9 Tips Meredam Emosi agar Tidak Menyesal Setelah Memarahi Anak

(0)
08 Apr 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penting bagi Anda untuk menahan amarah agar tidak menyesal setelah memarahi anak.Menyesal setelah memarahi anak? Sepertinya Anda harus belajar untuk meredam emosi.
Kesabaran orangtua ada batasnya. Di saat perilaku buruk anak sudah melampaui batas, sebagian orangtua mungkin dapat melampiaskan amarahnya dengan berteriak. Supaya tidak menyesal setelah memarahi anak, ada baiknya pahami berbagai tips agar tidak mudah marah pada anak berikut ini.

Tips meredam emosi agar tidak menyesal setelah memarahi anak

Mulai dari melatih teknik pernapasan hingga mencari pelampiasan amarah yang lebih positif. Mari telusuri berbagai tips agar tidak mudah marah pada anak di bawah ini.

1. Melatih teknik pernapasan

Salah satu cara mengendalikan emosi pada anak yang efektif adalah melatih teknik pernapasan. Memfokuskan diri Anda terhadap napas yang masuk dan keluar, dapat membantu Anda untuk berpikir dua kali sebelum bertindak sehingga amarah dapat diredam.Metode ini juga dipercaya bisa membantu orangtua untuk melampiaskan amarahnya secara positif sehingga anak dapat belajar dari kesalahannya tanpa harus dimarahi.Nantinya, anak juga bisa meniru teknik pernapasan ini sehingga ia lebih bisa mengontrol dirinya saat berada di dalam situasi yang menyulitkan.

2. Jangan pernah berperilaku kasar kepada anak

Saat amarah sudah meluap, jangan pernah berperilaku kasar kepada anak, apalagi sampai memukulnya. Kekerasan fisik dapat berdampak buruk pada rasa percaya diri dan kepribadian Si Kecil.Selain itu, menahan diri agar tidak berperilaku kasar juga bisa membuat anak belajar bahwa tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan kekerasan. Jadilah panutan yang baik bagi anak.

3. Bayangkan konsekuensi dan dampaknya jika Anda memarahi anak

Anda juga bisa membayangkan konsekuensi dan dampak buruk setelah memarahi sebagai cara menahan emosi pada anak.Pikirkan bagaimana hubungan Anda dan anak selama 20 tahun ke depan jika Anda sering memarahi anak saat masih kecil. Hal ini diharapkan dapat membuat Anda berpikir dua kali sebelum memarahi anak.

4. Memilih tempat dan waktu yang tepat untuk memarahi mereka

Terkadang anak-anak juga bisa berperilaku buruk dan tidak mau patuh saat sedang berada di luar rumah, misalnya saat ia memaksa untuk beli mainan. Jika ini kasusnya, Anda disarankan untuk tidak memarahinya di depan publik. Tindakan ini dapat membuat anak semakin membangkang dan merasa malu saat dirinya beranjak dewasa.Jika memang Anda perlu marah kepada Si Kecil, setidaknya tunggu sampai berada di rumah. Namun ingat, marah yang dimaksud di sini bukan berteriak atau memukul mereka, tapi lebih kepada memberikan nasihat secara tegas.Hal ini juga dianggap ampuh untuk membuat Si Kecil berperilaku baik dan tidak membuat onar di depan umum.

5. Berbicara pada diri sendiri untuk meredam amarah

Tips agar tidak mudah marah pada anak lainnya adalah berbicara pada diri sendiri. Cobalah untuk mengatakan, "Aku tidak akan marah terhadap perilaku buruk anak. Aku akan menahan diri dan menarik napas dalam-dalam." Hal ini dipercaya bisa meredam amarah sehingga Anda tidak menyesal setelah memarahi anak.

6. Kenali apa yang dapat memicu amarah pada diri Anda

Cara mengendalikan emosi pada anak dapat dilakukan dengan mengenali apa yang memicu amarah pada diri Anda. Cobalah tanya kepada diri sendiri, apa yang dapat membuat Anda marah?Jika Anda sudah tahu pemicunya, diharapkan ke depannya Anda bisa mencari strategi untuk meredam amarah tersebut.Cara mengendalikan emosi pada anak yang satu ini juga akan membantu Anda mencari tahu di mana titik kelemahan pada diri Anda.

7. Bermeditasi untuk mencari ketenangan dalam diri

Bermeditasi dianggap sebagai cara menahan emosi pada anak yang efektif. Selain meredam amarah, metode relaksasi ini juga bisa membantu Anda untuk menghadapi situasi stres, mengasah kesabaran, hingga meningkatkan toleransi.

8. Peluklah anak

Di saat orangtua marah dan tidak mampu meredam emosinya, peluklah anak dengan penuh kasih sayang.Pelukan dipercaya sebagai komunikasi nonverbal yang dapat membuat anak merasakan cinta dan kepedulian dari orangtuanya. Inilah alasan mengapa pelukan dipercaya sebagai cara meredam emosi pada anak yang efektif.Sentuhan fisik yang lembut dan penuh kasih sayang ini juga bisa membuat anak menyadari kesalahannya dan berusaha untuk memperbaikinya. Ditambah lagi, pelukan juga bisa memperkuat hubungan antara Anda dan anak.

9. Meminta bantuan psikolog

Jika berbagai tips agar tidak mudah marah pada anak di atas tidak berhasil juga, mungkin sudah saatnya mengunjungi psikolog untuk meminta bantuan.Saat Anda datang ke psikolog, beri tahu mereka bahwa Anda tidak mampu menahan amarah kepada anak. Psikolog juga bisa menjadi pendengar yang baik dari masalah-masalah yang Anda ceritakan kepadanya.  Dengan bercerita kepada ahlinya, Anda akan dibantu untuk bisa mengontrol emosi sehingga terhindar dari perasaan menyesal setelah memarahi anak.

Catatan dari SehatQ

Menyesal setelah memarahi anak tentunya menjadi perasaan yang tidak diinginkan oleh setiap orangtua. Oleh karena itu, cobalah lakukan berbagai tips agar tidak mudah marah pada anak di atas untuk meredam emosi yang bergejolak.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
tips parentingparenting stressmanajemen amarahgaya parenting
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/how-to-control-anger-with-kids-10-anger-management-techniques-for-parents/
Diakses pada 25 Maret 2021
Empowering Parents. https://www.empoweringparents.com/article/calm-parenting-get-control-child-making-angry/
Diakses pada 25 Maret 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/meditation/in-depth/meditation/art-20045858
Diakses pada 25 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait