Mengajarkan toilet training dapat dilakukan saat anak Anda sudah menunjukkan tanda kesiapan
Toilet training membutuhkan kesiapan anak untuk memulainya

Toilet training penting untuk dilakukan agar dapat meminimalisir anak ngompol pada siang atau malam hari. Pelatihan ini memang bukan hal mudah dan orangtua harus menjalaninya dengan penuh kesabaran. Sebelum melakukan toilet training, simak dulu hal-hal penting yang harus Anda ketahui dan lakukan agar sukses dalam memulai pelatihan ini.

Kapan Biasanya Anak Siap Toilet Training?

Kesiapan anak-anak untuk bisa pergi ke kamar mandi sendiri akan berbeda-beda. Sebelum memasuki usia 12 bulan, anak biasanya belum bisa mengontrol keinginan untuk buang air besar atau buang air kecil. Tanda-tanda kesiapan itu biasanya muncul pada usia 18-24 bulan.

Kesiapan secara usia harus diikuti dengan ketertarikan anak dan orangtua untuk melakukan pelatihan ini. Kesiapan secara fisik dan emosi ini penting untuk menunjang kesuksesan dalam mengajarkan toilet training.

Ciri-ciri Anak Siap untuk Toilet Training

Selain dari segi usia, anak biasanya menunjukkan ciri-ciri ketika dia siap dilatih ke kamar mandi, seperti:

  • Anak terlihat tidak nyaman dengan kondisi popok yang basah
  • Bisa berjalan sendiri ke kamar mandi dan membuka celana sendiri
  • Jadwal buang air besar anak bisa diprediksi
  • Anak dapat menerima perintah sederhana
  • Anak bisa memberikan tanda lewat ekspresi, postur, ataupun kata-kata ketika dia ingin buang air besar/kecil

Setelah melihat tanda-tanda itu, bersiaplah untuk melakukan pelatihan.

Tips Memulai Toilet Training

Untuk memulai pelatihan buang air besar dan kecil di toilet, anak dan orangtua harus siap. Setelah siap, lakukanlah beberapa hal berikut:

  • Tempatkan potty chair di kamar mandi anak atau kamar mandi terdekat.
  • Selama beberapa minggu, biarkan dia mengenal tentang fungsi toilet. Biarkan anak duduk di atasnya dengan berpakaian lengkap. Atau bermain di sekitarnya dan meminta dia menggunakannya ketika perlu.
  • Saat buang air besar, buang kotoran dari popoknya ke dalam toilet.
  • Secara bertahap, beralihlah dari popok ke celana toilet training saat siang hari.
  • Mintalah dia untuk berbicara atau memberi tanda saat ingin buang air besar ataupun buang air kecil.
  • Jangan lupa untuk memujinya ketika dia kooperatif dan bersabarlah ketika dia masih pipis di celana.

Jika anak belum memahami fungsi toilet dan masih saja ngompol di celana, teruslah memberikan pemahaman dengan sabar mengenai fungsi potty chair di kamar mandi. Jelaskan mengapa dia harus ke kamar mandi saat ingin buang air besar ataupun kecil. Kemudian berikan contoh dengan duduk di atas toilet dan biarkan anak menonton.

Apa yang Harus Dilakukan ketika Anak Masih Ngompol di Malam Hari?

Sekalipun anak sudah dilatih untuk memakai toilet saat siang hari, ia mungkin masih akan mengompol di malam hari. Jangan panik, sebaiknya lakukan hal-hal berikut:

  • Alasi tempat tidur dengan plastik atau gunakan seprai antiair untuk memudahkan saat membersihkan kasur.
  • Mintalah anak untuk ke kamar mandi setiap sebelum tidur dan segera setelah dia bangun.
  • Gunakan celana toilet training saat tidur, ketimbang menggunakan popok.
  • Katakan pada anak untuk pergi ke kamar mandi sendiri atau minta diantar setiap kali dia ingin buang air.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/features/toilet-training-your-child#1
Diakses pada Oktober 2018

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3307553/
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed