Gangguan tidur pada anak dapat ditandai dengan seringnya anak mengantuk saat siang hari
Berbeda dengan orang dewasa, Anak memerlukan waktu tidur hingga 9 jam per hari

Anak-anak dan remaja membutuhkan minimal 9 jam tidur setiap malam. Oleh karena itu, perlu usaha lebih untuk menjaga pola tidur yang baik untuk menghindari mereka dari berbagai akibat gangguan tidur pada anak.

Jika anak susah tidur, maka hal ini bisa berdampak negatif terhadap perkembangan fisik, mental, dan performa mereka di sekolah. Simak berbagai masalah tidur anak lewat penjelasan di bawah ini.

Tanda-tanda Gangguan Tidur pada Anak

Segera berkonsultasi dengan dokter anak jika buah hati menunjukkan salah satu dari tanda-tanda gangguan tidur pada anak berikut:

Cara Mengatasi Anak Susah Tidur

Sejak dini, usahakan untuk menetapkan pola rutinitas jam tidur yang teratur setiap malam. Misalnya, anak-anak harus bersiap tidur jam 19.30 atau 20.00. Selain itu, simak beberapa tips yang bisa membantu mengatasi masalah tidur anak berikut:

1. Berolahraga Teratur dan Konsumsi Makanan Sehat

Jika tidak melakukan kegiatan fisik yang cukup saat siang hari, Si Kecil akan memiliki terlalu banyak energi saat malam hari sehingga anak akan sulit tidur. Sehingga, Anda disarankan untuk mengajak anak melakukan lebih banyak aktivitas saat siang hari.

Anak berusia 5 hingga 18 tahun disarankan untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit setiap harinya. Selain itu, biasakan anak untuk mengonsumsi makanan sehat dan hindari mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung kafein setelah pukul 3 sore.

2. Memiliki Jadwal Tidur yang Sama

Agar gangguan tidur pada anak dapat teratasi, salah satu langkah yang penting dilakukan adalah dengan menentukan waktu tidur dengan pola yang sama setiap hari. Rutinitas ini akan membuat anak lebih mudah tidur di malam hari.

Pastikan menjelang waktu tidur, suasana kamar ikut mendukung. Kurangi paparan lampu sehigga kamar menjadi lebih redup atau gelap. Dengan begitu, tubuh bisa menghasilkan melatonin sebagai hormon tidur alami tubuh.

3. Menggunakan Tirai Gelap

Mengatasi masalah tidur pada anak yang memiliki pendengaran sangat sensitif atau tidak bisa tidur jika cahaya terlalu terang membutuhkan trik berbeda. Anda dapat menghalangi cahaya yang masuk dengan tirai yang gelap untuk meredam pencahayaan.

4. Mencoba Aromaterapi

Para peneliti mempercayai aroma minyak atsiri seperti lavender, chamomile, cendana, melati, dan vanila bisa menenangkan tubuh dan mengatasi masalah tidur anak. Biarkan anak Anda memilih sendiri aroma yang disukai. Lalu, oleskan minyak tersebut pada bola kapas yang dimasukkan ke balik sarung bantal.

5. Mengurangi Kecemasan Anak

Gangguan kecemasan juga dapat menjadi penyebab gangguan tidur pada anak. Jika anak Anda benar-benar merasa cemas atau khawatir terhadap suatu hal, maka akan sulit baginya untuk tertidur. Cari tahu hal apa yang membuat anak menjadi cemas, lalu bantu anak mencari solusi akan hal tersebut. 

6. Membatasi Penggunaan Alat Elektronik

Layar dari alat elektronik seperti televisi, telepon genggam, maupun komputer memancarkan sinar yang dinamakan sinar biru (blue light) yang dapat menekan produksi melatonin. Hal ini dapat membuat anak menjadi tidur lebih malam dan mengurangi kualitas tidur. Karena itu, hindari penggunaan alat elektronik tersebut pada anak minimal 1 jam sebelum tidur.

7. Pertimbangkan Melatonin

Jika Anda sudah mencoba semua saran untuk mengatasi masalah tidur anak, namun belum ada hasilnya. Segera berkonsultasi dengan ahli medis atau dokter untuk mendapatkan melatonin tambahan. Bisa jadi, tubuh anak kekurangan atau tidak bisa menghasilkan melatonin secara alami agar bisa tertidur nyenyak.

Dosis melatonin untuk anak bervariasi berdasarkan usia dan ukurannya. Jadi, pastikan untuk memeriksakan buah hati ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Menangani gangguan tidur pada anak memang bukan perkara mudah. Namun, dengan menjalani 7 tips diatas, diharapkan anak akan dapat kembali tidur dengan nyenyak. Dengan tidur yang cukup, anak dapat menjalani hari dengan lebih produktif dan ceria.

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/children-sleep-problems
Diakses pada Oktober 2018

Raising Children. https://raisingchildren.net.au/toddlers/sleep/sleep-problems/sleep-problems-solutions
Diakses pada 18 Maret 2019

Australian Family Physician. https://www.racgp.org.au/afp/2015/december/sleep-problems-in-children/
Diakses pada 18 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed