Tips Setelah Muntah, Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi?


Tips setelah muntah adalah berkumur untuk menghilangkan rasa tidak enak di mulut. Setelah muntah, Anda sebaiknya minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi.

0,0
26 Aug 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tips setelah muntah adalah berkumur untuk menghilangkan rasa tidak enak di mulutSetelah muntah, sebaiknya Anda tetap menjaga agar tidak dehidrasi dengan minum air putih
Muntah adalah cara tubuh mengeluarkan zat berbahaya dari usus. Muntah adalah gejala yang mendasar dan banyak kemungkinan penyebabnya. Pada sebagian kasus, muntah dapat sembuh tanpa perawatan medis. Namun ada juga muntah yang menunjukkan kondisi medis yang serius. Lantas, bagaimana tips setelah muntah supaya pencernaan, tenggorokan, dan mulut kembali lega?

Tips setelah muntah

Muntah tentu saja menyisakan rasa tidak enak di mulut. Pertama-tama yang bisa Anda lakukan adalah berkumur dengan air untuk menghilangkan sisa makanan yang mungkin tertinggal di mulut ketika muntah.Setelah itu, ada berbagai langkah yang dapat Anda lakukan untuk membantu merasa lebih baik, yaitu:
  • Tetap terhidrasi. Jika Anda mengalami kesulitan minum dan terus muntah, sebaiknya sedikit demi sedikit minum air untuk menghindari dehidrasi.
  • Mengonsumsi makanan dengan rasa tawar. Setelah muntah dan mengalami mual, Anda harus tetap mengonsumsi makanan lunak yang mudah dicerna. Anda bisa makan roti panggang, nasi, kentang tumbuk, dan pisang. Pilih makanan dengan rasa yang tawar agar tidak memicu mual.
  • Menghindari makanan yang dapat memicu mual dan muntah. Contoh makanan yang harus dihindari antara lain: makanan berlemak atau berminyak, makanan pedas, makanan manis.
  • Menghindari aroma yang kuat. Bau yang kuat dapat memicu mual dan muntah, jadi coba Anda hindari aroma yang tajam menusuk hidung. Beberapa orang ada yang merasa nyaman menghirup aroma minyak kayu putih setelah muntah. Namun bila Anda termasuk yang tidak menyukai baunya, Anda tak perlu mengoleskan minyak kayu putih maupun minyak lain yang beraroma kuat.
  • Makan dengan porsi kecil namun sering. Daripada makan tiga kali dengan jumlah besar, lebih baik makan dengan porsi kecil namun sering agar makanan lebih mudah dicerna.

Penyebab muntah

Banyak penyebab muntah yang sebenarnya tak perlu dikhawatirkan, misalnya terlalu banyak makan dan minum serta konsumsi alkohol. Muntah sendiri bukanlah suatu penyakit, muntah adalah gejala dari kondisi medis lain. Beberapa kondisi itu antara lain:

Apakah muntah berbahaya?

Biasanya muntah tidak berbahaya, tetapi bisa menjadi tanda penyakit yang lebih serius. Beberapa contoh kondisi serius yang dapat menyebabkan mual dan muntah adalah gegar otak, meningitis (infeksi selaput otak), penyumbatan usus, radang usus buntu, dan tumor otak.Selain itu, dehidrasi juga dapat menyebabkan muntah. Orang dewasa memiliki risiko lebih rendah mengalami dehidrasi karena mereka biasanya dapat mendeteksi gejalanya. Misalnya, rasa haus meningkat dan bibir kering.Akan tetapi, anak kecil memiliki risiko lebih besar untuk mengalami dehidrasi, terutama jika sedang diare. Hal ini terjadi karena anak kecil seringnya tidak dapat mengkomunikasikan gejala dehidrasi.Jika orangtua melihat anak kecil dengan tanda-tanda: bibir dan mulut kering, mata cekung, serta frekuensi napas dan denyut nadi meningkat, artinya mereka mengalami dehidrasi. Sedangkan pada bayi, ciri-ciri dehidrasi berupa penurunan frekuensi buang air kecil dan ubun-ubun cekung.Muntah yang berulang pada ibu hamil juga dapat menyebabkan kondisi serius yang disebut hiperemesis gravidarum yaitu kondisi ketidakseimbangan cairan dan mineral yang dapat membahayakan bayi. Pada kasus yang jarang terjadi, muntah berlebihan juga dapat merobek lapisan kerongkongan yang dikenal sebagai robekan Mallory-Weiss. Jika kerongkongan pecah, ini disebut sindrom Boerhaave dan merupakan keadaan darurat medis.

Kapan sebaiknya menghubungi dokter?

Terkadang, muntah dapat mengindikasikan masalah kesehatan mendasar yang serius. Segeralah menghubungi dokter jika Anda muntah disertai dengan kondisi seperti di bawah ini:
  • Muntah parah atau sering yang berlangsung selama 1-2 hari
  • Ketidakmampuan menahan cairan
  • Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi serius, seperti detak jantung cepat, mata cekung, kebingungan, maupun menurunnya frekuensi buang air kecil (BAK) atau bahkan tidak BAK sama sekali
  • Penurunan berat badan tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan
  • Muntah cairan empedu berwarna hijau, yang mengindikasikan penyumbatan di usus
Anda juga harus segera mencari pertolongan medis darurat jika mengalami salah satu kondisi berikut ini:
  • Sakit perut tiba-tiba dan parah
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala parah tidak seperti yang dialami sebelumnya
  • Demam dan leher kaku
  • Muntah darah atau zat yang menyerupai bubuk kopi
  • Kemungkinan menelan racun atau zat beracun lainnya
Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang tips setelah muntah tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
mualmuntah
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-nausea-vomiting
Diakses pada 3 Agustus 2021.
Healthline. https://www.healthline.com/health/vomiting#treatment
Diakses pada 3 Agustus 2021.
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/what-to-do-after-vomiting#contacting-a-doctor
Diakses pada 3 Agustus 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait