Tips Sukses Melatih Toilet Training pada Anak


Melatih toilet training dapat meminimalisir anak ngompol pada siang atau malam hari. Sebelum melakukannya, Anda perlu memerhatikan tanda kesiapan pada anak.

0,0
09 May 2019|Aby Rachman
Mengajarkan toilet training dapat dilakukan saat anak Anda sudah menunjukkan tanda kesiapanToilet training membutuhkan kesiapan anak untuk memulainya
Toilet training penting untuk dilakukan agar dapat meminimalisir anak ngompol pada siang atau malam hari. Pelatihan ini memang bukan hal mudah dan orangtua harus menjalaninya dengan penuh kesabaran. Toilet training merupakan proses belajar anak untuk buang air besar atau kecil di toilet.Pada tahap ini, anak belajar untuk tidak buang air di popok atau celana seperti sebelumnya. Hal ini dapat menjadi salah satu tanda tumbuh kembang anak. Namun, sebelum melakukan potty training, orangtua harus memahami tanda kesiapan anak terlebih dahulu.

Kapan anak siap toilet training?

Kesiapan anak-anak untuk bisa pergi ke kamar mandi sendiri akan berbeda-beda. Sebelum memasuki usia 12 bulan, anak biasanya belum bisa mengontrol keinginan untuk buang air besar atau buang air kecil. Tanda-tanda kesiapan itu biasanya muncul pada usia 18-24 bulan.Kesiapan secara usia harus diikuti dengan ketertarikan anak dan orangtua untuk melakukan pelatihan ini. Kesiapan secara fisik dan emosi ini penting untuk menunjang kesuksesan dalam mengajarkan toilet training untuk anak.

Tanda anak siap toilet training

Selain dari segi usia, anak biasanya menunjukkan tanda siap toilet training, seperti:
  • Anak terlihat tidak nyaman dengan kondisi popok yang basah
  • Tertarik menggunakan toilet
  • Bisa berjalan sendiri ke kamar mandi dan membuka celana sendiri
  • Popok kering hingga 2 jam pemakaian
  • Jadwal buang air besar anak bisa diprediksi
  • Anak dapat menerima perintah sederhana
  • Anak bisa memberikan tanda lewat ekspresi, postur, ataupun kata-kata ketika dia ingin buang air besar atau kecil.
Setelah melihat tanda-tanda potty training itu, bersiaplah untuk melakukan pelatihan.

Tips melatih toilet training

Untuk memulai pelatihan buang air besar dan kecil di toilet, anak dan orangtua harus siap. Setelah siap, lakukanlah beberapa cara mengajarkan anak toilet training berikut:

1. Kenalkan pada toilet

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam proses potty training adalah biarkan anak mengenal fungsi toilet. Tempatkan potty chair di kamar mandi anak atau kamar mandi terdekat.Lalu, biarkan anak duduk di atasnya dengan berpakaian lengkap atau bermain di sekitarnya dan meminta ia menggunakannya ketika perlu. Katakan bahwa ia harus pergi ke toilet dan melepas popok atau celananya jika ingin buang air besar atau kecil.

2. Beri contoh pada anak

Supaya anak lebih mudah melakukan toilet training, Anda dapat memberinya contoh menggunakan toilet. Ketika Anda akan buang air kecil, ajak anak pergi ke toilet. Lalu, tunjukkan bagaimana Anda duduk atau jongkok dan jelaskan mengenai apa yang Anda lakukan.

3. Ajarkan anak cara menggunakan toilet

Dalam proses toilet training untuk balita, ajarkan ia cara menggunakan toilet dengan tepat. Pastikan anak memakai celana yang mudah dilepas dan dipakai agar tidak repot.Ketika anak terlihat ingin buang air kecil, bawa ia ke toilet. Selanjutnya, ajarkan anak duduk atau jongkok yang benar di toilet. Ajarkan pula ia membersihkan alat kelaminnya setelah buang air dan flush atau siram toilet. Setelah itu, pastikan anak mencuci tangannya dengan bersih.

4. Menjadikan rutinitas

Anda harus menjadikan pergi ke toilet saat ingin buang air sebagai rutinitas anak. Misalnya, saat anak bangun tidur, ajak anak pergi ke toilet untuk buang air kecil. Selain itu, Anda juga dapat mengajaknya ke toilet setelah 45 menit minum banyak air, atau 15-30 menit setelah makan. Hal ini akan membuat anak terbiasa untuk buang air di toilet.

5. Beri anak dukungan

Jika anak belum memahami fungsi toilet dan masih saja ngompol di celana, teruslah memberikan pemahaman dan memberinya dukungan. Jangan lupa pula untuk memujinya ketika dia kooperatif. Hal ini akan membuatnya lebih bersemangat untuk belajar buang air di toilet.

Apa yang harus dilakukan ketika anak masih ngompol di malam hari?

Mengajari toilet training bayi tentu bukan hal yang mudah. Sekalipun anak sudah dilatih untuk memakai toilet saat siang hari, ia mungkin masih akan mengompol di malam hari. Jangan panik, sebaiknya lakukan hal-hal berikut:
  • Alasi tempat tidur dengan plastik atau gunakan seprai antiair untuk memudahkan saat membersihkan kasur.
  • Mintalah anak untuk ke kamar mandi setiap sebelum tidur dan segera setelah dia bangun.
  • Gunakan celana toilet training saat tidur, ketimbang menggunakan popok.
  • Katakan pada anak untuk pergi ke kamar mandi sendiri atau minta diantar setiap kali dia ingin buang air.
Jika ingin berdiskusi lebih lanjut seputar toilet training, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingmengompolibu dan anaktumbuh kembang anak
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/features/toilet-training-your-child#1
Diakses pada Oktober 2018
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3307553/
Diakses pada Oktober 2018
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/toilet-teaching.html
Diakses pada 22 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/potty-training/art-20045230
Diakses pada 22 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait