10 Tips Parenting untuk Hadapi Seluruh Tahap Perkembangan Anak

Keharmonisan orang tua dan anak bisa dijaga dengan tips parenting yang tepat
Tips parenting yang tepat bisa menjaga keakraban orang tua dan anak

Parenting adalah proses pengasuhan anak yang bertujuan mempersiapkan anak supaya bisa mandiri. Seiring perjalanan usia dan tumbuh kembang Si Kecil, ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh orang tua dalam membantunya menjadi manusia dewasa yang baik.

Salah satu caranya adalah mempraktikkan sederet tips parenting yang berdampak positif bagi perkembangan anak. Apa sajakah itu?

Tahap perkembangan anak dan masalahnya

Di masa bayi, sebagian besar orang tua tidak terlalu sulit untuk menjalin relasi dan ikatan dengan Si Kecil. Namun saat anak makin besar dan kepribadiannya lebih jelas, beberapa masalah berpotensi timbul dalam tahap perkembangannya.

Ketika buah hati memasuki usia dua tahun, ia biasanya sudah memiliki kemauan sendiri yang belum bisa dikomunikasikan dengan baik. Masa ini sering disebut sebagai terrible two.

Terrible two merupakan masa-masa di mana anak seringkali melakukan tantrum karena orang-orang di kelilingnya gagal memahami keinginannya.

Masa penuh tantangan lainnya adalah saat anak memasuki usia puber dan masa remaja. Di masa ini, buah hati mengalami perubahan secara fisik, mental, emosional, dan sosial.

Sebagian anak dan orang tua melalui masa puber dan remaja dengan mulus. Sementara sebagian lainnya mungkin menemukan aneka batu sandungan.

Menghadapi tiap masalah dalam berbagai tahap perkembangan anak bisa dilakukan dengan sikap parenting yang positif.

Tips parenting agar anak dan orang tua bahagia

Menjaga keseimbangan hubungan antara orang tua dan anak memang memliki seni tersendiri. Hal ini terkadang terasa sulit dan ada kala lainnya terasa mudah.

Berikut adalah 10 tips parenting yang bisa Anda terapkan dengan anak:

  • Kenali kekuatan dan kelebihan anak Anda

Jadikan kelebihan anak sebagai dasar untuk membangun percaya dirinya maupun modalnya untuk membantunya tetap berjuang mengatasi kesulitan dalam hidup.

  • Hukuman sebetulnya tidak seefektif pujian dan penghargaan

Daripada berfokus pada kelemahan dan kesalahan anak, temukanlah cara dan pola asuh untuk membantunya dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Ketika mendapatkan dorongan moral, anak bisa mengembangkan bakatnya yang akan menutupi kekurangannya.

  • Hindari reaksi emosional yang negatif

Saat Si Kecil gagal mengontrol perilakunya, reaksi negatif dari orangtua akan membuatnya merasa lebih buruk. Contohnya, amarah, sarkasme, atau ejekan pada anak. Hindari pula memberikan label pada anak, seperti kata-kata 'kamu jorok banget’.

Jadi tips parenting selanjutnya adalah berikan peringatan dan saran singkat saja untuk mengingatkan anak agar ia bisa mengendalikan tingkah lakunya.

  • Jangan pernah membanding-bandingkan anak dengan kakak atau adiknya

Membandingkan seorang anak dengan saudaranya dapat membuatnya beranggapan bahwa kakak atau adiknya lebih disayang oleh orang tua. Hal ini bisa memicu perkelahian di antara saudara, persaingan seumur hidup, dan berpotensi menimbulkan masalah keluarga.

Pastikan semua anak Anda mengetahui bahwa mereka mendapatkan kasih sayang yang sama rata dari orang tua.

  • Tak perlu malu untuk meminta bantuan jika merasa perlu

Membesarkan anak-anak pasti ada masalahnya sendiri. Anda tidak perlu merasa malu bila hal ini memberikan dampak negatif pada kondisi fisik dan mental Anda sebagai orang tua karena tidak hanya Anda yang merasa demikian.

Bila perlu, Anda dapat meminta bantuan secara profesional (seperti psikolog atau psikiater). Dengan menerapkan tips parenting ini, kesehatan mental keluarga akan lebih terjaga dan Anda tetap bisa menikmati relasi dengan anak.

  • Berikan perhatian yang positif pada anak

Jika merasa kurang perhatian di rumah, anak berisiko mencari perhatian di luar rumah. Jenis perhatian dari luar ini tidak semuanya baik. Terkadang, perhatian negatif juga bisa diperoleh oleh anak.

Namun bagi sang anak, perhatian negatif lebih baik daripada tidak mendapatkan perhatian sama sekali. Jadi usahakan agar Anda untuk selalu mendengarkan dan berkomunikasi dengan anak.

  • Awasi penggunaan internet anak Anda

Di era digital ini, bahaya bisa datang dari situs dan media sosial yang diakses oleh anak. Oleh sebab itu, tips parenting berikutnya adalah orang tua harus melek teknologi sehingga mampu memantau kegiatan anak di dunia maya.

  • Terimalah perubahan hidup Anda setelah memiliki anak

Bangun siang dan bersantai di rumah pada Sabtu atau Minggu pagi bisa saja tak ada lagi di kamur para orang tua. Hal ini digantikan oleh berbagai kesibukan untuk mendukung aktivitas anak.

Namun usahakan agar Anda dan pasangan memiliki waktu berduaan untuk menjaga agar hubungan suami-istri tetap harmonis. Misalnya, sesekali menitipkan anak pada kakek-neneknya agar Anda bisa berkencan.

  • Jadilah teladan anak dalam berperilaku

Tanpa Anda sadari, anak-anak selalu meniru perilaku orangtuanya. Jika tingkah laku Anda buruk di depan anak, secara tak langsung Anda memberinya izin untuk berperilku buruk juga.

Karena itu, cek dulu diri Anda sendiri jika suatu saat menemukan tingkah laku anak tertentu yang Anda anggap tidak baik.

  • Jangan pernah menyerah saat anak bermasalah

Segala masalah dengan anak bisa diatasi dengan niat baik, ketabahan, dan humor dari orang tua. Dengan tips parenting dan dukungan yang tepat, anak atau remaja yang bermasalah bisa tumbuh menjadi orang yang baik.

Anda juga dapat meminta dukungan profesional bila merasa kewalahan dan dalam menghadapinya. Contohnya pada psikolog maupun psikiater profesional.

Misteri tentang masa depan anak-anak memang tidak akan terbuka sepenuhnya. Tetapi bagaimana Anda menjalankan peran sebagai orang tua pasti akan ikut andil dalam menentukan masa depannya.

Oleh karena itu, tetaplah tenang dan jangan pernah menyerah dalam menghadapi tahap perkembangan anak. Usahakan untuk menikmati perjalanan hidup Anda sebagai orang tua agar tekanan hanya tidak terasa sebagai beban.

Apabila Anda sudah menerapkan semua tips parenting dan tetap merasa terpuruk, jangan enggan atau merasa malu untuk meminta bantuan dari psikolog atau psikiater profesional.

Meminta bantuan bukan berarti Anda gagal sebagai orang tua. Ini merupakan langkah sadar agar kesehatan mental Anda bisa terjaga agar dapat menjadi lebih baik dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/childdevelopment/positiveparenting/index.html
Diakses pada 4 Mei 2020

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/emotional-fitness/201509/top-10-parenting-tips
Diakses pada 4 Mei 2020

Artikel Terkait