Tips Meningkatkan Kualitas Udara yang Dapat Anda Lakukan

Kualitas udara dipengaruhi oleh banyaknya polusi udara
Polusi udara dapat membawa pengaruh buruk terhadap kualitas udara

Tahukah Anda bahwa lebih dari 7 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat polusi udara? Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan kualitas udara yang buruk memang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari asma hingga hingga kanker paru-paru.

Kualitas udara dikatakan buruk bila mengandung partikel dan gas beracun di dalamnya. Emisi gas buang kendaraan, asap buangan pabrik, debu, hingga spora lumut yang beterbangan di udara dapat digolongkan sebagai partikel yang memengaruhi kualitas udara di lingkungan.

Polusi udara tidak hanya terjadi di luar ruangan, namun juga di dalam ruangan dengan efek yang sama buruknya. Semua orang bisa terpapar polusi udara, namun pihak yang paling rentan mengalami penyakit akibat kualitas udara yang buruk ini adalah orang lanjut usia dan anak-anak.

Menjaga kualitas udara tetap baik

Menghirup udara yang bersih bukan hanya dilakukan dengan menanam lebih banyak pohon. Lebih dari itu, ada banyak hal-hal kecil yang dapat Anda kerjakan untuk menjaga kualitas udara tetap baik, yaitu:

  • Minimalisir penggunaan kendaraan bermotor pribadi

Mobil pribadi dan truk merupakan penyumbang terbesar dari polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor. Oleh karena itu, berkurangnya jumlah orang yang membawa kendaraan pribadi otomatis akan membantu menjaga kualitas udara agar tetap baik.

Idealnya, Anda sebaiknya beralih menggunakan moda transportasi tanpa polusi, seperti sepeda atau bahkan berjalan kaki. Tetapi jika hal ini tidak memungkinkan, Anda dapat mengombinasikan penggunaan kendaraan pribadi dengan transportasi umum, misalnya naik motor ke stasiun, kemudian beralih ke kereta commuter.

  • Gunakan kendaraan yang ramah lingkungan

Tidak memungkinkan juga untuk menggunakan moda transportasi publik? Alternatif lain ialah menggunakan kendaraan pribadi yang ramah lingkungan, misalnya green car atau bahkan mobil yang tidak menghasilkan emisi sama sekali.

  • Gunakan produk rumahan yang tidak mencemari udara

Beberapa produk yang sering digunakan di rumah juga berpotensi mencemari udara, misalnya cat tembok. Pilihlah cat yang berbahan dasar air serta berlabel ‘zero VOC’ dan gunakan kuas untuk mengaplikasikannya ke tembok dibanding memakai penyemprot cat.

  • Jangan membakar sampah

Membakar sampah juga akan menghasilkan gas buang yang membuat kualitas udara memburuk. Anda pun dapat mengimbanginya dengan lebih banyak menggunakan bahan yang dapat didaur ulang. Langkah ini sekaligus dapat mengurangi timbunan sampah yang ada di lingkungan.

  • Jangan merokok

Salah satu faktor yang memperburuk kualitas udara di dalam ruangan adalah asap rokok. Oleh karena itu, hentikan merokok sehingga polusi di dalam ruangan tidak terlalu pekat.

Masalah kesehatan yang terjadi akibat kualitas udara buruk

Bukan rahasia lagi bahwa kualitas udara yang buruk akan menghasilkan berbagai masalah kesehatan pada manusia. Organ tubuh yang paling terdampak oleh polusi udara ini adalah paru-paru, meski Anda juga bisa mengalami penyakit yang berhubungan dengan kulit, mata, maupun organ tubuh lainnya.

WHO mencatat terdapat beberapa penyakit mungkin muncul saat kualitas udara buruk, yaitu:

Kualitas udara yang buruk juga dapat memperburuk kondisi kesehatan tertentu, seperti asma dan penyakit paru-paru kronis. Dalam jangka panjang, polusi udara di dalam maupun luar ruangan juga dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, terutama pada anak-anak dan lanjut usia.

Untuk menghindari efek buruk ini, Anda pun dapat melakukan langkah pencegahan agar tidak terpapar polusi udara. Hal kecil yang dapat Anda lakukan, misalnya tidak berjalan kaki di tengah lalu lintas yang padat dan berolahraga di lingkungan yang tidak banyak dilalui oleh kendaraan bermotor.

WHO. https://www.who.int/health-topics/air-pollution#tab=tab_1
Diakses pada 31 Maret 2020

WHO. https://www.who.int/airpollution/news-and-events/how-air-pollution-is-destroying-our-health
Diakses pada 31 Maret 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/airpollution.html
Diakses pada 31 Maret 2020

City of Riverside. https://riversideca.gov/publicworks/air/pdf/50-ways.pdf
Diakses pada 31 Maret 2020

Air Now. https://airnow.gov/index.cfm?action=aqi_brochure.index
Diakses pada 31 Maret 2020

Artikel Terkait