Kutek memiliki banyak pilihan, mulai dari kutek tradisional hingga kutek halal
Hiasan kutek berwarna biru yang dimiliki oleh seorang wanita

Bukan rahasia lagi bahwa wanita menggunakan kutek sebagai bagian dari usaha mempercantik diri. Saat ini, banyak sekali jenis kutek yang dapat dipilih oleh wanita, mulai dari kutek tradisional hingga kutek nontoksik dan kutek halal.

Hingga saat ini, kutek digunakan sebatas untuk alasan estetika alias mempercantik kuku. Meski demikian, Anda tetap harus memperhatikan tata cara pemakaiannya maupun bahan yang terdapat pada kutek tersebut untuk menghindari efek buruk pada kuku maupun kulit secara keseluruhan.

Asosiasi Dermatologi Amerika (AAD) misalnya, tidak merekomendasikan penggunaan kutek dari bahan gel. Dalam jangka pendek, kutek gel akan membuat kuku pecah-pecah, mengelupas, bahkan retak. Sedangkan pemakaian berulang dalam jangka panjang menaikkan risiko kulit di sekitar kuku berkerut hingga terjadi kanker kulit.

Jenis kutek yang aman digunakan

Sama seperti memilih produk kosmetik lainnya, kutek yang sebaiknya Anda pilih adalah yang memiliki nomor registrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Anda juga dapat mengecek nomor registrasi tersebut di situs resmi BPOM.

Selain itu, terdapat beberapa jenis kutek lainnya yang dianggap aman digunakan oleh para wanita, yaitu:

  • Kutek tradisional

Kutek tradisional alias kutek klasik adalah jenis kutek yang paling banyak ada di pasaran dan sudah dijual sejak dahulu. Pewarna kuku yang terbuat dari bahan polimer dicampur dengan pelarut.

Pengguaannya pun cukup mudah, yakni dengan memulas kuku dengan kuas khusus, kemudian dikeringkan dengan diangin-anginkan. Saat dikeringkan itulah pelarut akan menguap, sedangkan lapisan polimer mengeras.

Kutek ini biasanya tidak tahan lama. Namun, Anda bisa membeli kutek tradisional jenis hybrid yang memiliki ketahanan lebih baik dibanding kuteks klasik non-hybrid.

Kutek ini secara garis besar mendapat lampu hijau dari para dermatologis karena mudah dibersihkan sehingga kulit Anda tidak sering bersentuhan dengan pembersih kutek alias aseton. Penggunaan aseton yang terlalu sering akan menyebabkan kuku menjadi kasar, kering, dan rusak.

  • Kutek nontoksik

Seperti namanya, kutek ini tidak mengandung racun atau bahan-bahan kimia berbahaya yang biasanya terdapat pada pewarna kuku. Bahan kimia yang dimaksud adalah formaldehida, formaldehida resin, toluene, dibutil phthalate, dan champor.

Formaldehida disebut sebagai zat kimia yang dapat mengakibatkan kanker, sedangkan champor dapat membuat Anda keracunan jika masuk lewat mulut. Sementara bahan lainnya berpotensi menimbulkan dermatitis kontak atau alergi, terutama pada kulit sensitif.

Kutek yang tidak memasukkan bahan kimia tersebut dalam campurannya juga kerap disebut sebagai kutek ‘five-free’. Ada pula kutek yang tidak menggunakan lebih banyak bahan kimia yang dikhawatirkan menimbulkan efek samping bagi kesehatan dan melabeli dirinya sebagai kutek ‘7-free’, ’10-free’, dan sebagainya.

Meskipun demikian, belum ada penelitian spesifik yang mengatakan bahan tersebut di atas memang dapat merusak kesehatan manusia mengingat kadarnya yang tidak terlalu besar pada kutek. Namun bagi Anda yang memiliki kulit sensitif, pemilihan kutek nontoksik sangat dianjurkan.

  • Kutek halal

Kutek tradisional biasanya memiliki lapisan yang tidak tembus air sehingga tidak boleh digunakan oleh wanita muslim. Hal ini membuat air wudhu tidak masuk sampai lapisan teratas kuku yang kemudian akan membuat wanita tersebut tidak boleh atau tidak sah dalam menjalankan shalat.

Oleh karena itu, beberapa produsen kosmetik membuat kutek halal atau dikenal juga sebagai breathable nail polish. Kutek halal ini biasanya berbahan dasar air sehingga memungkinkan udara dan air menembus lapisan kutek sehingga air wudhu akan sampai di permukaan kuku.

Meskipun demikian, kehalalan kutek ini sendiri masih banyak menuai perdebatan. Secara teori, kutek berbahan dasar air memang tidak menghalangi air untuk menembus lapisan cat kuku. Namun pada prakteknya, klaim ini masih harus dikaji dengan lebih teliti.

Apakah Anda berminat menggunakan kutek untuk mempercantik kuku Anda? Sebelum memilih beberapa pilihan kutek di atas, pertimbangkan dahulu untung dan ruginya bagi Anda sehingga kutek yang dipilih tidak merusak kuku dan kulit di sekitar kuku nantinya,

AAD. https://www.aad.org/public/everyday-care/nail-care-secrets/basics/pedicures/gel-manicures
Diakses pada 21 April 2020

Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/blog/a-look-at-the-effects-of-nail-polish-on-nail-health-and-safety-2019112118231
Diakses pada 21 April 2020

Journal of Molecular Diversity Preservation International. https://www.mdpi.com/2079-9284/6/3/37/pdf
Diakses pada 21 April 2020

Artikel Terkait