadi membesar.Sebagai cara mengatasi pori-pori membesar, pakailah hydrating toner yang bagus untuk kulit kombinasi normal-berminyak yang mengandung niacinamide.Penelitian yang terbit pada jurnal The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menemukan, kandungan niacinamide 2% dalam toner untuk kulit kombinasi normal-berminyak mampu menurunkan produksi jumlah sebum. Efeknya, minyak pada wajah pun seimbang dan pori-pori tidak tampak membesar.

Rekomendasi toner untuk kulit kombinasi normal-kering

Toner untuk kulit kombinasi ada yang unutk kulit normal kering
Kulit normal-kering tampak tidak kenyal dan ada garis-garis halus
Masalah utama yang dialami kulit kombinasi normal-kering ada dua, yaitu terlihat kerutan dan garis halus serta tampak tidak kenyal (plumpy). Pasalnya, kandungan air alami dalam lapisan kulit mudah menguap.Penguapan ini mampu memperparah kekeringan yang dialami kulit kombinasi normal-kering. Bahkan, lapisan kulit pun menjadi rusak.Sebagai cara mengatasinya, inilah rekomendasi toner untuk kulit kombinasi normal-kering berdasarkan kandungannya. 

1. Hydrating toner humektan

Toner untuk kulit kombinasi yang bagus mengandung humektan
Humektan mengikat air dan diserap ke kulit
Humektan adalah zat yang mampu mengikat air dari udara untuk kemudian diserap ke lapisan permukaan kulit bawah (epidermis dan dermis).Hal ini dapat membantu kulit yang rentan kering agar terus lembap. Sebab, penggunaan humektan mampu mencegah air menguap dari kulit. Umumnya, hydrating toner yang bagus untuk kulit kombinasi normal-kering mengandung asam hialuronat (hyaluronic acid) dan gliserin

2. Hydrating toner dengan vitamin E

Toner untuk kulit kombinasi sebaiknya mengandung vitamin E
Toner dengan vitamin E samarkan kerutan dan garis halus
Khasiat vitamin E adalah nutrisi penting untuk meningkatkan produksi sebum pada wajah yang kering agar kembali seimbang.Tampilan kulit yang ideal adalah yang kenyal dan lembap. Namun, kulit kombinasi cenderung memiliki garis-garis halus dan kerutan dini karena kulit kekurangan kandungan air maupun minyak yang bersifat melembapkan.Riset yang terbit pada Indian Dermatology Online Journal menemukan, vitamin E juga mampu mengatasi keriput. Hal ini karena vitamin E merupakan antioksidan bagi kulit. Dalam hal ini, vitamin E mampu merangsang zat kolagen dan glikosaminoglikan pada kulit.Diketahui, glikosaminoglikan berguna untuk menjaga kadar air pada jaringan kulit. Sementara, kolagen berguna untuk menjaga kekuatan, elastisitas, dan hidrasi pada kulit.

3. Exfoliating toner AHA

Toner untuk kulit kombinasi sebaiknya mengandung lactic acid
Lactic acid merupakan kandungan yang cocok pada toner kulit kombinasi
Siapa sangka, toner AHA ternyata juga cocok sebagai toner yang bagus untuk kulit kombinasi normal-kering. Hal ini karena AHA merupakan humektan yang juga berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati.Riset yang terbit pada jurnal Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology memaparkan, kandungan AHA pada toner untuk kulit kombinasi menghilangkan ion kalsium pada sel kulit. Penurunan kadar kalsium pada kulit rupanya mendorong pengelupasan sel kulit mati sementara mempercepat pertumbuhan sel baru.AHA juga membantu meningkatkan kerja kolagen dan hyaluronic acid. Efeknya, kulit terhidrasi dan kenyal sehingga kerutan pada kulit pun berkurang.Lactic acid pada exfoliating toner AHA juga mampu meningkatkan produksi ceramidePenelitian yang terbit pada The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology mengungkapkan ceramide adalah kandungan lemak yang ditemukan pada lapisan pelindung kulit (skin barrier) agar kulit tidak kering.

Cara menggunakan toner untuk kulit kombinasi

Gunakan toner untuk kulit kombinasi pada pagi dan malam hari
Gunakan toner sesuai anjuran yang tertera pada label
Sebelum memulai menggunakan toner untuk kulit kombinasi, baik hydrating toner maupun exfoliating toner, hendaknya lakukan patch test dengan mengoleskan sedikit toner pada kulit di belakang telinga. Tunggu selama 24 jam. Jika tidak ada reaksi alergi, maka toner untuk kulit kombinasi bisa Anda pakai.Hydrating toner untuk kulit kombinasi dapat dipakai setiap hari sebanyak dua kali sehari, setelah cuci muka pagi hari dan malam sebelum tidur. Hal ini berguna untuk menyeimbangkan pH wajah setelah mencuci wajah.Sebab, normalnya, kulit wajah memiliki pH sebesar 5 hingga 5,5. Sementara, air keran untuk cuci muka mengandung pH sebesar 7,0.Exfoliating toner bisa dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu sebanyak satu kali. Gunakan exfoliating toner pada malam hari saja. Sebab, exfoliating toner, terutama AHA, membuat kulit jadi lebih sensitif saat terpapar matahari.Jika menggunakan exfoliating toner pada siang hari tanpa perlindungan seperti tabir surya, hal ini malah memicu iritasi dan meningkatkan risiko kanker kulit

Catatan dari SehatQ

Baik tipe kulit kombinasi normal-berminyak maupun normal-berminyak sama-sama butuh toner yang bagus untuk menjaga kesehatan kulit.Namun, komposisi dari toner kulit kombinasi yang Anda butuhkan mungkin tidak selalu sama dengan orang lain meski jenis kulitnya sama. Sebab, masalah yang ingin diatasi bisa saja berbeda.Pada kulit kombinasi normal-berminyak, biasanya mengalami komedo, jerawat, dan pori-pori besar. Sementara, kulit kombinasi normal-kering harus “berjuang” untuk mengatasi kerutan dan garis halus.Sebelum menggunakan toner yang bagus untuk kulit kombinasi, baca aturan pakai yang tertera pada kemasan. Namun, akan lebih baik ke dokter spesialis kulit untuk berkonsultasi lebih mendalam mengenai toner yang cocok untuk kulit kombinasi.Jika Anda ingin konsultasi tentang skincare untuk kulit kombinasi atau terkait masalah kulit yang telah disebut, langsung chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQAnda juga bisa membeli toner yang bagus untuk kulit kombinasi dengan harga terjangkau di Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
perawatan kulitkulit dan kecantikanproduk kecantikanperawatan wajah
Web MD. https://www.webmd.com/beauty/whats-your-skin-type
Diakses pada 06 Oktober 2020)
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/acne-prone-skin
Diakses pada 06 Oktober 2020
Skin Research and Technology. doi.org/10.1111/srt.12030
Diakses pada 06 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/meaning-of-exfoliating
Diakses pada 06 Oktober 2020
Multidisciplinary Digital Publishing Institute Molecules. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6017965/
Diakses pada 06 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/comedonal-acne Diakses pada 06 Oktober 2020Jundishapur Journal of Natural Pharmaceutical Products. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3941867/
Diakses pada 06 Oktober 2020
The Dermatology Specialist. https://www.thedermspecs.com/blog/all-about-pores-does-size-really-matter/
Diakses pada 06 Oktober 2020
The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5605215/
Diakses pada 06 Oktober 2020
Indian Journal of Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4885180/
Diakses pada 06 Oktober 2020
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. https://e-journal.unair.ac.id/BIKK/article/view/10649
Diakses pada 06 Oktober 2020
Dermatologic Clinics. https://doi.org/10.1016/j.det.2008.03.007
Diakses pada 06 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/wrinkles/symptoms-causes/syc-20354927
Diakses pada 06 Oktober 2020
Indian Dermatology Online Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4976416/ (Diakses pada 06 Oktober 2020)International Journal of Medical Science. doi.org/10.7150/ijms.35693
Diakses pada 06 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/collagen-benefits
Diakses pada 06 Oktober 2020
Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4277239/
Diakses pada 06 Oktober 2020
The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3424590/
Diakses pada 06 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skincare/what-is-a-toner-skin-benefits
Diakses pada 06 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/how-often-should-you-exfoliate-your-face
Diakses pada 06 Oktober 2020
Skin Cancer Foundation. https://www.skincancer.org/blog/when-beauty-products-cause-sun-sensitivity/
Diakses pada 06 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait