Tips Memilih Sabun Mandi Bayi yang Aman bagi Si Kecil


Memilih sabun mandi bayi yang aman bisa dilihat dari kandungannya. Selain itu, kondisi kulit bayi juga harus diperhatikan agar sabun yang digunakan tidak menyebabkan kulit bayi sensitif.

(0)
13 May 2020|Salis Annisa
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sabun mandi bayi yang aman adalah yang tidak mengandung SLSsabun mandi bayi yang aman tidak mengandung bahan kimia berbahaya
Sebagai orangtua, Anda pasti ingin memberikan perawatan yang terbaik untuk bayi Anda, termasuk dalam memilih sabun mandi bayi. Mengetahui kandungan yang aman di dalam sabun bayi dan cara tepat memilihnya, dapat membantu Anda dalam menentukan sabun bayi seperti apa yang terbaik bagi Si Kecil.Pasalnya, sabun mandi bayi yang digunakan tak hanya berperan dalam menjaga kebersihan si Kecil, tapi juga dapat berpengaruh pada kesehatan mereka. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi Anda untuk memahami apa saja zat yang terkandung di dalam sabun bayi.

Kandungan umum dalam sabun mandi bayi

Sabun bayi pada umumnya terbuat dari komposisi minyak esensial, wewangian, dan beberapa bahan alami lainnya yang dapat membersihkan dan merawat kulit bayi dengan lembut.Berikut ini adalah beberapa kandungan yang umumnya terdapat di dalam sabun bayi:
  • Berbagai minyak, seperti minyak kelapa, minyak jojoba, minyak almond manis, atau minyak rosemary
  • Pengawet, seperti BHT atau tetrasodium EDTA
  • Sodium hidroksida, sodium glukonat, sodium palmate
  • Bahan alami, seperti shea butter, ekstrak biji okra, hingga lidah buaya.

Tips memilih sabun mandi untuk bayi baru lahir

Memilih sabun mandi untuk bayi baru lahir perlu memahami kandungan-kandungan yang aman dan yang sebaiknya dihindari dalam sabun bayi. Kandungan sabun bayi yang terbilang aman digunakan untuk Si Kecil di antaranya adalah minyak zaitun, minyak biji jojoba, minyak almond manis, bunga chamomile, madu, ekstrak minyak rosemary, cocoa butter, gliserin, dan air.Selain itu, Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pilihlah sabun bayi yang bebas Sodium Laurel Sulfate (SLS) maupun Sodium Laureth Sulphate (SLES). Zat ini merupakan bahan kimia keras yang umumnya digunakan sebagai bahan pembuat busa dalam sabun.Menurut penelitian, SLS dapat merusak sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mengakibatkan pemisahan lapisan kulit dan peradangan pada kulit. Hal ini tentunya berbahaya bagi bayi karena kulit mereka yang lebih sensitif ketimbang orang dewasa.Tak hanya bebas SLS, Anda dianjurkan juga untuk memilih sabun hypoallergenic. Hal ini dilakukan guna mencegah alergi yang mungkin terjadi. Selain itu, bayi masih sangat rentan terhadap alergi sehingga Anda perlu berhati-hati. Selain itu, sabun mandi yang bagus dan aman untuk bayi adalah sabun dengan pH kulit netral yakni 5,5 dengan kandungan parfum dan pewarna seminimal mungkin. Hindari juga sabun antiseptik dan sabun yang mengandung deodoran (triklosan, heksaklorofen).

Bahan berbahaya yang harus dihindari saat memilih sabun mandi bayi

Seperti telah disebutkan sebelumnya, sabun mandi yang bagus dan aman untuk bayi tidak mengandung SLS, SLES, antiseptik maupun deodoran. Selain yang telah disebutkan, adapun kandungan yang yang berbahaya dan sebaiknya Anda hindari di antaranya:.

1. DEA (Diethanolamine), MEA (Monoethanolamine), TEA (Triethanolamine)

Bahan-bahan kimia ini termasuk ke dalam bahan yang dapat mengganggu hormon dan dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, serta dikaitkan dengan kanker. Sayangnya, bahan-bahan ini sering ditemukan dalam berbagai produk sabun dan sampo bayi.

2. Triclosan dan triclocarban

Meski kerap digunakan dalam sabun antibakteri, penggunaan bahan kimia ini pada sabun bayi dapat berbahaya. Pasalnya, kedua bahan ini dapat mendorong resistensi bakteri terhadap antibiotik dan terkait dengan masalah kesehatan, seperti toksisitas inhalasi dan masalah hati.

3. Phthalates dan paraben

Phthalates dan paraben kerap digunakan sebagai pengawet di dalam kosmetik dan perawatan kulit, termasuk sabun bayi. Keduanya termasuk berbahaya karena paraben terutama dapat meniru estrogen yang dapat mengganggu sistem hormon.

4. Reinyl palmitate

Bahan ini terdiri dari retinol dan asam palmitat yang dapat bertindak sebagai racun pada reproduksi manusia, serta terkait dengan perubahan tingkat biokimia dan sel dalam tubuh.

5. Bahan pewangi atau parfum

Meski sabun dengan wangi yang menyegarkan dapat membuat Si Kecil harum, sabun mandi bayi dengan bahan pewangi tidak disarankan. Hal ini terkait dengan alergi dan iritasi pada kulit, mata, serta paru-paru. Tak hanya itu, bahan ini juga ada kaitannya dengan toksisitas sistem organ tubuh Si Kecil.Selain itu, bayi yang menderita eksim disarankan untuk menghindari segala jenis produk yang mengandung pewangi karena dapat mengiritasi kulit.

6. Polietilen glikol dan propilen glikol

Kandungan polietilen glikol pada sabun bayi sebaiknya Anda hindari karena dapat menghilangkan minyak pelindung dari rambut dan kulit anak. Hal ini dapat membuat Si Kecil lebih rentan terhadap racun. Sementara itu, propilen glikol erat kaitannya dengan berbagai masalah kesehatan, seperti kelainan ginjal, hati, dan otak.

7. DMDM Hydantoin

Bahan ini dikenal sebagai turunan dari formaldehida yang erat kaitannya dengan kondisi sakit telinga, sakit kepala, nyeri dada, pusing, dan kelelahan kronis. Itulah sebabnya kandungan ini sebaiknya dihindari dari sabun bayi Si Kecil.Selain beberapa bahan di atas, beberapa bahan kimia lainnya, seperti sodium benzoate, sodium laktat, dan cocamidopropyl betaine, juga sebaiknya dihindari.

Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum membeli sabun mandi bayi

Tak hanya menggunakan bahan yang disarankan dan menghindari bahan yang dianggap tidak aman, ada beberapa hal lain yang juga sebaiknya Anda pertimbangkan saat memilih sabun bayi.Perhatikan kondisi kulit bayi Anda sebelum membelinya. Pasalnya, sebagian bayi terlahir dengan kulit sensitif. Bayi dengan tipe kulit seperti ini disarankan untuk menggunakan sabun yang kaya akan bahan-bahan alami.Apabila bayi Anda menderita eksim, mereka perlu mendapatkan penanganan yang berbeda sesuai dengan anjuran dokter. Memahami kondisi kulit Si Kecil dapat membantu Anda memastikan mereka tumbuh dengan kulit yang sehat.Selain itu, perhatikan juga kadar PH yang terkandung di dalam sabun. Pasalnya, beberapa minggu setelah bayi dilahirkan, permukaan kulitnya akan berubah dari pH netral menjadi agak asam.Lapisan asam ini berfungsi sebagai penghalang untuk melindungi kulit bayi. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk memilih produk dengan pH netral yang mendekati tingkat pH kulit Si Kecil dan tidak merusak lapisan tersebut.Mulai sekarang sebelum Anda membeli sabun mandi bayi, pastikan Anda memerhatikan beberapa hal di atas guna menjaga kesehatan kulit Si Kecil. Jika bayi mengalami alergi dengan sabun yang digunakannya, segera berkonsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Anda juga bisa mendapatkan penawaran menarik seputar sabun bayi yang terjamin aman dengan berbelanja di Toko SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
perlengkapan bayi
Babycenter
https://www.babycentre.co.uk/a25011409/choosing-baby-skincare-products#section2
Diakses 29 April
K3bsa
http://www.k3bsa.org/factors-to-consider-when-choosing-baby-soap/]
Diakses 29 April
Apt parenting
https://aptparenting.com/tips-to-choose-safe-baby-soap
Diakses 29 April
Detergents and soaps
http://www.detergentsandsoaps.com/baby-soap.html
Diakses 29 April
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait