Tips Mengajarkan Anak agar Terhindar dari Bahaya Pedofil

(0)
05 Aug 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bahaya pedofil mengancam anak-anakOrangtua punya peran penting dalam menghindarkan anak dari bahaya pedofil
Beberapa pekan belakangan, para orangtua di Indonesia dibuat resah dengan ditangkapnya warna negara asing berkebangsaan Prancis yang terbukti sebagai pedofil. Kasus ini pun membangkitkan kewaspadaan para ayah dan ibu untuk melindungi buah hatinya dari para predator anak yang masih berkeliaran di luar sana.Pedofil adalah orang dewasa (berusia di atas 16 tahun) yang menderita kelainan seksual berupa suka kepada anak-anak yang berusia di bawah 13 tahun bahkan bayi. Penyimpangan seksual ini ditandai dengan munculnya fantasi atau nafsu birahi ketika orang itu melihat anak-anak.Di era digital ini, pedofil bahkan sudah merambah ke dunia digital, terutama melalui media sosial yang kemudian merambah ke aplikasi berbalas pesan pribadi seperti WhatsApp. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua mengetahui hal yang harus mereka lakukan untuk menhindarkan anak dari bahaya predator seksual ini.

Bahaya pedofil bagi anak

Kelainan seksual pedofilia bisa ada dalam diri siapa saja, namun lebih banyak diidap oleh laki-laki. Sedangkan anak-anak yang menjadi korbannya bisa laki-laki maupun perempuan, mulai dari bayi, balita, hingga remaja.Di dunia maya, pedofil bahkan bisa menyamarkan identitas mereka dan mengubah karakter menjadi seperti orang yang disukai anak-anak. Tujuan orang-orang pedofil ini bermacam-macam, misalnya:
  • Memperoleh foto anak-anak yang tidak mengenakan busana
  • Bertemu kemudian melakukan pelecehan seksual secara fisik pada anak
  • Berbicara pornografi atau bermain peran dengan tema yang melecehkan anak secara seksual
  • Meminta imbalan finansial.
Untuk mencapai tujuan ini, pedofil akan terlebih dahulu membangun kepercayaan anak-anak atau disebut grooming. Grooming terjadi dengan beberapa tahap, yaitu:
  1. Pedofil menyanjung anak, menunjukkan minat yang sama, atau membombardir akun media sosial anak dengan komentar positif selama beberapa jam hingga hitungan bulan.
  2. Pedofil juga akan mengetahui kedekatak anak dengan orangtua. Jika orangtua sedikit atau tidak mengawasi sama sekali, ia akan meningkatkan ‘serangan’ dalam waktu singkat.
  3. Pedofil akan meyakinkan anak bahwa hal-hal yang berbau pornografi adalah normal, misalnya dengan mengirim foto alat kemaluan si pedofil atau foto eksplisit anak-anak korban pelecehan dia sebelumnya kepada si calon korban.
  4. Terakhir, pedofil akan meminta anak untuk melakukan keinginannya, seperti mengirim foto atau video tanpa busana, bertatap muka langsung, bermain peran, atau meminta anak mengiriminya sejumlah uang.
Jika Anda mengindikasi anak sedang menjadi sasaran pedofil, segera ambil langkah perlindungan terhadap anak Anda. Bila perlu, Anda juga dapat lapor polisi atau lembaga perlindungan anak.

Apa yang bisa dilakukan orangtua untuk menghindarkan anak dari pedofil?

Orangtua tidak bisa selamanya melakukan larangan ini-itu kepada anak agar terhindar dari pedofil. Sebaliknya, Anda dapat melakukan pendekatan personal kepada anak dan mengajarkan beberapa hal dasar agar ia bisa melindungi dirinya sendiri dari pedofil, seperti:

1. Mengenalkan bagian-bagian tubuh anak yang bersifat privat

Langkah ini sudah bisa dimulai sejak anak berusia 3 tahun. Praktisi anak bahkan menyarankan orangtua untuk mengenalkan nama bagian tubuh itu sesuai aslinya, misalnya ‘payudara’ daripada ‘nenen’, ‘penis’ daripada ‘pipis’, dan sebagainya.

2. Berikan batasan bagian tubuh yang boleh disentuh/diperlihatkan pada orang lain

Jelaskan kepada anak dengan bahasa yang sederhana bahwa bagian tubuh tertentu, terutama area genital dan payudara (terutama bagi anak perempuan) tidak boleh disentuh, kecuali oleh orangtua. Jelaskan pula bahwa area privat tersebut tidak boleh diperlihatkan kepada siapa pun, apalagi bila tidak sepengetahuan orangtua.Anda tidak perlu menjelaskan bahwa di luar sana ada orang jahat yang mengincar anak-anak karena itu akan membuat anak overwhelmed atau kewalahan dengan penjelasan Anda. Cukup berikan pengertian bahwa bagian tubuh tersebut harus ia lindungi.

3. Waspadai juga orang yang Anda kenal

Tidak sedikit orangtua yang keliru menganggap pedofil hanya bisa datang sebagai orang asing yang sama sekali belum dikenal oleh anak. Faktanya, 80-90 persen predator anak merupakan orang yang kenal atau justru dekat dengan buah hati Anda sehari-hari.

4. Terbuka kepada anak

Pedofil biasanya menggunakan sandi ‘ini rahasia kita, jangan beritahu ibu dan ayah supaya kamu tidak dimarahi’ untuk mendapatkan kepercayaan anak. Sebelum hal ini terjadi, Anda dapat terlebih dahulu merebut kepercayaan buah hati Anda sendiri dengan selalu terbuka dan memintanya untuk menceritakan semua kegiatannya di hari itu.

5. Percaya pada anak

Di sisi lain, Anda juga harus percaya bahwa anak Anda adalah individu yang bisa mandiri. Jika Anda selalu menyalahkan anak atas hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip Anda, anak juga akan melakukan yang sebaliknya sehingga ia akan segan bercerita pada Anda jika memiliki masalah atau mungkin sedang diincar oleh pedofil.Intinya, Anda harus membangun hubungan yang dekat dengan anak. Ketika anak sudah merasa nyaman dengan keluarganya sendiri, maka ia cenderung akan terbuka dan mendengarkan nasihat dari orangtua, apalagi nasihat itu demi kebaikannya sendiri.
tips parentingcara mendidik anak
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/conditions/pedophilia
Diakses pada 22 Juli 2020
Parenting. https://www.parenting.com/toddler/tips-child-sex-abuse-prevention/
Diakses pada 22 Juli 2020
GFC Global. https://edu.gcfglobal.org/en/internetsafetyforkids/staying-safe-from-online-predators/1/
Diakses pada 22 Juli 2020
Bark. https://www.bark.us/blog/protect-child-online-predators/
Diakses pada 22 Juli 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait