logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Olahraga

Olahraga Tolak Peluru, Ini Cara Bermain hingga Manfaatnya

open-summary

Tolak peluru adalah teknik melemparkan beban tertentu dari pundak hingga mencapai titik tertentu. Asal mulanya adalah olahraga di masa lalu dengan gerakan dasar melemparkan batu.


close-summary

26 Des 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Gaya tolak peluru bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu gaya ortodoks, gaya O'Brien, dan gaya spin

Tolak peluru adalah cabang dari olahraga atletik

Table of Content

  • Sejarah singkat tolak peluru
  • Tiga gaya melakukan tolak peluru
  • Teknik dasar melakukan tolak peluru secara umum
  • Manfaat melakukan tolak peluru
  • Catatan dari SehatQ

Termasuk dalam olahraga atletik, tolak peluru adalah teknik melemparkan beban tertentu dari pundak hingga mencapai titik tertentu. Asal mulanya adalah olahraga di masa lalu dengan gerakan dasar melemparkan batu.

Advertisement

Berat beban yang dibawa dalam olahraga shot put ini adalah 7,26 kg untuk laki-laki serta 4 kg untuk perempuan. Untuk memindahkan atau “put” beban, hanya boleh dilakukan satu tangan saja.

Sejarah singkat tolak peluru

Dulu, peradaban Yunani Kuno melakukan olahraga melempar batu. Pada abad pertengahan pun, para tentara melakukan olahraga melempar peluru meriam. Ini adalah titik awal inspirasi olahraga tolak peluru.

Kemudian bergeser ke abad 19, digelar Highland Games di Skotlandia. Peserta kompetisi ini diminta melemparkan beban berbentuk bulat yang terbuat dari batu atau metal hingga melewati garis tertentu.

Sebenarnya, olahraga tolak peluru dengan peserta laki-laki telah menjadi cabang olahraga Olimpiade pada tahun 1896. Namun baru pada tahun 1948, ada cabang olahraga tolak peluru untuk perempuan.

Menariknya, teknik rotasi untuk mengayunkan beban ini pertama kali dipopulerkan oleh atlet asal Soviet bernama Aleksandr Baryshnikov. Pria kelahiran tahun 1948 ini mengenal teknik ini setelah dilatih oleh Viktor Alexeyev. Pada tahun 1976, Baryshnikov mencetak rekor sejauh 22 meter.

Tiga gaya melakukan tolak peluru

Untuk melakukan tolak peluru, ada tiga gaya yang dapat dilakukan, yaitu gaya ortodoks, gaya O'Brien, dan gaya spin. Berikut perbedaan ketiga gaya tolak peluru:

1. Gaya ortodoks

Gaya ortodoks dalam tolak peluru dilakukan dengan cara menolak peluru lepas ke arah samping setelah loncatan datar dilakukan. Teknik ini biasanya digunakan oleh para pemula. Berikut cara melakukannya:

  • Peluru dipegang menggunakan kedua tangan
  • Tangan kanan menyangga peluru di atas bahu
  • Tangan kiri menjaga peluru bagian atas agar tidak terjatuh
  • Peluru dilempar menggunakan tangan kanan

2. Gaya O'brien

Gaya O'Brien dalam tolak peluru dilakukan dengan cara membelakangi arah tolakan. Saat melakukan gaya ini, pemain akan melakukan setengah putaran terlebih dahulu sebelum melontarkan peluru. Sehingga, saat persiapan dilakukan, pemain akan menghadap belakang sebelum kemudian berbalik ke depan.

3. Gaya spin

Gaya spin dalam tolak peluru adalah teknik yang paling sering digunakan oleh para atlet profesional. Pada saat melakukan teknik ini, pemain akan berputar 360 derajat sebelum melontarkan peluru. 

Teknik dasar melakukan tolak peluru secara umum

Untuk melakukan tolak peluru, titik awal ayunan adalah dari dekat dagu. Sepanjang melakukan olahraga ini, beban tak boleh berada di bawah atau belakang pundak.

Dari waktu ke waktu, para atlet menemukan teknik mereka sendiri dalam memaksimalkan gaya lontaran. Pada tahun 1876, atlet J.M. Mann dari Amerika Serikat melakukannya dengan sudut ke arah kanan. Ia mencetak rekor di angka 9,44 meter.

Di sisi lain, pada tahun 1950 atlet Parry O’Brien menemukan teknik yang dimulai dari posisi menghadap ke belakang. Dari teknik ini, beban bisa terdorong lebih jauh lagi. Setelah 6 tahun, O’Brien berhasil mengalahkan rekor Mann sejauh 19,06 meter, hampir dua kali lipatnya.

Lebih jauh lagi, berikut ini teknik melakukan tolak peluru:

  • Pegang beban atau peluru dengan telapak tangan bagian atas. Jari sebaiknya renggang agar bisa menjadi penahan.
  • Kaki kanan berada di batas belakang lingkaran, kaki kiri sejajar dengan tubuh
  • Pegang peluru dengan tangan kanan, letakkan di bawah telinga
  • Berat badan bertumpu ke kaki yang ada di belakang
  • Saat menolak peluru, tarik siku serong ke belakang. Dorong pinggul ke depan, lalu lempar peluru sekuat tenaga.
  • Di saat bersamaan, kaki kanan juga ikut memberi dorongan. Seluruh tubuh diarahkan serong ke depan.

Untuk bisa melakukan tolak peluru, perlu keterampilan karena sangat menentukan seberapa jauh lemparan. Kesalahan yang kerap terjadi adalah awalan dan akhiran yang kurang maksimal sehingga peluru tidak terlempar jauh.

Perlu banyak berlatih untuk tahu seberapa jauh jarak yang diperlukan. Semakin sering berlatih, maka adaptasi bisa semakin mulus.

Baca Juga

  • Ciri-ciri Asam Lambung Naik Ini Harus Diwaspadai Penderita GERD
  • Ini Fungsi Tulang Lengan Atas, Tidak Hanya Sekedar Penghubung
  • 10 Manfaat Buah Murbei yang Melimpah bagi Kesehatan

Manfaat melakukan tolak peluru

Melakukan olahraga tolak peluru bisa membakar ratusan kalori. Selain itu, ada beberapa manfaat lain seperti:

  • Memperkuat otot

Otot tubuh bagian atas seperti pada lengan, pundak, punggung, dan juga perut ikut bekerja saat melakukan teknik tolak peluru. Saat kedua kaki membantu tolakan pun, otot yang ada di tungkai dan pinggang juga ikut bekerja.

Sering melatih otot tubuh bagian atas dan kaki akan membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah. Tak hanya itu, otot yang kuat juga bisa memudahkan latihan lainnya.

  • Membakar kalori

Secara umum, melakukan tolak peluru dalam waktu 60 menit dapat membakar 400 kalori. Namun, sebaiknya jangan terlalu fokus pada gerakan ini karena sebaiknya dikombinasikan dengan jenis olahraga lain sebagai variasi.

  • Membangun massa otot

Gerakan tolak peluru juga dapat membangun massa otot, terutama tubuh bagian atas. Ketika sudah terbangun, maka metabolisme tubuh bisa meningkat sekaligus memaksimalkan proses pembakaran kalori. Berat badan ideal pun bisa tercapai yang bisa mengurangi risiko menderita penyakit tertentu.

Gerakan ini juga bisa memperkuat otot core sehingga keseimbangan semakin terjaga. Cari tahu apa saja kombinasi olahraga yang bisa dilakukan bergantian dengan tolak peluru.

Catatan dari SehatQ

Apabila tolak peluru mustahil dilakukan karena lokasi tidak memadai, ada banyak gerakan lain dengan target otot serupa. Bukan jenis olahraganya yang paling berperan, namun lebih kepada apakah bisa menjalani komitmen dengan baik.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar olahraga apa yang cocok dilakukan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

olahragahidup sehatpola hidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved