Perkembangan Anak Usia Prasekolah, Dukung dengan Cara Ini


Anak usia prasekolah adalah anak berusia 3-6 tahun. Pada masa ini, perkembangan sosial dan kognitif si kecil mengalami peningkatan sehingga ia bisa berkomunikasi dengan lebih baik dan memiliki rasa ingin tahu.

0,0
22 Mar 2019|Maria Yuniar
Anda bisa mendukung perkembangan anak melalui permainan yang menyenangkan.Bermain bisa menjadi aktivitas yang membantu perkembangan anak.
Usia prasekolah adalah periode emas anak yang membutuhkan perhatian lebih. Tak hanya mebutuhkan tanggung jawab besar, hal tersebut juga menuntut orangtua bersikap cerdas dalam mendukung perkembangan anak dan membentuk kepribadiannya.

Pengertian anak usia prasekolah

Anak usia prasekolah adalah anak berusia 3-6 tahun. Pada masa ini, anak memiliki berbagai macam potensi. Perkembangan sosial dan kognitif si kecil pun mengalami peningkatan sehingga ia bisa berkomunikasi dengan lebih baik dan memiliki rasa ingin tahu.Di usia prasekolah (preschool), anak biasanya dimasukkan ke taman kanak-kanak untuk mendapat pendidikan dini sebelum memasuki sekolah dasar. Ciri-ciri anak usia prasekolah meliputi aspek:
  • Fisik: Otot-otot anak lebih kuat dan pertumbuhan tulangnya menjadi keras maupun keras.
  • Motorik: Anak dapat memanipulasi obyek kecil, serta memainkan balok dengan berbagai ukuran dan bentuk.
  • Kognitif: Anak memiliki rasa ingin tahu, dan terampil dalam berbahasa.
  • Emosional: Anak dapat mengekspresikan dirinya, merasakan iri dan cemburu.
  • Sosial: Mampu menjalin kontak sosial dengan orang di luar rumah.
Anak prasekolah harus mengembangkan kemandirian. Sebab, di usia ini, si kecil akan mulai memasuki lingkungan yang lebih luas, yakni taman kanak-kanak. Jadi, anak tidak boleh bergantung berlebihan pada orangtua. Mulailah dengan mengajarinya menggunakan toilet dan berpakaian sendiri.

Perbedaan anak usia prasekolah dan usia toddler

Sebagian orangtua bisa merasa bingung membedakan istilah usia prasekolah dengan usia toddler. Keduanya tentu berbeda. Seperti telah disebutkan sebelumnya, usia anak prasekolah, yaitu berkisar antara usia 3-6 tahun. Sementara itu, usia toddler adalah anak berusia 1-3 tahun.Perkembangan anak usia toddler, di antaranya:
  • Motorik: Berjalan, berlari, makan sendiri, menggambar
  • Bahasa: Mengucapkan kata-kata tunggal lalu kalimat
  • Sosial: Bermain dengan teman dan mau bergiliran
  • Kognitif: Mulai dapat mencocokan dan mengurutkan bentuk, gambar atau warna; serta memahami bentuk dan ukuran yang berbeda.
Berbeda dengan usia prasekolah yang umumnya masuk TK, Anda dapat mendaftarkan anak usia toddler ke playgroup atau kelompok bermain. Namun, pastikan usia anak tidak terlalu dini.

Mendukung perkembangan anak usia prasekolah

Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan para orangtua untuk membantu perkembangan anak usia prasekolah.

1. Beri anak lingkungan sehat

Menurut penelitian, anak-anak pada usia 3-5 tahun akan menunjukan kepribadian mereka yang sebenarnya. Oleh karena itu, penting bagi orangtua agar bisa bersikap sensitif dan responsif. Masing-masing anak memiliki keunikan tersendiri.Jadi, Anda tak boleh bersikap egois dengan memaksa mereka menjadi apa yang Anda inginkan. Berikan lingkungan yang sehat agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik.

2. Dorong anak untuk bermain dan berlatih mandiri

Bermain bisa dibilang menjadi salah satu faktor penting untuk membantu perkembangan anak prasekolah. Selain fisik, mental, dan emosional anak juga akan terasah.Dengan mendorong mereka aktif bermain, anak-anak akan mendapatkan banyak hal bermanfaat. Mulai dari mengajari mereka bersosialisasi, bersikap mandiri, menyelesaikan konflik, hingga mengembangkan daya imajinasi mereka.

3. Hindari pemberian label

Tips membantu perkembangan anak prasekolah selanjutnya adalah menghindari pemberian label. Seperti yang kita tahu, pada periode emas ini, anak-anak akan jauh lebih sensitif dalam menanggapi berbagai hal. Oleh karena itu, jika Anda ingin anak dapat tumbuh lebih percaya diri hindarilah pemberian label, seperti sebutan gendut, keras kepala, pemalu, dan sebagainya.

4. Berikan teladan yang baik

Para orangtua merupakan contoh pertama yang akan ditiru oleh anak-anak. Itulah sebabnya, penting bagi Anda untuk bisa memberikan teladan yang baik. Ajari anak untuk bersikap sopan, ramah kepada siapapun, sabar, dan senantiasa berbagi. Dengan begitu, Anda bisa mendorong perkembangan anak ke arah positif.

5. Biarkan anak berkembang menjadi diri sendiri

Seperti yang sudah dibahas pada poin pertama, orangtua tak boleh bersikap egois dan memaksa anak menjadi apa yang mereka inginkan. Biarkan anak berteman dan menikmati dunia dengan caranya sendiri.Selain itu, agar anak menjadi lebih berkembang, Anda bisa mendukung minat yang diinginkannya. Perluas juga pengalaman anak agar bisa mendapatkan lebih banyak wawasan serta pengetahuan.

6. Beri asupan nutrisi yang baik

Supaya tumbuh kembang anak usia prasekolah berjalan optimal, kebutuhan nutrisinya harus terpenuhi. Berilah ia makanan bergizi seimbang yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, buah-buahan, dan sayuran. Selain itu, pastikan anak minum air putih dengan cukup agar tubuhnya tetap terhidrasi.

7. Bersabar dalam mendampingi anak

Anda tentunya harus bijak dalam menerapkan cara pengasuhan setiap anak. Misalnya, bila si buah hati sensitif dan pemarah, bersikaplah lebih sabar dan jangan melakukan paksaan. Selain itu, para orangtua juga tak boleh membandingkan keberadaan anak dengan orang lain. Jika melakukannya, Anda bisa membuat mental anak menjadi down. Hindarilah menghukumnya dengan menggunakan kekerasan karena akan berdampak buruk.

Aktivitas untuk mengasah keterampilan motorik anak

Anda pun bisa mengasah keterampilan motorik anak dengan melakukan aktivitas sederhana ini. Tahukah Anda, mengajak anak melakukan hal-hal menyenangkan sebagai rutinitas harian, bisa membantu meningkatkan kemampuan motoriknya?Beberapa aktivitas menyenangkan yang bisa Anda lakukan bersama anak prasekolah adalah:
  • Biarkan anak membantu Anda menyiapkan makan siang atau makan malam
  • Menyelesaikan puzzle bersama-sama
  • Melakukan permainan yang membutuhkan dadu
  • Melukis dengan jari
  • Memasukkan karet gelang ke sisi luar kaleng minuman.
Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kesehatan anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingtumbuh kembang anaktips mendidik anakaktivitas anak prasekolah
PLOS. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0070915
Diakses pada 7 Februari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/features/preschooler-personality-traits#1
Diakses pada 7 Februari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/fine-motor-skills#Fine-motor-skills-activities
Diakses pada 22 Maret 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/toddlerdevelopment.html
Diakses pada 01 November 2021
Universitas Muhammadiyah Semarang. http://digilib.unimus.ac.id/files//disk1/153/jtptunimus-gdl-isnawahyuu-7622-3-babii.pdf
Diakses pada 01 November 2021
Universitas Muhammadiyah Semarang. http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/104/jtptunimus-gdl-apisahg2a0-5172-3-bab2.pdf
Diakses pada 01 November 2021
Universitas Andalas. http://carano.pustaka.unand.ac.id/index.php/car/catalog/book/63
Diakses pada 01 November 2021
Rumah Sakit Hasan Sadikin. http://web.rshs.or.id/gizi-dan-perkembangan-kecerdasan-anak/
Diakses pada 01 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait