4 Penyakit Kulit pada Kulit Sensitif dan Cara Merawatnya

Kulit sensitif adalah gangguan kulit yang mudah didiagnosis oleh dokter dan dapat dilakukan perawatan
Asal tahu caranya, perawatan penyakit kulit pada kulit sensitif, bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana.

Kulit sensitif bukanlah penyakit kulit yang mudah didiagnosis oleh dokter. Bahkan, penderitanya sendiri tidak pernah tahu apabila kulitnya termasuk sensitif, sampai ia merasakan sendiri reaksi alergi kulit terhadap produk kosmetik, seperti sabun, pelembap dan makeup.

Kulit sensitif memiliki beberapa jenis yang berbeda. Berikut adalah beberapa penyakit kulit sensitif, gejalanya, dan langkah perawatan kulit sensitif yang penting untuk Anda ketahui.

1. Kulit Kering

Kulit kering biasanya terjadi karena tubuh dehidrasi atau kurang cairan. Kondisi kulit dapat dikatakan kering jika bersisik, kasar, retak atau terkelupas, dan tampak memerah. Bagian yang paling mudah terlihat kering adalah bagian kulit tangan dan kaki, karena terpapar udara dan sinar matahari.

Perawatan:

Untuk perawatan kulit sensitif tipe kulit kering, Anda bisa menerapkan krim pelembap atau salep sebanyak 2-3 kali sehari. Langkah ini berguna untuk mengunci kelembapan kulit, sehingga senantiasa halus dan kenyal. Pastikan produk pelembap kulit Anda bebas bahan pewangi, dan memang dirancang khusus untuk tipe kulit sensitif.

2. Eksim

Dermatitis atopik atau eksim memengaruhi kemampuan kulit untuk menangkal serangan kuman atau bahan kimia tertentu. Misalnya, setelah mencuci baju dengan detergen, kulit akan terasa kasar, gatal, atau panas.

Gejala eksim setiap orang mungkin bervariasi. Namun pada umumnya, terdapat bercak merah, kulit menebal, bersisik, dan kadang terdapat bintik kecil yang berisi cairan dan mengeras.

Perawatan:

Anda bisa memperoleh produk krim, pelembap, atau salep yang dijual bebas di apotek untuk meredakan gejala eksim. Namun, bila sakit atau gejala bertambah serius, segera kunjungi dokter.

3. Dermatitis Kontak Iritan

Dermatitis kontak iritan ditandai dengan adanya gejala ruam kemerahan. Selain itu, area yang terkena iritasi akan tampak melebar, berkerak, dan gatal. Para ahli menyebutkan, penyebab dermatitis kontak iritan umumnya adalah kontak antara kulit dengan zat tertentu.

Misalnya seperti sabun, detergen, shampo, cairan pemutih, parfum, pestisida, kosmetik, perhiasan logam, dan masih banyak lagi. Saat bersentuhan dengan kulit, tubuh akan bereaksi dan menyebabkankulit gatal atau meradang.

Dermatitis kontak ini berbeda dari alergi. Kulit sensitif umumnya memang lebih mudah bereaksi terhadap bahan-bahan tertentu pada suatu produk perawatan kulit. Sementara itu, alergi pada kulit bisa dialami siapa saja, bukan hanya para pemilik kulit sensitif.

Perawatan:

Dermatitis kontak iritan dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah mencari tahu penyebab reaksi alergi kulit, sehingga Anda lebih mudah menghindarinya di masa mendatang.

Hindari menggaruk area yang terkena iritasi, agar kondisi tidak semakin parah. Gunakan krim antigatal atau berkonsultasilah dengan dokter kulit.

4. Photodermatoses

Photodermatoses merupakan reaksi kulit yang tidak normal terhadap paparan sinar matahari. Terutama terhadap sinar UV A dan UV B, yang dapat merusak lapisan kulit. Gejala reaksi alergi kulit sensitif ini meliputi lecet, ruam kemerahan hingga menimbulkan bercak, dan kulit bersisik.

Tanda-tanda photodermatoses bisa dikenali, apabila terdapat ruam di bagian tubuh yang terpapar sinar matahari, garis-garis halus kecokelatan di kulit, dan tidak terpengaruhnya kulit yang tertutup area rambut. Kondisi kulit sensitif akan memburuk saat cuaca panas.

Perawatan:

Segera berkonsultasi dengan dokter jika kulit sensitif terhadap sinar matahari. Gunakan tabir surya dengan SPF yang berspektrum lebih dari 30. Selain itu, produk perawatan kulit yang mengandung aloe vera atau lidah buaya, juga dapat menenangkan kulit sensitif terhadap sinar matahari (sun burn).

Menjaga kulit sensitif senantiasa cantik dan sehat tidak sulit, kan? Dengan langkah-langkah sederhana di atas, Anda bisa menjaga kulit, meski dalam kondisi sensitif sekalipun.

Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/sensitive-skin
Diakses pada 29 Januari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/simple-care-18/the-sensitive-skin-myth
Diakses pada 19 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed