Tips Mengajarkan Anak Makan Sendiri yang Bisa Dilakukan Orangtua


Belajar makan sendiri merupakan tahapan penting dalam perkembangan anak. Untuk mengajari anak makan sendiri, Anda bisa mulai dengan mengenalkan finger foods, memberikan sendok saat ia mulai tertarik, hingga membeli kursi makan khusus untuk anak.

0,0
25 Aug 2021|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Belajar makan sendiri merupakan tahapan penting dalam perkembangan anakMengajarkan anak makan sendiri dapat dilakukan dengan memberikan finger foods dan peralatan makan
Seiring bertambahnya usia, anak-anak mulai menunjukkan keinginannya untuk makan sendiri. Tanda-tanda ini dapat dimulai dari usia 8-12 bulan, di mana mereka mulai menggunakan ibu jari dan telunjuknya untuk 'bermain' dengan makanannya.Memasuki usia 13-15 bulan, anak-anak umumnya mulai bisa menggunakan sendok. Pada usia 18 bulan, mereka biasanya sudah lebih terbiasa dalam menggunakan peralatan makannya.Meski demikian, perkembangan anak makan sendiri ini tidak berlaku untuk semuanya. Ada anak yang perkembangannya lebih cepat untuk makan sendiri, ada pula yang lebih lambat.Namun, tidak ada salahnya untuk menggunakan kategori usia di atas sebagai patokan untuk memantau perkembangan si kecil.

Pentingnya melatih anak makan sendiri

Belajar makan sendiri dianggap sebagai tahapan penting dalam perkembangan anak, baik secara sosial maupun emosional. Sebab, kemampuan ini memang perlu dipelajari sebagai bekal untuk mengarungi awal masa kecilnya dan kehidupannya kelak.Selain itu, tahapan ini melibatkan berbagai aspek, seperti merasakan, meremas, hingga menjatuhkan makanan. Meski akan berantakan, tahapan ini berperan penting dalam mengembangkan keterampilan motorik halus anak, misalnya memegang sendok dengan benar.Belajar makan sendiri juga membantu anak dalam mengenal lebih banyak rasa, tekstur, bau, dan suhu makanan. Contohnya, ia akan belajar bahwa mengambil makanan yang padat seperti wortel atau pisang lebih mudah ketimbang makanan cair seperti yogurt atau susu.Dilansir dari Parents, melatih anak makan sendiri dianggap bermanfaat dalam mengajarkan dan membangun kemandirian. Ketika anak mampu makan sendiri, ia juga merespons sinyal lapar dan kenyang dengan lebih jelas.Hal ini tentunya dapat membantu Anda sebagai orangtua untuk mengetahui apakah ia sudah kenyang atau belum. Di samping itu, makanan yang dikonsumsi juga mengandung berbagai nutrisi yang ia butuhkan sehingga perkembangan dan pertumbuhannya optimal.

Tips mengajarkan anak makan sendiri

Berikut adalah sejumlah tips yang dapat membantu Anda dalam mengajarkan anak makan sendiri.

1. Mulai dengan finger foods

Finger foods adalah makanan dengan porsi kecil yang bisa dikonsumsi langsung dengan tangan. Makanan ini umumnya lunak dan bentuknya sesuai dengan mulut anak sehingga mudah dipegang dan dikonsumsi.Ketika anak mulai menunjukkan tanda-tanda untuk makan sendiri, Anda bisa memberikan finger foods yang bisa digenggam anak, misalnya buah atau sayur dalam potongan kecil. Taruh makanan dalam jangkauan anak supaya mudah diraih.Anda bisa menambahkan porsinya setelah makanan yang si kecil genggam telah habis atau dijatuhkan. Cara ini dapat mencegah banyak makanan jatuh ke lantai dari awal. Anda juga perlu menyesuaikan tekstur finger foods dengan usia anak.

2. Berikan sendok saat anak mulai tertarik

Sebagian besar anak baru bisa menggunakan sendok di usia 18 bulan. Namun, jika si kecil telah menunjukkan ketertarikan sebelum patokan usia tersebut, tidak ada salahnya untuk mulai memberikan sendok khusus anak lebih dini.Tanda-tanda ketertarikan ini dapat dilihat dari perilakunya yang kerap menggapai sendok saat Anda menyuapi anak. Berikan ia sendok tambahan supaya mulai terbiasa menggenggamnya dan tidak mengganggu Anda sewaktu menyuapi anak.Ajak anak untuk sesekali menyendok makanannya sendiri dan tingkatkan intensitasnya seiring berjalannya waktu. Ketika anak mulai mahir dalam menggunakan sendok, Anda dapat memberikan makanan yang lebih keras teksturnya, misalnya puding atau yogurt, untuk mengasah kemampuannya lebih jauh.

3. Berikan cangkir khusus bayi

Selain makan, kemampuan minum sendiri juga perlu diajarkan. Anda dapat melatih anak minum sendiri dengan memberikan cangkir plastik kecil yang mudah digenggam atau dipegang.Biarkan si kecil memainkan cangkir saat mulai dikenalkan supaya ia terbiasa. Untuk menghindari tumpah atau rumah yang berantakan, berikan sedikit air saja dalam cangkir plastik anak.Anda juga perlu mempraktikkan langsung cara menggenggam cangkir dengan tangan dihadapan anak supaya bisa ditiru. Lakukan metode ini secara konsisten di depan anak pada waktu makan bersama keluarga.

4. Usahakan untuk lebih banyak bersabar

Melatih anak makan sendiri tidak bisa dilakukan dengan instan. Proses ini membutuhkan waktu, yang artinya waktu makan anak tentunya menjadi lebih lama.Selain itu, ruangan yang digunakan untuk makan juga akan lebih berantakan, baik itu karena makanan atau cairan yang ditumpahkan anak. Kesabaran lebih dari orangtua sangat dibutuhkan di sini.Dilansir dari Parents, biarkan anak berlatih untuk makan sendiri walaupun pada akhirnya lebih banyak makanan yang berantakan daripada makanan yang masuk ke mulutnya.Untuk mencegah anak merasa frustrasi atau menyerah saat berlatih makan sendiri, Anda juga perlu memastikan bahwa waktu makan saat ini jaraknya tidak terlalu lama dari waktu makan sebelumnya sehingga anak tidak merasa terlalu lapar atau lelah.

5. Gunakan kursi makan khusus untuk anak

Jika Anda punya budget lebih, tidak ada salahnya untuk membeli kursi makan khusus anak atau high chair. Kursi makan ini umumnya dilengkapi dengan meja yang lebar sehingga bisa meminimalisir makanan jatuh ke lantai.Walaupun tidak bisa sepenuhnya mencegah berantakan, setidaknya Anda tidak perlu repot-repot mengeluarkan tenaga untuk banyak bersih-bersih setelah mengajarkan anak makan sendiri.Anda juga dapat memasangkan bib atau celemek makan pada anak untuk mengurangi makanan atau minuman tumpah ke lantai.

Hal-hal yang perlu diwaspadai saat mengajarkan anak makan sendiri

Anak tersedak
Anda perlu waspada jika anak sering tersedak saat makan
Jika anak Anda tidak menunjukkan perkembangan yang signfikan dan mengalami sejumlah kesulitan saat belajar makan sendiri, seperti:
  • Kesulitan mengunyah dan menelan
  • Kesulitan menggerakkan makanan di dalam mulutnya
  • Selalu muntah atau tersedak saat makan.
Anda perlu mewaspadai anak mengalami koordinasi mulut yang buruk atau perkembangan motorik yang terlambat. Sebaiknya bawa si kecil ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Selain itu, Anda juga patut mewaspadai terjadinya alergi atau intoleransi makanan yang dapat menyebabkan anak tidak mau makan. Jika setelah makan muncul tanda-tanda, seperti ruam, kemerahan, mengi, hidung berair, lingkaran di bawah mata, hingga bibir bengkak, sebaiknya Anda juga konsultasikan masalah ini ke dokter anak.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
nutrisi anakperkembangan anak
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/independent-eating-in-young-children/
Diakses pada 18 Agustus 2021
Parents. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/growth/when-do-toddlers-start-self-feeding/
Diakses pada 18 Agustus 2021
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/toddlers/nutrition-fitness/family-meals/learning-to-feed-themselves
Diakses pada 18 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait