Tips Mendidik Anak Berusia di Bawah 3 Tahun Berdasarkan Perkembangannya

Cara mendidik anak berdampak terhadap psikologi perkembangan anak
Memahami perkembangan psikologi anak perlu dipertimbangkan dalam mendidik mereka

Setiap anak memiliki kebutuhan fisik dan emosional yang berbeda-beda. Hal ini bergantung pada usia, kepribadian, dan tahapan perkembangannya. Mengetahui psikologi perkembangan anak dapat membantu Anda dalam mendidik anak secara tepat.

Hal ini penting karena cara didik yang salah dapat berdampak terhadap gangguan mood dalam jangka panjang. Salah satu bentuk gangguan tersebut adalah depresi. Dengan cara didik yang tepat, Anda dapat mengurangi risiko anak mengalami depresi di kemudian hari.

Tips cara mendidik anak sesuai dengan psikologi perkembangan mereka

Berikut adalah berbagai tips yang dapat membantu Anda dalam mendidik anak berusia di bawah 3 tahun berdasarkan dengan psikologi perkembangannya:

1. Usia di bawah 1 tahun

Anak pada masa ini mulai mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya dan mulai belajar menjalin relasi dengan orang lain. Anak memiliki kebutuhan untuk merasa aman dan terlindungi oleh orang-orang di sekelilingnya.

Pada usia yang masih sangat muda, anak belum dapat mengontrol emosi ataupun menggunakan logika. Meski demikian, respons yang Anda berikan pada anak akan memengaruhi kondisinya di masa depan. Berikut adalah perilaku yang sering dilakukan oleh anak pada kelompok usia ini:

  • Takut dengan orang asing dan gelisah saat berpisah dari orangtua
  • Menangis dan tantrum, terutama saat frustasi, sedih, atau merasa diabaikan
  • Menggigit, memukul, mencakar, dan menjambak rambut
  • Mengambil benda dan memasukkannya ke dalam mulut
  • Mengulang perilaku yang sama berulang-ulang dan memiliki minat untuk berinteraksi
  • Mudah rewel dan berantakan saat makan

Untuk mengatasi hal tersebut, strategi terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan mempertahankan konsistensi dalam tindakan Anda saat mendidik mereka. Anak pada usia ini cenderung akan mengalami kebingungan terhadap adanya perubahan.

Selain itu, ajarkan perilaku positif pada anak, seperti berbagi dan berempati. Bila mereka melakukan perilaku negatif, tegur mereka dengan tegas. Memanjakan anak dapat membantu mereka untuk mengatasi kekecewaan yang dialami, namun hal ini tidak perlu dilakukan jika anak melakukan perilaku yang tidak baik.

Biasakan anak untuk menjalani rutinitas sehari-hari, seperti tidur dan makan dalam waktu yang sama. Anak akan merasa lebih aman bila mengetahui apa yang akan terjadi. Rutinitas juga membuat anak lebih mudah untuk tenang.

[[artikel-terkait]]

2. Usia 1 sampai 3 tahun

Melewati usia 1 tahun, anak akan mulai belajar untuk berpikir dan melakukan pemecahan masalah. Pada tahap ini anak mempelajari cara menyampaikan dan menghadapi perasaan yang dialaminya. Anak mulai mengenal rasa kepemilikan diri, berempati, dan bagaimana bekerjasama dengan orang lain.

Interaksi yang Anda lakukan pada anak dan orang di sekitarnya akan memengaruhi psikologi perkembangan dan kemampuan mereka di kemudian hari. Pada kelompok usia ini, anak mulai aktif untuk bermain dengan teman sebaya dan kadang dapat terjadi pertengkaran. Saat bermain, anak akan bersifat protektif terhadap ruang dan mainan yang dimilikinya.

Anak mulai bermain role play, memiliki rasa humor, dan muncul ide dari dalam dirinya. Saat inilah anak mulai mengikuti instruksi dan memahami hubungan sebab akibat. Ketika merasa marah atau frustrasi, anak mungkin melakukan tindakan, seperti memukul, menggigit, atau menjambak rambut temannya.

Sebagai orangtua, Anda dapat memberikan fasilitas pada anak agar mereka mampu mengeksplorasi dirinya saat bermain. Perhatikan bila anak mulai melakukan perilaku buruk. Hal ini mungkin disebabkan rasa bosan, lapar, kelelahan, ataupun terlalu banyak energi yang tersimpan.

Mulailah untuk mengajarkan nama terhadap emosi yang dialami anak. Bantu anak untuk mengekspresikan perasaannya, baik perasaan positif maupun negatif. Perlahan-lahan, berikan anak penjelasan mengenai pertanyakan yang diajukan dan mengajak anak mempelajari sebab akibat.

Anak pada kelompok usia ini sering mengalami tantrum. Ini dikarenakan anak belum dapat mengatur emosinya. Hal yang dianggap sepele bagi Anda atau orang lain, mungkin bisa menyebabkan kekecewaan besar pada anak sehingga memicu tantrum. Jika hal ini terjadi, jaga ketenangan Anda. Anda tidak perlu mencoba memberikan alasan pada anak. Bantu anak untuk menenangkan dirinya.

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/basics/child-development
Diakses pada Mei 2019

Parent Help. https://www.parenthelp.org.nz/ages-and-stages/
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed