Tips Penting untuk Menghindari Penyakit Jantung pada Wanita

Olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung
Kurangi faktor risiko dengan pola hidup sehat dan kenali tanda penyakit jantung sejak dini.

Menurut Nieca Goldberg, MD, juru bicara American Heart Association (AHA), untuk melindungi diri dari serangan jantung, Anda perlu mengurangi faktor risiko dan mengenali tanda-tanda penyakit jantung. Karena jantung koroner merupakan salah satu pembunuh wanita terbesar di dunia, menjadi pasien yang proaktif akan dapat menyelamatkan hidup Anda.

Pola hidup juga memengaruhi faktor risiko penyakit jantung. Merokok, obesitas, dan tekanan darah tinggi, contohnya, akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Mencegah penyakit jantung sebelum terjadi merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan sejak dini.

Berikut adalah tips yang dapat dilakukan oleh wanita untuk menghindari penyakit jantung.

1. Hindari Nikotin

Baik pasif atau aktif, penyakit jantung merupakan salah satu bahaya terbesar dari asap rokok. Perokok aktif memiliki risiko serangan jantung dua kali lipat lebih banyak ketimbang orang tidak merokok.

Jika Anda seorang perokok aktif, mungkin sudah saatnya Anda berhenti merokok dan mulai menggunakan terapi pengganti nikotin – yang telah terbukti tidak menyebabkan serangan jantung dan stroke.

2. Menurunkan Kolesterol

Kolesterol adalah gumpalan lemak, teksturnya lunak seperti lilin yang menumpuk di dalam aliran darah. Jumlah kolesterol yang terlalu tinggi bisa membentuk plak yang memicu serangan jantung.

Hati sebenarnya memproduksi kolesterol dalam jumlah yang dibutuhkan tubuh setiap harinya. Tetapi, kolesterol juga dapat diperoleh dari makanan. Maka dari itu, tes kolesterol Anda secara rutin minimal setiap lima tahun sekali.

3. Kontrol Tekanan Darah

Gangguan jantung dapat terjadi karena tekanan darah yang tinggi (hipertensi). Menurut penelitian Framingham, hipertensi merupakan penyebab dari 25% kasus gagal jantung.

Periksa tekanan darah minimal setiap dua tahun sekali. Jika tekanan darah Anda tinggi, dokter akan merekomendasikan obat-obatan tertentu.

4. Olahraga Teratur

Sebagian besar wanita tidak melakukan cukup olahraga untuk meningkatkan kesehatan jantung. Padahal, menjadi aktif secara fisik sangat penting untuk menghindari penyakit jantung dan stroke.

American Heart Association merekomendasikan agar Anda berolahraga ringan setidaknya 150 menit per minggu atau 75 menit per minggu untuk olahraga berat (atau kombinasi keduanya). Tiga puluh menit sehari, lima kali seminggu merupakan jadwal yang paling mudah diikuti.

5. Menjaga Berat Badan

Berat badan ideal dapat diukur menggunakan satuan indeks massa tubuh (IMT). Nilai antara 21 dan 25 merupakan kondisi ideal menurut AHA. Untuk memeriksa IMT Anda, cek kalkulator IMT Anda di link berikut.

Jika IMT berada di atas angka 25, maka Anda lebih berisiko terkena penyakit jantung. Maka, cobalah untuk menjaga pola makan sehat dan berolahraga secara teratur dapat mempertahankan berat badan yang seimbang.

Cara menurunkan berat badan harus dimulai dengan membuat rencana pola makan dan olahraga. Menjalankannya mungkin akan tampak sulit, namun cobalah untuk tetap disiplin mengikuti perencanaan yang telah Anda buat agar dapat hidup lebih sehat lagi.

6. Mengendalikan Diabetes

Seiring dengan berjalannya waktu, gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang mengontrol jantung dan pembuluh darah. Semakin lama Anda menderita diabetes dan semakin tidak terkontrolnya gula darah Anda, semakin tinggi juga risiko Anda mengalami penyakit jantung.

Maka dari itu, penting untuk merawat kesehatan jantung Anda dengan tetap mengontrol gula darah Anda dengan:

  • Melakukan tes HbA1C setiap 3 bulan sekali.
  • Mengontrol tekanan darah di bawah 140/90 mmHg.
  • Menghindari kolesterol jahat (LDL).
  • Berhenti merokok.

7. Ketahui Risiko Genetik

Jika anggota keluarga terdekat seperti kakek, nenek, orangtua, atau saudara kandung ada yang memiliki riwayat penyakit jantung, Anda mungkin juga memiliki tingkat risiko yang sama. Namun perlu diingat, meski tidak mempunyai riwayat keluarga berpenyakit jantung, gaya hidup tidak sehat juga bisa memicu penyakit jantung.

8.  Terapi Hormon

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian dan gangguan kesehatan pada wanita yang telah mengalami menopause. Meskipun demikian, banyak penelitian yang telah membuktikan penurunan risiko penyakit jantung jika para wanita ini menggunakan terapi pengganti hormon atau hormone replacement therapy (HRT) dalam periode waktu 10 tahun.

Dalam hal terapi pengganti hormon, NICE menyatakan bahwa:

  • HRT berisi estrogen saja terbukti tidak atau menurunkan, risiko penyakit jantung koroner.
  • HRT berisi estrogen dan progesteron terbukti meningkatkan sedikit atau tidak sama sekali pada risiko penyakit jantung koroner.
  • Menggunakan HRT di bawah usia 60 tahun tidak menurunkan risiko penyakit jantung koroner.
  • Faktor risiko kardiovaskular tidak kontraindikasi denga HRT.
  • Penting untuk secara optimum menjaga faktor risiko penyakit jantung.

Tanda-tanda Serangan Jantung

Mengetahui tanda-tanda serangan jantung akan membantu Anda mengenali keadaan darurat dan pertolongan pertama. Tanda-tanda serangan jantung secara umum antara lain:

  • Nyeri di tengah dada lebih dari beberapa menit.
  • Nyeri dada mennyebar ke leher, lengan dan bahu.
  • Dada sakit, pingsan, berkeringat, mual, atau sesak napas.
  • Sakit dada yang tidak wajar, sakit perut.
  • Mual atau pusing, gelisah, kelelahan.
  • Palpitasi, keringat dingin, atau pucat.

Jika Anda mengalami tanda-tanda di atas, segera cari pertolongan medis dan minta pemeriksaan untuk mendiagnosis serangan jantung. Penanganan dan pemeriksaan yang tepat bisa membantu Anda mencegah serangan jantung, dan mungkin dapat membuat perbedaan besar antara hidup dan mati seseorang.

WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/women-heart-disease#1
Diakses pada 20 Februari 2019

Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/Nicotine_It_may_have_a_good_side
Diakses pada 11 Maret 2019.

Healthline. https://www.healthline.com/health/cholesterol-and-heart-disease
Diakses pada 11 Maret 2019.

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/162449-overview#a1
Diakses pada 11 Maret 2019.

American Heart Association. http://www.heart.org/HEARTORG/HealthyLiving/PhysicalActivity/FitnessBasics/American-Heart-Association-Recommendations-for-Physical-Activityin-Adults_UCM_307976_Article.jsp
Diakses pada 11 Maret 2019.

Heart. https://www.heart.org/-/media/data-import/downloadables/pe-abh-why-should-i-lose-weight-ucm_300472.pdf
Diakses pada 11 Maret 2019.

NIDDK. https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/preventing-problems/heart-disease-stroke
Diakses pada 11 Maret 2019.

CDC. https://www.cdc.gov/heartdisease/family_history.htm
Diakses pada 11 Maret 2019.

Menopause. https://www.menopause.org.au/members/ims-menopause-live/991-hrt-and-cardiovascular-disease
Diakses pada 11 Maret 2019.

Artikel Terkait

Banner Telemed