Ini Perawatan Behel yang Benar agar Gigi Rapi Maksimal


Perawatan behel yang benar bisa meminimalisir bahaya pemakaian kawat gigi. Cara merawat behel gigi salah satunya menggunakan benang gigi, hingga rutin berkonsultasi ke dokter. Kawat gigi yang dirawat dengan baik akan membuat gigi tersusun rapi dan tetap sehat.

0,0
31 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Beragam cara jitu perawatan behel gigi agar selalu bersih dan sehatRajin sikat gigi dan berkumur dengan mouthwash berbahan flouride bebas alkohol adalah cara merawat kebersihan behel dan gigi yang baik.
Anda yang menggunakan behel gigi idealnya harus memperhatikan cara merawat kawatnya yang benar. Perawatan behel yang tepat menjaga alat tersebut tidak mudah terlepas dan gigi tetap sehat.
Cara merawat kawat gigi yang baik harus meliputi semua aspek. Mulai dari memastikan kebersihan rongga mulut hingga, mengatur asupan makanan, untuk menghindari kerusakan pada gigi yang dipasangi kawat.

Perawatan behel pada gigi

merawat behel
Rutin kontrol ke dokter gigi adalah salah satu cara merawat behel yang tepat
Komponen-komponen yang dipasang di gigi seperti kawat, karet, maupun bracket, dapat menjadi tempat berkumpulnya plak. Oleh karena itu, bagi para pengguna kawat gigi, kebersihan rongga mulut sangatlah penting untuk dijaga. Agar kawat gigi yang Anda gunakan tidak berubah warna, bentuk, maupun merusak gigi, berikut perawatan gigi behel yang perlu dilakukan:

1. Gunakan benang gigi (dental floss)

Kawat gigi membuat beberapa bagian gigi menjadi sulit dijangkau sikat gigi.Guna menyiasati hal ini, gunakanlah benang gigi untuk membersihkan sisa makanan pada tempat-tempat yang sulit dijangkau.Bersihkanlah sela-sela gigi atau di celah-celah kecil antara gigi dan kawat.

2. Sesuaikan cara menyikat gigi

Pengguna kawat gigi disarankan untuk menyikat gigi menggunakan sikat berbulu lembut.Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, dan sikatlah gigi dengan gerakan memutar kecil. Sikatlah gigi setidaknya selama 2 menit saat pagi hari dan setelah makan, agar sisa makanan serta plak tidak menumpuk di sela-sela kawat.Sikat gigi secara perlahan dan jangan gosok kencang-kencang sebagai cara merawat behel agar tidak cepat rusak.

3. Jaga asupan makanan

Komplikasi penggunaan kawat gigi yang paling umum adalah gigi berlubang.Maka dari itu, dikutip dari Dental Health, Anda disarankan untuk menghindari camilan maupun minuman yang banyak mengandung gula.Perbanyak asupan rendah gula dan hindari makanan yang keras serta renyah, karena dapat merusak kawat gigi.

4. Kumur dengan obat kumur (mouthwash)

Cara merawat gigi behel agar tidak kuning salah satunya dengan menggunakan obat kumur. Jika menyikat gigi sehabis makan siang dirasa sulit, Anda bisa menggunakan larutan kumur berbahan fluoride yang bebas alkohol.Konsultasikan dengan dokter, agar Anda mendapatkan instruksi dan rekomendasi yang tepat.5. Rutin kontrol ke dokter gigiMeski sudah melakukan berbagai cara untuk merawat behel, gigi, bisa saja hal-hal tidak terduga seperti lepasnya bracket, karet, maupun kawat yang terasa menusuk ke gusi, terjadi sewaktu-waktuMaka itu, Anda disarankan untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter, dan menjaga kawat gigi maupun rongga mulut tetap sehat.

Cara mengatasi behel gigi yang rusak

masalah behel rusak
Jika ada bagian behel yang rusak, ada beberapa cara untuk mengatasinya
Ketika kawat gigi Anda mengalami kerusakan, segera hubungi dokter gigi untuk menjalani pemeriksaan sekaligus memperbaiki kerusakan yang terjadi.Namun, apabila hal tersebut belum bisa dilakukan dengan segera, Anda bisa melakukan langkah perawatan behel di bawah ini sebagai solusi sementara.

1. Bracket lepas

Bracket adalah bagian dari kawat gigi berbentuk kotak yang menempel di permukaan gigi.Jika bracket gigi Anda lepas, gunakan lilin khusus kawat gigi, agar bracket tidak melukai jaringan lunak seperti gusi, lidah, ataupun pipi bagian dalam.

2. Karet atau cincin di gigi geraham lepas

Jika karet atau cincin yang ditempatkan di gigi geraham pada kawat gigi Anda terlepas, jangan mencoba memasangnya sendiri.Komponen tersebut hanya bisa dipasang kembali oleh dokter gigi.

3. Kawat terlepas atau patah

Ujung kawat yang tajam jika terlepas atau patah dapat melukai rongga mulut.Guna mengatasinya sementara waktu, Anda bisa menggunakan lilin khusus kawat gigi atau memindahkan ujungnya yang tajam dengan menggunakan potongan penghapus pensil.

Bahaya memakai behel yang perlu diwaspadai

Perawatan gigi behel perlu dilakukan dengan baik, karena memasang kawat behel pada gigi merupakan hal berisiko yang dapat membahayakan jika tidak dilakukan dengan benar.Beberapa bahaya memakai behel yang perlu diketahui adalah:

1. Makanan lebih mudah menyangkut

Ketika seseorang menggunakan behel, makanan jadi lebih mudah nyangkut di sela antara behel dan permukaan gigi. Selain itu, sela-sela antara gigi juga semakin sulit untuk dibersihkan karena tertutup oleh behel.Hal ini membuat gigi menjadi lebih mudah kotor dan berisiko lebih tinggi terjadi penumpukan plak. Plak yang dibiarkan menumpuk bisa menjadi cikal bakal gigi berlubang dan karang gigi. Itu sebabnya, pengguna behel perlu usaha ekstra dalam menjaga kebersihan gigi mereka.

2. Mengikis lapisan terluar gigi

Bahaya memakai behel berikutnya adalah terkikisnya lapisan terluar gigi yang disebut enamel. Meski demikian, bukan kawat gigi yang memicu proses pengikisan ini. Justru, pengikisan ini bisa terjadi apabila ada penumpukan plak dan sisa makanan di gigi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perawatan behel yang benar.

3. Menyebabkan masalah gusi

Pengguna kawat gigi juga lebih rentan mengalami masalah gusi. Lagi-lagi, hal ini dipicu ketika seseorang tidak menjaga kebersihan gigi dan mulutnya dengan baik saat memakai behel. Plak yang menempel bisa membuat gusi mengalami peradangan hingga terlihat bengkak dan memerah.

4. Panjang akar gigi berkurang

Bahaya memakai behel jangka panjang adalah berkurangnya panjang akar gigi. Kondisi ini dinamakan resorpsi akar gigi dan terjadi secara alami sebagai salah satu cara gigi agar bisa bergerak.Berkurangnya panjang akar gigi umumnya tidak akan menjadi masalah yang serius. Kondisi ini, baru akan menimbulkan masalah jika resorpsi yang terjadi cukup banyak, menyebabkan gigi menjadi goyang dan pada kondisi yang parah, gigi bisa lepas dengan sendirinya.Namun hal tersebut sangat jarang terjadi. Kalaupun ada, resorpsi gigi yang parah biasanya terjadi pada orang yang tidak merawat behelnya dengan baik, jarang kontrol, dan tidak melepas behelnya selama bertahun-tahun meski perawatan sudah tidak rutin dijalani.   

5. Berisiko gigi menjadi tidak rapi (relapse)

Bahaya memakai behel yang sama sekali tidak diharapkan adalah kemungkinan gigi kembali berantakan. Hal ini terjadi ketika seseorang tidak mengikuti instruksi dari dokter gigi, terutama setelah behel dilepas. Contohnya jika tidak memakai retainer gigi dengan rutin setelah perawatan,maka posisi gigi bisa kembali berantakan.

6. Menimbulkan reaksi alergi

Meskipun jarang, tetap saja ada kemungkinan mengalami reaksi alergi karena karet lateks maupun metal yang digunakan dalam kawat gigi. Biasanya, hal ini lebih rentan dialami anak-anak. Untuk itu, sampaikan kepada dokter gigi tentang riwayat alergi anak Anda sebelum memutuskan memakai behel.

7. Ankylosis

Pada kondisi normal, gigi tertanam di dalam tulang rahang. Meski keras, namun gigi yang tertanam di dalam tulang rahang masih bisa bergerak karena akan ada proses biologis yang menyesuaikan.Namun, beda cerita jika gigi Anda mengalami ankylosis. Pada gigi yang mengalami ankylosis, ia tidak lagi tertanam di dalam tulang rahang, namun sudah menyatu menjadi satu kesatuan. Sehingga, gigi tersebut tidak lagi bisa bergerak meski telah dipasang kawat.Biasanya, kondisi ini terjadi pada gigi yang sudah pernah lepas dari soketnya lalu ditanam kembali (reimplantasi). Prosedur ini biasanya dilakukan saat gigi lepas akibat benturan keras yang tiba-tiba, seperti jatuh atau kecelakaan.Baca juga: Cari Sikat Gigi Behel? Simak Cara Pilih dan Rekomendasi Mereknya

Pesan dari SehatQ

Agar tujuan penggunaan kawat gigi dapat tercapai dengan baik dan bahayanya bisa dihindari, maka perawatan behel dan rongga mulut haruslah senantiasa dijalankan secara rutin.Selalu konsultasikan dengan dokter gigi apabila timbul keluhan soal gigi atau pertanyaan terkait cara merawat behel yang tepat.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter seputar perawatan behel, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kesehatan gigikesehatan mulutsakit gigigigi berlubang
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/care-of-braces-retainers#2
Diakses pada Maret 2019
British Orthodontic Society. https://www.bos.org.uk/Portals/0/Public/docs/General%20Guidance/Final%20version%20of%20Better%20teeth%20for%20life.pdf
Diakses pada Maret 2019
Oral Health Foundation. https://www.dentalhealth.org/living-with-my-brace
Diakses pada Maret 2019
NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/orthodontics/
Diakses pada Maret 2019
 Review by dr. Reni
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait