Tips Menghadapi Anak Slow Learner agar Sukses dalam Belajar


Slow learner adalah sebutan untuk anak yang sulit mempelajari sesuatu, baik itu akademis maupun keterampilan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor keturunan maupun faktor lingkungan ketika berada dalam kandungan.

(0)
10 Mar 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Anak yang slow learner sulit dalam mempelajari sesuatuAnak yang slow learner mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan berhitung
Sebagian anak bisa mengalami masalah dalam mempelajari suatu informasi yang baru. Mereka sering disebut juga sebagai slow learner hingga menimbulkan adanya kesenjangan dengan anak-anak pada umumnya. Dalam hal ini, orangtua perlu aktif untuk mencari tahu tanda-tanda anak adalah seorang slow learner serta langkah untuk beradaptasi dengannya.

Mengenal tanda-tanda slow learner

Anak yang slow learner sulit dalam mempelajari sesuatu. Hal ini juga menghambat si Kecil menguasai satu keterampilan sampai mahir. Gangguan ini umumnya akan memengaruhi kerja otak dalam melakukan keterampilan verbal dan nonverbal.Berikut hal-hal yang sering terjadi pada anak slow learner dalam beberapa keterampilannya:

1. Keterampilan membaca

Beberapa pakar menyebut anak yang lambat dalam menunjukkan kemampuan membaca mengalami disleksia. Dalam kasus ini, anak mungkin akan kesulitan dalam memahami dan mengingat kata yang dibaca. Bisa juga mereka mengalami kesulitan memilih huruf yang tepat untuk disebutkan atau mengombinasikannya dalam sebuah kata atau kalimat.Jika keterampilan membaca sudah bisa dikuasai, anak-anak slow learner tetap menemukan kesulitan dalam beberapa hal, misalnya:
  • Ejaan dari beberapa kosakata baru
  • Membaca dalam kecepatan biasa
  • Memahami apa yang mereka baca
  • Mengingat apa yang mereka baca
  • Mampu membuat kesimpulan dari yang mereka baca

2. Keterampilan menulis

Selain membaca, slow learner juga akan memengaruhi kemampuan anak dalam menulis. Pasalnya, menulis merupakan keterampilan yang lebih kompleks dibanding membaca. Anak butuh menghubungkan sensor motorik mereka dalam melihat, memproses informasi, lalu menuangkannya dalam kata-kata.Tanda pada anak yang mengalami slow learner bisa terlihat dari beberapa hal, sebagai berikut:
  • Kesulitan dalam menuangkan pikiran ke dalam tulisan
  • Menulis dengan lambat
  • Tulisan tangan yang sulit dibaca
  • Teks yang sulit dipahami
  • Tata bahasa, tanda baca, dan ejaan yang membingungkan

3. Keterampilan berhitung

Anak slow learner mengalami kesulitan dalam berhitung
Anak yang slow learner kesulitan menghitung penjumlahan dan pengurangan
Salah satu keterampilan dasar yang mungkin sulit dikuasai oleh anak slow learner adalah berhitung. Kesulitan tersebut akan membuat anak-anak slow learner mengalami:
  • Kesulitan memahami angka dan urutannya
  • Kesulitan menghitung dalam sistem penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian
  • Kesulitan menggunakan simbol dalam matematika
  • Kesulitan memecahkan masalah yang butuh hitung-hitungan di dalamnya
  • Kesulitan menghafal kalkulasi dasar

4. Keterampilan nonverbal

Anak dengan gangguan belajar juga akan mengalami masalah dalam mengartikan informasi nonverbal lainnya. Mereka mungkin akan kesulitan menghafal sesuatu, mengetahui letak benda, berinteraksi dengan lingkungan, dan keterampilan lain yang dibutuhkan dalam kehidupan sosial.Biasanya, anak-anak tersebut akan mengalami kesulitan dalam beberapa hal, seperti yang ada di bawah ini:
  • Mengoordinasikan anggota tubuh dengan baik
  • Menangkap isyarat nonverbal, seperti ekspresi wajah atau bahasa isyarat lainnya
  • Menggunakan pilihan kata yang tepat
  • Melakukan keterampilan motorik halus
  • Memberikan perhatian pada sesuatu
  • Memahami bacaan atau omongan yang disebutkan oleh orang lain

Penyebab anak mengalami slow learner

Tentunya, gangguan ini tidak terjadi dengan sendirinya. Ada penyebab yang bisa membuat anak mengalami kondisi slow learner. Berikut beberapa faktor yang menyebabkannya:

1. Faktor keturunan

Garis keturunan bisa jadi faktor pertama dari gangguan ini. Mulailah mencari solusi terbaik jika salah satu keluarga Anda mengalami slow learner.

2. Gangguan saat hamil dan melahirkan

Hal serupa bisa terjadi jika anak terpapar alkohol atau obat-obatan yang bisa mengganggu perkembangan janin saat masa kehamilan. Bukan hanya itu, kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah juga bisa menyebabkan kondisi terjadi. Faktor pertumbuhan rahim yang buruk juga sering dikaitkan dengan masalah ini.

3. Trauma psikis

Perlakuan buruk yang menyebabkan trauma psikis dapat membuat anak menjadi slow learner
Anak bisa mendadak menjadi slow learner akibat perlakukan buruk
Bisa jadi, anak tidak mengalami masalah saat dalam kandungan. Namun, anak bisa mendadak menjadi slow learner akibat perlakukan buruk yang menyebabkannya mengalami trauma psikis. Faktor ini akan memengaruhi perkembangan otak anak.

4. Trauma fisik

Kecelakaan yang menyebabkan cedera kepala atau sistem saraf juga bisa menyebabkan terjadinya gangguan belajar anak.

5. Paparan zat beracun

Makanan dan benda-benda yang tidak sengaja terkontaminasi zat beracun juga dapat menjadi faktor penyebabnya. Untuk itu, Anda juga perlu berhati-hati dalam menggunakan dan mengonsumsi berbagai produk untuk anak.

Tips menghadapi anak slow learner

Tugas Anda sebagai orangtua bukanlah menyembuhkannya, melainkan memberikan perhatian lebih kepada anak. Kasih sayang dan cinta dari orangtua lebih dibutuhkan dibanding dengan pola belajar keras untuk membuatnya bisa seperti anak-anak lainnya.Orang yang seharusnya bekerja keras dalam menghadapi masalah ini adalah Anda sebagai orangtua. Kesabaran dan perilaku yang baik bisa membantu anak dengan masalah slow learner menganggap bahwa semua ini ada jalan keluarnya. Mereka akan merasa bahwa ada harapan besar yang diberikan orang tuanya.Lakukan beberapa hal di bawah ini agar mampu beradaptasi dengan anak yang memiliki gangguan belajar:

1. Meyakinkan diri sendiri

Yakinlah bawah kondisi seperti ini bisa diatasi oleh Anda dan si Kecil. Mungkin ada beberapa rintangan yang akan dihadapi di kehidupan sosial dan sekolah anak. Anda perlu menemukan sekolah terbaik untuk anak Anda. Di sisi lain, Anda juga perlu mengapresiasi setiap pencapaian kecil dalam perkembangan anak.

2. Cari tahu banyak hal

Mencari banyak referensi tentunya perlu Anda lakukan. Lakukan banyak riset dengan membaca berbagai buku dan artikel tentang masalah ini. Selain itu, konsultasikan dengan dokter dan ahli tentang semua hal yang terkait.

3. Jadi pahlawan untuk anak

Anda mungkin harus mengulang beberapa hal sampai anak mengerti. Di sinilah, Anda harus kembali belajar untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi kepada anak. Hal ini pasti akan menyebabkan Anda sedikit frustasi untuk menemukan cara terbaik mengajari anak. Jika cara terbaik sudah ditemukan, Anda akan menjadi orang yang paling bahagia.

4. Menularkan energi positif

Orangtua akan selalu jadi panutan seorang anak. Untuk itu, Anda harus selalu menularkan energi positif kepada si Kecil. Tunjukkan bahwa Anda benar-benar sayang kepadanya dengan niat melakukan semuanya sampai sejauh ini. Terapkan juga semua yang Anda pelajari kepada si Kecil sebaik mungkin.

5. Perhatikan diri Anda juga

Saat ingin membawa sesuatu yang positif kepada orang lain, Anda sendiri harus berpikir positif. Caranya adalah dengan memerhatikan diri sendiri. Sisihkan waktu untuk beristirahat supaya kadar stres dalam diri juga turun. Sebaiknya jangan menumpuk perasaan tersebut karena pastinya akan menular ke anak.

Catatan dari SehatQ

Slow learner bisa terjadi pada anak karena garis keturunan dan gangguan sewaktu dalam kandungan. Untuk mengatasi masalah ini, orangtua harus bekerja keras dalam membimbing anak. Orang tua dituntut untuk lebih banyak belajar dalam menghadapi anak yang mengalami gangguan slow learner.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar slow learner dan gangguan belakar, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips mendidik anakanak sekolahmembesarkan anak
Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/autism-learning-disabilities/helping-children-with-learning-disabilities.htm
Diakses pada 19 Februari 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/learning-disorders/art-20046105
Diakses pada 19 Februari 2021
Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/learning-disabilities.html
Diakses pada 19 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait