9 Tips Mencegah Bullying di Sekolah yang Penting Diketahui Orangtua

(0)
05 Feb 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Bullying atau perundungan adalah tindakan penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaan yang bertujuan untuk merugikan orang lain secara fisik, sosial, maupun psikologis. Tindakan ini dapat terjadi di mana saja, termasuk di sekolah. Untuk mengatasi bullying di sekolah, orangtua perlu mengambil tindakan segera!

Tips mencegah bullying di sekolah

Ayah dan Bunda tentu tidak mau anaknya menjadi korban bullying di sekolah. Menurut studi, bullying mampu mengundang banyak kerugian pada murid yang menjadi korban, salah satunya menurunkan prestasi akademisnya.Sudah saatnya orangtua mengambil peran penting dalam mencegah bullying di sekolah. Maka dari itu, pahami berbagai tips untuk mencegah perundungan di lingkungan belajar ini!

1. Mulailah dari rumah

Salah satu hal terpenting untuk mencegah bullying di sekolah adalah memastikan bahwa Si Kecil mengetahui apa itu bullying.Selain menjelaskan definisinya, Anda juga disarankan untuk memberi tahu ciri-ciri bullying dan seperti apa rasanya di-bully. Mulailah pembicaraan dengan menyinggung arti persahabatan yang sehat dan mana yang toxic.Untuk memancing Si Kecil agar mau menjawab pertanyaan dengan terbuka, cobalah menanyakan beberapa hal umum di bawah ini:
  • Dengan siapa kamu makan siang hari ini?
  • Apa yang kamu lakukan di jam istirahat?
  • Apakah ada hal seru yang terjadi saat sedang perjalanan pulang?
Setelah itu, Anda juga boleh menanyakan tentang kasus-kasus bullying yang terjadi di sekolah.

2. Kenali ciri-ciri anak korban bullying di sekolah

Korban bullying di sekolah harus dibantu agar tidak trauma hingga dewasa
Mengenal ciri-ciri korban bullying di sekolah adalah langkah awal untuk berantas bullying
Menurut riset, anak yang menjadi korban bullying di sekolah tidak mau memberi tahu bahwa mereka telah di-bully. Maka dari itu, kenali ciri-ciri anak yang menjadi korban bullying di sekolah berikut ini:
  • Menghindari sekolah dan segala aktivitas yang terkait dengan sekolah
  • Perubahan pada pola makan
  • Perubahan pada kebersihan tubuh
  • Penurunan nilai di sekolah
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Perubahan suasana hati dan kepribadian.
Jika berbagai hal di atas terjadi pada anak, bicaralah secara baik-baik dengan mereka dan tanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

3. Ajari Si Kecil dengan sifat baik dan tegas

Tidak selamanya Si Kecil menjadi korban bullying. Bisa saja ia menjadi pelaku bullying di sekolah. Untuk mencegah hal ini agar tidak terjadi, orangtua harus memperkenalkan sifat baik dan tegas kepadanya.Tegaskan kepada anak untuk tidak memukul atau mengejek orang lain. Tidak hanya tindakan fisik saja, anak-anak juga harus tahu bahwa perkataannya juga bisa menyakiti hati anak lain.Jika sifat-sifat ini sudah ditanamkan sejak dini, diharapkan ia akan tumbuh sebagai pribadi yang baik dan disenangi oleh orang di sekitarnya.

4. Ajari anak untuk tidak diam saat di-bully

Bullying di sekolah dapat dicegah dengan bantuan pihak sekolah dan orangtua murid
Ajari Si Kecil untuk tidak "membisu" saat di-bully
Jika tidak dibekali pengetahuan mengenai bullying di sekolah, kemungkinan besarnya Si Kecil akan diam saja saat menjadi korbannya. Untuk mencegahnya, orangtua disarankan untuk meminta Si Kecil untuk mengambil tindakan saat menjadi korban bullying di sekolah.Saat sedang di-bully, ajarkan ia untuk pergi jauh dan segera melapor pada orang dewasa (guru), atau bahkan menegaskan pelaku bully untuk berhenti.Selain itu, penting juga bagi anak untuk mengetahui cara melaporkan tindakan bullying saat ia menjadi korban atau saksi.

5. Kenali kebijakan sekolah mengenai bullying

Sangat penting bagi orangtua untuk mengetahui kebijakan mengenai kasus bullying di sekolah. Cobalah untuk mengenal siapa yang harus dihubungi saat anak Anda menjadi korban bullying. Selain itu, kenali juga bagaimana sekolah menangani kasus bullying.

6. Laporkan kasus bullying di sekolah segera

Jika anak Anda menjadi korban bullying, segeralah menghubungi pihak sekolah atau wali kelas dan ajak mereka bertemu secara langsung. Dengan bertatap muka dengan pihak sekolah, Anda akan menunjukkan komitmen untuk memastikan bahwa kasus bullying yang terjadi pada anak Anda ditangani secara serius.Tidak hanya itu, jangan lupa untuk mencari bukti dan juga saksi dari peristiwa bullying yang terjadi pada anak Anda. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan diri jikalau pihak yang berwenang turut menangani masalahnya.

7. Bekerja sama dengan pihak sekolah

Selain menyuarakan keinginan Anda untuk menghilangkan tindakan bullying di sekolah, penting bagi orangtua untuk bekerja sama dengan pihak sekolah dalam menciptakan program anti-bullying. Jika sekolah sudah memiliki program tersebut, tawarkan bantuan Anda untuk turut serta menjalaninya.

8. Rekrut orangtua murid untuk membantu sekolah

Saat banyak orangtua murid yang berkomitmen untuk mencegah bullying, program anti-bullying sekolah pun akan berjalan lebih lancar dan efektif. Cobalah untuk mengadakan pertemuan secara rutin untuk memunculkan ide-ide baru dalam menangkis kasus perundungan di sekolah. Setelah itu, bagikan ide tersebut kepada pihak sekolah.

9. Sempatkan waktu di sekolah bersama anak

Selain bisa berkenalan dengan teman-teman anak, orangtua murid, dan pihak sekolah, keberadaan Anda di sekolah dinilai dapat mencegah tindakan bullying.Sebab, para pelaku bullying akan memiliki peluang yang sangat kecil untuk mem-bully teman-temannya di saat ada orangtua yang menemani.

Dampak buruk bullying di sekolah

Bullying di sekolah memiliki dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental murid
Bullying di sekolah dapat memberikan dampak buruk pada murid
Anak-anak yang mengalami perundungan dapat mengalami kerugian, baik secara fisik, sosial, akademis, hingga mental.Beberapa hal buruk ini dapat terjadi pada murid yang mengalami bully di sekolahnya:
  • Depresi
  • Gangguan kecemasan
  • Merasa sedih dan kesepian
  • Perubahan pola tidur
  • Perubahan pola makan
  • Keluhan medis
  • Menurunnya prestasi akademis
  • Menurunnya partisipasi di sekolah
  • Lebih sering bolos
  • Berisiko drop out dari sekolah.
Beberapa hal buruk ini dapat dirasakan oleh anak-anak hingga dewasa. Itulah mengapa orangtua harus menjadikan isu bullying sebagai hal yang serius.

Penyebab bullying di sekolah

Tidak ada satu alasan yang bisa menjawab mengapa anak-anak dapat merundung anak lainnya. Namun, para ahli percaya, terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan anak-anak melakukan bullying, seperti:
  • Ekspresi amarah dan frustrasi akibat adanya masalah di rumah atau sekolah
  • Tidak dididik untuk peduli dengan perasaan orang lain
  • Sering bermain game yang mengandung unsur kekerasan
  • Gemar menonton film yang penuh dengan unsur kekerasan
  • Ingin mencari perhatian.

Catatan dari SehatQ

Bullying di sekolah dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental anak-anak Anda. Maka dari itu, segeralah ambil tindakan untuk mencegahnya.Jika Anda punya pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
tips parentingbullyingsekolahanak sekolah
Education Vic. https://www.education.vic.gov.au/about/programs/bullystoppers/Pages/what.aspx
Diakses pada 22 Januari 2021
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1517758017300218
Diakses pada 22 Januari 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/ways-to-prevent-school-bullying-460755
Diakses pada 22 Januari 2021
Stop Bullying. https://www.stopbullying.gov/bullying/effects
Diakses pada 22 Januari 2021
Patient. https://patient.info/childrens-health/bullying-leaflet
Diakses pada 22 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait