logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Tocilizumab, Obat Radang Sendi yang Dipercaya Sembuhkan Virus Corona

open-summary

Beredar rumor bahwa tocilizumab dapat menyembuhkan pasien virus corona Covid-19 yang sudah kritis. Namun, efektivitas obat radang sendi ini dibantah oleh para peneliti Amerika Serikat.


close-summary

4.2

(5)

14 Sep 2020

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Tocilizumab, obat radang sendi yang dipercaya bisa sembuhkan pasien Covid-19.

Beberapa studi telah menunjukkan hasil menjanjikan mengenai tocilizumab.

Table of Content

  • Apa itu tocilizumab?
  • Apakah tocilizumab bisa sembuhkan pasien Covid-19?
  • Bantahan peneliti Amerika Serikat
  • Catatan dari SehatQ:

Menurut studi terbaru, obat bernama tocilizumab menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan ketika digunakan untuk mengobati pasien Covid-19 yang sudah berada dalam kondisi kritis di Italia.

Advertisement

Klaim ini diperkuat oleh pernyataan para peneliti di sana, yang menyatakan bahwa obat radang sendi tersebut sudah membuahkan hasil memuaskan pada dua pasien Covid-19.

Bahkan, pada Maret silam, seorang dokter dari Rumah Sakit Pascale di Italia menyerukan pemerintah untuk lebih sering menggunakan tocilizumab dalam mengobati pasien Covid-19.

Apa itu tocilizumab?

Tocilizumab masuk dalam golongan obat injeksi yang bekerja sebagai penghambat interleukin-16 (IL-6). Tubuh memproduksi IL-6 saat mengalami peradangan.

Tocilizumab bekerja dengan cara menghambat efek IL-6 pada penderita radang sendi atau rheumatoid arthritis.  Selain radang sendi, obat tocilizumab dapat digunakan untuk mengobati juvenile idiopathic arthritis poliartikular maupun sistemik.

Tocilizumab memiliki efek samping, seperti infeksi pernapasan, sakit kepala, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan peningkatan enzim hati. Bahkan, penggunaan obat ini sering dikaitkan dengan munculnya infeksi tuberkulosis, sepsis (bakteri di dalam darah), dan infeksi jamur.

Tidak hanya itu, tocilizumab dianggap tidak boleh digunakan oleh pasien yang infeksinya masih aktif karena obat ini dianggap dapat memunculkan penyakit baru pada sistem saraf.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa tocilizumab dapat menyebabkan  turunnya sel darah putih, reaktivasi herpes zoster, dan reaksi alergi.

Selain manfaat dan efek samping di atas, bagaimana cara tocilizumab bekerja dalam mengobati Covid-19?

Apakah tocilizumab bisa sembuhkan pasien Covid-19?

Obat tocilizumab dipercaya dapat mengurangi reaksi berlebih dan berbahaya terhadap virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebut badai sitokin.

Badai sitokin ini tak hanya memacu tubuh pasien untuk melawan virus corona, tapi juga melawan sel dan jaringan tubuhnya sendiri. Dalam kasus Covid-19, badai sitokin dipercaya dapat menyebabkan komplikasi gangguan pernapasan, bahkan sampai memicu kematian.

Di Tiongkok, para peneliti mencoba memberikan tocilizumab pada 20 pasien Covid-19. Dari percobaan itu, sekitar 19 pasien berhasil keluar dari rumah sakit hanya dalam waktu 2 minggu. Namun sayangnya, studi hanya dilakukan dalam skala kecil. Para ahli juga tidak membandingkan obat tocilizumab dengan plasebo.

Begitu pula di Italia, di mana sebuah studi menjabarkan bahwa tocilizumab dapat menurunkan kematian akibat Covid-19 sampai 39 persen. Sayangnya, studi ini masih bersifat retrospektif dan perlu studi-studi lanjutan lagi.

Bantahan peneliti Amerika Serikat

Meskipun banyak rumor menjanjikan mengenai obat tocilizumab dalam menyembuhkan pasien Covid-19, para peneliti dari Robert Wood Johnson University Hospital Somerset, Amerika Serikat menyatakan, tidak ada bukti kuat bahwa tocilizumab dapat menyembuhkan pasien Covid-19 yang sudah parah.

Dalam studi yang diikuti oleh 132 pasien, diketahui bahwa tocilizumab tak mengurangi angka kematian sama sekali.

Perusahaan obat raksasa asal Swiss bernama Roche juga mengaku bahwa obat tocilizumab tidak berpengaruh dalam mengobati pasien Covid-19 yang sudah parah. Dalam studinya, ditemukan bahwa tocilizumab gagal dalam mengurangi angka kematian dan tingkat keparahan virus corona.

Sejauh ini, BPOM-nya Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA), juga belum menyetujui penggunaan obat tocilizumab pada pasien Covid-19.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia juga menyatakan, rumor penggunaan tocilizumab yang dipercaya dapat sembuhkan pasien Covid-19 adalah disinformasi belaka.

Mereka beranggapan, penggunaan obat tocilizumab masih belum bisa dibuktikan. Sebab, ilmuwan di Tiongkok maupun Amerika Serikat masih berusaha untuk membuktikan efektivitas obat tersebut.

Baca Juga

  • Cara Mencegah Virus Corona, Lakukan 7 Langkah Ini
  • Kapan Pandemi Virus Corona Berakhir? Simak Prediksi Beberapa Ahli
  • Gejala yang Membedakan Alergi Alkohol dan Intoleransi Alkohol

Catatan dari SehatQ:

Kesimpulannya, efektivitas obat tocilizumab dalam menyembuhkan pasien Covid-19 dalam keadaan kritis belum bisa dibuktikan. Sebab, ilmuwan di seluruh dunia masih mencoba untuk membuktikan keampuhan obat tocilizumab dalam menyembuhkan pasien Covid-19.

Advertisement

penyakitinfeksi virusminum obatcovid-19

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved