logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Memahami Apa Itu Slow Learner, Ciri-ciri, dan Cara Mengatasinya

open-summary

Slow learner adalah anak-anak yang kecerdasannya di bawah rata-rata. Penyebabnya beragam, seperti faktor keturunan hingga trauma psikis. Untuk mengatasinya, orangtua bisa mencoba permainan kreatif dalam belajar hingga melibatkan teman-temannya.


close-summary

3.67

(3)

8 Apr 2022

| Ade Irawan

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Anak yang slow learner sulit dalam mempelajari sesuatu

Anak yang slow learner mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan berhitung

Table of Content

  • Apa itu slow learner?
  • Mengenal tanda-tanda slow learner
  • Penyebab anak mengalami slow learner
  • Tips menghadapi anak slow learner
  • Catatan dari SehatQ

Sebagian anak dapat mengalami masalah dalam mempelajari informasi baru. Meski terlihat normal, mereka membutuhkan lebih banyak waktu ketimbang anak-anak lain pada umumnya. Kondisi yang dikenal sebagai slow learner ini berpotensi menimbulkan kesenjangan dan berdampak buruk pada penderitanya.

Advertisement

Jika Anda khawatir si kecil mengalaminya, Anda dianjurkan untuk memahami ciri-ciri anak slow learner, kemungkinan penyebab, hingga langkah-langkah untuk beradaptasi dengannya.

Apa itu slow learner?

Dikutip dari kamus American Psychological Association (APA), slow learner adalah anak-anak yang kecerdasannya di bawah rata-rata.

Istilah slow learner juga sering disematkan secara tidak tepat untukanak-anak dengan disabilitas intelektual ringan dan anak-anak yang perkembangan intelektualnya lambat

Walaupun demikian, anak slow learner tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok dari segi fisik, sosial, dan emosionalnya. Mereka pun kerap ditempatkan di kelas yang sama dengan anak-anak lainnya.

Dilansir dari School Psychologist Files, slow learner adalah istilah untuk mendeskripsikan seorang anak yang memiliki keterampilan akademik memadai untuk belajar, tetapi pada tingkat dan kedalaman di bawah rata-rata dari anak-anak sebayanya.

Kebalikan dari slow learner adalah fast learner. Lantas, apa perbedaan di antara keduanya?

Fast learner artinya adalah seseorang yang memiliki keterampilan untuk menjadi pemikir strategis dan pendengar yang baik sehingga bisa diaplikasikan untuk belajar dan menyerap informasi dengan cepat.

Mengenal tanda-tanda slow learner

Anak yang slow learner bisa kesulitan dalam mempelajari sesuatu. Mereka juga mengalami hambatan dalam menguasai suatu keterampilan sampai mahir.

Gangguan ini umumnya mempengaruhi kerja otak dalam melakukan keterampilan verbal dan nonverbal.

Berikut adalah ciri-ciri kesulitan belajar yang bisa dialami anak slow learner:

1. Keterampilan membaca

Beberapa pakar menyebut anak yang lambat dalam menunjukkan kemampuan membaca mengalami disleksia.

Dalam kasus ini, anak mungkin kesulitan dalam memahami dan mengingat kata yang dibaca. Bisa juga mereka mengalami kesulitan memilih huruf yang tepat untuk disebutkan atau mengombinasikannya dalam sebuah kata atau kalimat.

Jika keterampilan membaca sudah bisa dikuasai, anak-anak slow learner tetap menemukan kesulitan dalam beberapa hal, misalnya:

  • Ejaan dari beberapa kosakata baru
  • Membaca dalam kecepatan biasa
  • Memahami apa yang mereka baca
  • Mengingat apa yang mereka baca
  • Mampu membuat kesimpulan dari yang mereka baca.

2. Keterampilan menulis

Selain membaca, slow learner juga dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam menulis. Pasalnya, menulis merupakan keterampilan yang lebih kompleks dibanding membaca.

Anak butuh menghubungkan sensor motorik mereka dalam melihat, memproses informasi, lalu menuangkannya dalam kata-kata.

Ciri-ciri kesulitan belajar ini dapat dilihat dari beberapa hal, di antaranya:

  • Kesulitan dalam menuangkan pikiran ke dalam tulisan
  • Menulis dengan lambat
  • Tulisan tangan yang sulit dibaca
  • Teks yang sulit dipahami
  • Tata bahasa, tanda baca, dan ejaan yang membingungkan.

3. Keterampilan berhitung

Anak slow learner mengalami kesulitan dalam berhitung
Anak yang slow learner kesulitan menghitung penjumlahan dan pengurangan

Salah satu keterampilan dasar yang mungkin sulit dikuasai anak slow learner adalah berhitung. Kesulitan tersebut dapat menyebabkan mereka mengalami:

  • Kesulitan memahami angka dan urutannya
  • Kesulitan menghitung dalam sistem penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian
  • Kesulitan menggunakan simbol dalam matematika
  • Kesulitan memecahkan masalah yang butuh hitung-hitungan di dalamnya
  • Kesulitan menghafal kalkulasi dasar.

4. Keterampilan nonverbal

Ciri-ciri anak slow learner juga bisa dilihat dari keterampilan nonverbalnya. Anak dengan gangguan belajar ini juga mengalami masalah dalam mengartikan informasi nonverbal lainnya.

Mereka bisa saja kesulitan menghafal sesuatu, mengetahui letak benda, berinteraksi dengan lingkungan, dan keterampilan lain yang dibutuhkan dalam kehidupan sosial.

Anak-anak dengan kesulitan belajar ini biasanya dapat mengalami kesulitan dalam sejumah hal, seperti:

  • Mengoordinasikan anggota tubuh dengan baik
  • Menangkap isyarat nonverbal, seperti ekspresi wajah atau bahasa isyarat lainnya
  • Menggunakan pilihan kata yang tepat
  • Melakukan keterampilan motorik halus
  • Memberikan perhatian pada sesuatu
  • Memahami bacaan atau omongan yang disebutkan oleh orang lain

Penyebab anak mengalami slow learner

Slow learner tidak terjadi dengan sendirinya pada anak. Berikut adalah sejumlah faktor yang dapat menjadi penyebab slow learner pada anak.

1. Faktor keturunan

Keturunan termasuk salah satu kemungkinan penyebab anak lambat belajar.

Jika Anda termasuk salah satunya, cobalah untuk mengantisipasi kemungkinan masalah ini terjadi pada buah hati Anda.

Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan penanganan yang tepat.

2. Gangguan saat hamil dan melahirkan

Kemungkinan penyebab slow learner lainnya adalah paparan alkohol atau obat-obatan yang bisa mengganggu perkembangan janin saat hamil.

Bukan hanya itu, kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah juga bisa menyebabkan masalah yang sama. Faktor pertumbuhan rahim yang buruk juga sering dikaitkan dengan slow learner.

3. Trauma psikis

Perlakuan buruk yang menyebabkan trauma psikis dapat membuat anak menjadi slow learner
Anak bisa mendadak menjadi slow learner akibat perlakukan buruk

Slow learner juga bisa disebabkan karena faktor eksternal. Salah satunya adalah perlakuan buruk dari orang-orang di sekitar anak.

Perlakuan buruk, apalagi jika berkelanjutan, dapat memicu trauma psikis pada anak. Faktor ini dinilai mampu mempengaruhi perkembangan otak anak.

4. Trauma fisik

Kecelakaan yang menyebabkan cedera kepala atau sistem saraf juga termasuk kemungkinan penyebab gangguan belajar anak, termasuk slow learner.

5. Paparan zat beracun

Makanan dan benda-benda yang terkontaminasi zat beracun juga dapat menjadi faktor penyebab kesulitan belajar ini. 

Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati dalam menggunakan dan mengonsumsi berbagai produk, terutama yang mengandung bahan-bahan berbahaya.

Tips menghadapi anak slow learner

Tugas Anda sebagai orangtua adalah memberikan perhatian lebih kepada anak. Kasih sayang dan cinta dari Anda lebih dibutuhkan dibandingkan dengan pola belajar keras untuk membuatnya bisa seperti anak-anak lain.

Orang yang seharusnya bekerja keras dalam menghadapi masalah ini adalah Anda. Kesabaran dan perilaku yang baik bisa membantu anak slow learner menganggap bahwa semua ini ada jalan keluarnya. Mereka akan merasa bahwa ada harapan besar yang diberikan orangtuanya.

Lakukan beberapa hal di bawah ini supaya Anda bisa beradaptasi dengan anak yang memiliki gangguan belajar seperti slow learner.

1. Meyakinkan diri sendiri

Yakinlah bawah kondisi ini bisa diatasi oleh Anda dan anak. Mungkin ada beberapa rintangan yang akan dihadapi di kehidupan sosial dan sekolah anak.

Maka dari itu, Anda perlu menemukan sekolah terbaik untuk si kecil. Di sisi lain, Anda juga perlu mengapresiasi setiap pencapaian kecil dalam perkembangan anak.

2. Cari tahu banyak hal

Mencari banyak referensi tentunya perlu Anda lakukan. Lakukan banyak riset dengan membaca berbagai buku dan artikel tentang slow learner.

Selain itu, konsultasi dengan dokter dan ahli juga dapat membantu Anda memahami masalah ini.

3. Cari jalan terbaik untuk anak

Anda mungkin harus mengulang beberapa hal sampai anak mengerti. Di sinilah, Anda harus kembali belajar untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan mereka.

Hal ini kemungkinan dapat menyebabkan Anda frustrasi untuk menemukan cara terbaik mengajari anak. Jika cara yang tepat sudah ditemukan, Anda akan menjadi orang yang paling bahagia.

4. Menularkan energi positif

Orangtua akan selalu jadi panutan anak. Untuk itu, Anda harus selalu menularkan energi positif kepada si kecil.

Tunjukkan bahwa Anda benar-benar sayang kepada anak. Terapkan juga semua yang Anda pelajari sebaik mungkin kepada mereka.

5. Perhatikan diri Anda juga

Meskipun sebagian besar waktu Anda akan dihabiskan dalam membimbing anak slow learner, Anda tidak boleh lupa untuk memperhatikan diri sendiri.

Sisihkan waktu untuk beristirahat supaya stres yang Anda rasakan bisa mereda. Sebaiknya, Anda jangan menumpuk perasaan tersebut karena dapat menular kepada anak.

6. Belajar dengan cara yang kreatif

Metode pembelajaran memiliki peranan penting dalam proses menuntut ilmu dari anak slow learner.

Supaya mereka dapat belajar dengan maksimal, cobalah gunakan metode belajar yang lebih kreatif dan menyenangkan, misalnya menggunakan permainan atau belajar di alam bebas.

7. Melibatkan teman-teman sebayanya

Terkadang, anak-anak slow learner dapat dipandang sebelah mata oleh teman-teman di kelasnya. Dalam kasus yang lebih parah, bisa saja beberapa temannya melakukan bullying atau perundungan.

Jika ini kasusnya, orangtua disarankan untuk bekerjasama dengan guru untuk mensosialisasikan kondisi slow learner kepada teman-teman anak.

Mintalah mereka untuk berempati agar anak slow learner bisa merasa didukung dan akhirnya belajar secara maksimal di sekolah.

Baca Juga

  • Memahami Plastisitas Otak untuk Optimalkan Kecerdasan Anak
  • Memahami Fungsi Bimbingan Konseling di Sekolah yang Penting
  • Mengenal Fun Learning, Metode Belajar yang Menyenangkan untuk Anak

Catatan dari SehatQ

Slow learner bisa terjadi pada anak karena keturunan, gangguan sewaktu dalam kandungan, hinga perlakuan buruk.

Untuk mengatasi masalah ini, Anda harus bekerja keras dalam membimbing anak. Anda dituntut untuk lebih banyak belajar dalam menghadapi anak yang mengalami gangguan slow learner.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar slow learner dan gangguan belakar, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

tips mendidik anakanak sekolahmembesarkan anak

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved