Bagi pasangan yang enggan memakai kontrasepsi, cara KB alami bisa dijadikan pilihan
Cara KB alami bisa menjadi pilihan bagi pasangan yang tidak cocok dengan alat kontrasepsi lain

Cara KB alami adalah salah satu upaya mengendalikan kemungkinan kehamilan tanpa melibatkan alat kontrasepsi apapun, baik kondom maupun kontrasepsi hormonal. Misalnya, pil KB, susuk, suntikan, dan spiral (IUD).

Kaum hawa yang memilih KB alami biasanya tidak menginginkan efek samping, yang mungkin muncul dari penggunaan kontrasepsi hormonal. Sebagian wanita mungkin sudah mencobanya, tapi tidak cocok dengan jenis kontrasepsi tersebut. 

Untuk mencegah kehamilan dengan cara KB alami, yang harus dicermati adalah masa subur wanita. Masa subur merupakan periode di mana ovulasi atau keluarnya ovum dari indung telur kemungkinan besar sedang terjadi, sehingga kemungkinan terjadi pembuahan dan kehamilan akan lebih tinggi. 

Masa subur dan cara KB alami

Pada sebagian besar perempuan, perkiraan masa suburnya berlangsung enam hari tiap bulannya, atau tiap satu siklus menstruasinya. Pada masa subur ini, hubungan seksual harus dihindari atau mesti menggunakan kondom agar tidak terjadi kehamilan.

Dalam cara KB alami, ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk memperkirakan kapan masa subur perempuan berlangsung. Apa sajakah caranya?

  • Metode kalender

Metode ini memang berdasarkan kalender untuk memantau siklus menstruasi dan kemudian memperkirakan masa subur. Yang harus dilakukan adalah memahami pola menstruasi untuk bisa menentukan kapan masa subur.

Sebagai contoh, mari pelajari perhitungan masa subur pada seorang wanita yang memiliki siklus haid normal, yaitu jangka waktu antara 28 sampai 32 hari per siklus. Gambaran siklus mentruasinya kira-kira sebagai berikut:

  • Hari ke-1: Hari pertama darah haid keluar.
  • Hari ke-7: Sel telur mulai bersiap untuk proses pematangan dan pembuahan.
  • Hari ke-11 sampai ke-21: Hormon bekerja untuk mematangkan sel telur dan melepaskan sel telur dari indung telur (proses ovulasi). Sel telur yang matang akan bergeser melalui tuba falopi ke rahim (uterus), dan hanya bisa dibuahi dalam waktu 12 hingga 24 jam saja. 
  • Hari ke-28: Jika sel telur tidak dibuahi, lapisan uterus yang sudah menebal akan luruh menjadi darah menstruasi. 

Untuk menentukan masa subur, Anda harus melakukan langkah-langkah di bawah ini:

  • Catat pola menstruasi Anda selama setidaknya 8 sampai 12 bulan.
  • Pilih siklus terpanjang dan siklus terpendek dari pola menstruasi yang Anda catat.
  • Tentukan hari pertama masa subur dengan mengurangkan angka 18 dari jumlah hari pada siklus haid terpendek. Misalnya, siklus haid terpendek Anda adalah 28 hari, maka 28 - 18 = 10. Artinya, masa subur Anda diperkirakan mulai pada hari ke-10 siklus haid. 
  • Tentukan hari terakhir masa subur dengan mengurangkan angka 11 dari jumlah hari siklus haid terpanjang. Misalnya, siklus terpanjang adalah 34 hari, maka 34 - 11 = 23. Artinya, masa subur Anda diperkirakan berakhir pada hari ke-23 siklus menstruasi.
  • Perkiraan masa subur adalah hari ke-10 sampai hari ke-23 pada siklus menstruasi. Pada satu waktu di periode tersebut, ovulasi akan terjadi. Jadi, hindari hubungan seksual atau gunakan kondom jika tetap berhubungan intim pada periode tersebut.
  • Metode temperatur basal tubuh

Cara KB alami ini memperkirakan waktu ovulasi dengan cara mencermati perubahan suhu tubuh, yang sedikit meningkat setelah ovulasi. Pengamatan perubahan suhu tubuh dilakukan selama beberapa siklus haid hingga mendapatkan pola yang bisa menjadi perkiraan saat ovulasi.

Langkah yang mesti Anda lakukan meliputi:

  • Ukur suhu tubuh setiap bangun tidur (sebelum beranjak dari tempat tidur) menggunakan termometer basal. Termometer jenis ini bisa mendeteksi perubahan suhu yang sangat kecil.
  • Catat hasil pengukuran suhu tubuh Anda setiap hari.
  • Setelah beberapa siklus haid, akan terlihat pola munculnya kenaikan suhu sebesar 0,1-0,3 derajat Celcius saat terjadi ovulasi.
  • Suhu tubuh biasanya akan konsisten pada angka normal 36 derajat Celcius saat Anda haid sampai saat sebelum ovulasi.
  • Menjelang ovulasi, akan ada sedikit penurunan suhu tubuh. Suhu tubuh kemudian mengalami sedikit kenaikan setelah sel telur dilepaskan oleh indung telur hingga terjadi menstruasi berikutnya. 
  • Setelah bisa memperkirakan periode ovulasi, hindari hubungan seks selama periode ini untuk mencegah kehamilan. Anda juga bisa menggunakan kondom bila ingin berhubungan intim dengan pasangan.

Untuk melakukan pengamatan dan pencatatan suhu basal tubuh, seorang wanita harus dalam keadaan sehat, tidak mengalami demam, dan cukup tidur, supaya hasilnya akurat. 

  • Metode pengamatan lendir serviks

Lendir serviks pada masa ovulasi cukup mudah dikenali. Mulai dari warnanya yang bening hingga konsistensinya yang sangat cair dan licin mirip dengan putih telur mentah.

Untuk memanfaatkan cara KB alami berdasarkan lendir servis, berikut langkah-langkahnya:

  • Amati lendir dengan cara menyekanya dari mulut vagina dari arah depan ke belakang (vagina ke arah anus). Anda bisa menggunakan jari untuk melakukannya.
  • Catat kondisi lendir tiap hari. Mulai dari warnanya (apakah berwarna kekuningan, putih susu, bening, atau keruh?) maupun konsistensinya (apakah lengket, lentur, kering, basah, atau licin?).
  • Ovulasi biasanya terjadi dalam waktu satu atau dua hari setelah lendir yang keluar berwarna bening, lentur, dan licin. 

Penggunaan cara KB alami memang bebas dari efek samping. Tetapi cara ini tidak seefektif metode kontrasepsi lainnya.

Tingkat kegagalan medote KB alami mencapai 24%. Ini berarti, terdapat satu dari empat wanita yang bisa tetap hamil meski telah mencegah kehamilan dengan cara KB alami. Hal ini dapat disebabkan karena pergeseran masa haid atau masa subur yang tidak diperhatikan oleh seorang wanita. Bisa juga karena masa hidup sperma di dalam rahim wanita yang usianya bervariasi sehingga tetap dapat terjadi pembuahan.

Bila ingin memilih cara KB alami sebagai alternatif, Anda harus benar-benar cermat dan disiplin sehingga berhasil mencegah kehamilan. Selamat mencoba!

WebMD. https://www.webmd.com/sex/birth-control/natural-family-planning-methods#1
Diakses pada 13 Agustus 2019

American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/preventing-pregnancy/natural-family-planning/
Diakses pada 13 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed