Waspada KLB DBD, Ini Dia Cara Menghindari Gigitan Nyamuk DBD

Tips Ini untuk Menghindari Gigitan Nyamuk DBD!
Gigitan Nyamuk DBD harus dihindari

Pernyataan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengenai waspada KLB (Kejadian Luar Biasa) demam berdarah dengue (DBD) perlu Anda antisipasi. Salah satu caranya adalah dengan menjaga diri dan keluarga Anda dari paparan gigitan nyamuk DBD yang berpotensi menyebarkan penyakit mematikan ini. 

Cara Menghindari Gigitan Nyamuk DBD

Sebenarnya ada empat cara sederhana untuk melakukannya, yaitu menutupi tubuh, menggunakan obat nyamuk, menjaga diri tetap berada di dalam ruangan, serta membasmi tempat-tempat di mana nyamuk DBD berkembang biak.

1. Pilih Pakaian Yang Tepat

Hal termudah yang membuat nyamuk datang dan menggigit tubuh manusia adalah paparan kulit yang terbuka dan tidak tertutup pakaian. Itulah sebabnya, menggunakan pakaian yang tertutup adalah langkah awal untuk menghindari gigitan nyamuk yang berpotensi menyebarkan DBD. Jadi pastikan untuk selalu mengenakan topi, kemeja lengan panjang, dan celana panjang saat Anda pergi ke luar rumah.

Anda juga dapat melakukan langkah pencegahan yang lebih jauh dengan menggunakan obat serangga sintetis seperti permethrin pada pakaian. Bahkan, beberapa pakaian juga sudah memiliki kandungan obat tersebut sehingga saat Anda memakainya tidak akan ada serangga yang mendekat. Hal ini penting, khususnya bagi Anda yang gemar berkemah atau rutin melakukan olahraga di luar ruangan.

Pakaian yang dilengkapi dengan permethrin dapat tetap protektif setelah melalui beberapa kali pencucian. Meskipun begitu, tetap pastikan untuk memeriksa informasi produk agar dapat mengetahui berapa lama perlindungan akan bertahan. Ingat, permethrin hanya obat yang dipakai pada pakaian, bukan kulit Anda.

2. Memilih dan Menggunakan Obat Nyamuk

Selanjutnya, gunakan pula lotion atau krim antiserangga pada bagian kulit yang terbuka agar tidak digigit nyamuk. Dalam memilih dan menggunakan obat nyamuk, pastikan untuk selalu membaca dan memahami petunjuk penggunaan obat tersebut agar hasilnya dapat efektif dalam melindungi diri dari gigitan nyamuk DBD. Hal ini penting, khususnya untuk anak-anak dan wanita hamil.

Saat Anda memilih obat anti serangga untuk diterapkan pada kulit Anda, pastikan untuk mencari kandungan bahan aktif DEET atau picaridin. DEET dan picaridin memberikan perlindungan terbaik terhadap gigitan nyamuk, biasanya DEET adalah bahan yang paling mudah ditemukan dalam obat anti nyamuk.

Dokter kulit Melissa Piliang, MD, merekomendasikan penggunaan DEET. Menurutnya, konsentrasi DEET cenderung lebih tinggi sehingga dapat memberi Anda perlindungan yang lebih tahan lama jika Anda tinggal di luar dalam waktu yang lama.

Produk dengan DEET biasanya menawarkan formula berbeda, yaitu mengandung 5 persen hingga 100 persen bahan kimia. Khasiatnya, Anda akan memperoleh sekitar 90 menit hingga 10 jam perlindungan. Pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan produk.

Nyamuk biasanya akan semakin aktif di waktu senja hingga pagi hari, jadi Dr. Piliang menekankan bahwa Anda sangat dianjurkan untuk menerapkan obat nyamuk setiap kali Anda pergi selama jam-jam itu. Namun, di sebagian besar wilayah, nyamuk juga dapat menggigit pada siang hari, jadi oleskan setiap kali Anda akan pergi ke luar untuk waktu yang lama. Jika Anda berkeringat atau basah, Anda mungkin perlu menggunakannya ulang.

Selain itu, ingat pula bahwa obat pengusir serangga hanya perlu digunakan pada kulit yang terpapar dan tidak tertutup pakaian. Jadi, berkonsentrasilah pada bagian pergelangan kaki, kaki, leher, telinga, dan lengan Anda. Jangan semprotkan obat nyamuk pada kulit yang tertutup pakaian.

Untuk pengaplikasian obat nyamuk pada wajah, jangan langsung menyemprotkannya ke wajah. Anda dapat menyemprotkannya dulu ke tangan, kemudian baru diratakan ke wajah. Ingat, hindari bagian mata dan mulut saat memakai obat nyamuk pada wajah. Apabila Anda juga menggunakan tabir surya, oleskan tabir surya sebelum menerapkan penolak serangga. Jangan lupa pula untuk membersihkan obat nyamuk setelah Anda tidak lagi beraktivitas di luar ruangan.

3. Kurangi Aktivitas di Tempat yang Berisiko

Selanjutnya, cara mudah untuk menghindari gigitan nyamuk adalah dengan tetap berada di dalam ruangan dengan AC atau di tempat yang dilengkapi dengan kasa atau jaring-jaring pada jendela dan pintu. Dengan begitu, nyamuk dan serangga lain tidak akan masuk dan ruangan menjadi bebas dari ancaman DBD.

Akan tetapi, jika Anda tinggal di rumah yang tidak memiliki AC atau jaring-jaring di pintu dan jendela, pastikan untuk selalu menggunakan obat antinyamuk dan tidurlah di dalam kelambu. Kelambu nyamuk adalah solusi tepat untuk melindungi diri dari paparan gigitan nyamuk, khususnya jika Anda sering pergi traveling ke alam terbuka.

4. Bersihkan Area di Sekitar Rumah

Terakhir, jangan lupa untuk selalu mencegah nyamuk berkembang biak di halaman rumah Anda. Nyamuk bertelur di genangan air, jadi pastikan untuk selalu membersihkan genangan air yang berada di sekitar rumah. Jangan lupa pula untuk selalu menguras bak mandi setidaknya 3 hari sekali.

Perhatikan pula segala jenis wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, seperti wadah tempat minum hewan pelihataan, tong sampah, ember, pot bunga, peralatan bermain, dan benda apa pun yang mengumpulkan air. Untuk membasmi nyamuk yang suka berkeliaran di tong sampah, jangan lupa untuk menyemprotkan tong sampah Anda secara teratur menggunakan insektisida.

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/can-best-protect-mosquito-bites/
Diakses pada Januari 2019

CDC. https://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2018/the-pre-travel-consultation/protection-against-mosquitoes-ticks-other-arthropods
Diakses pada Januari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed