Tips Memilih Freezer ASI dan Cara Menyimpannya dengan Tepat

Freezer ASI dapat menampung lebih banyak ASIP dan menyimpannya dalam waktu yang lama
Suasana di dalam freezer ASI

Freezer ASI bisa dikatakan sebagai salah satu tempat paling aman untuk menyimpan air susu ibu perah (ASIP). Meskipun demikian, ada banyak hal yang harus Anda perhatikan dalam cara penyimpanan maupun durasi ASIP berada di freezer agar tetap aman dan bernutrisi saat diberikan kepada bayi.

Freezer ASI adalah kotak pendingin beku yang memiliki suhu -4 hingga -20 derajat celcius. Penelitian menyatakan ASI yang disimpan di freezer kemungkinan kecil terpapar bakteri asalkan pemerahan ASI juga berlangsung secara higienis.

Berapa lama ASI dapat disimpan di freezer ASI

ASI perah yang disimpan di freezer ASI bisa bertahan 2 minggu hingga 12 bulan, tergantung posisi Anda menyimpan ASI perah tersebut. Ikatan Dokter Anak Indonesia menekankan masa penyimpanan ASI juga dapat didasarkan atas jenis freezer yang Anda gunakan, yaitu:

  • Freezer pada kulkas 1 pintu: 2 minggu
  • Freezer pada kulkas 2 pintu: 3-6 bulan
  • Freezer khusus ASI: 6-12 bulan

Meskipun demikian, kandungan nutrisi yang terdapat pada ASI perah beku ini mungkin mengalami perubahan kualitas, terutama setelah 3 bulan penyimpanan.

Kandungan lemak, protein, dan kalori pada ASI beku mungkin berkurang bila dibanding ASI segar. Rasanya juga akan sedikit lebih asam daripada ASI perah segar karena aktivitas enzim lipase yang terdapat membuat kandungan asam lemak bebas di dalam ASIP meningkat.

Bentuk freezer ASI yang bisa Anda pilih

Bagi Anda yang memiliki suplai ASI melimpah sehingga butuh freezer yang dapat menyimpan ASI lebih lama, freezer khusus ASI adalah jawabannya. Terdapat dua jenis freezer khusus ASI yang dapat Anda pilih, yaitu;

1.  Chest freezer

Chest freezer adalah bentuk freezer yang memiliki pintu yang digese dari bagian atasnya. Di supermarket, Anda akan melihat chest freezer ini kerap untuk menyimpan es krim maupun frozen food.

Keunggulan dari chest freezer ialah mereka memiliki daya tampung yang biasanya lebih besar dari model lainnya sehingga sangat cocok digunakan untuk menyetok ASI perah. Daya listrik yang digunakan pun relatif lebih rendah serta mampu menjaga ASI membeku lebih lama saat mati lampu.

Kekurangannya, chest freezer tidak ergonomis karena badannya yang besar. Tergantung modelnya, freezer ASI ini juga bisa menghasilkan kembang es sehingga Anda harus sesekali membersihkannya secara manual yang memakan waktu sangat lama.

2. Upright freezer

Jika Anda mencari freezer ASI yang lebih compact, maka uptight freezer adalah jawabannya. Bentuk freezer ini mirip dengan kulkas biasa, yakni dengan pintu depan, hanya saja kulkas ini khusus untuk membekukan benda di dalamnya, bukan hanya mendinginkan.

Soal model, upright freezer lebih variatif dibanding chest freezer. ASIP juga lebih mudah diatur karena freezer ini biasanya juga dilengkapi dengan rak di dalamnya. Hanya saja, daya tampung freezer ASI ini tidak sebanyak chest freezer.

Bagaimana cara menyimpan ASI dalam freezer ASI?

Apa pun freezer ASI yang Anda pilih, sangat penting untuk memperhatikan tata cara penyimpanan agar ASIP tetap berkualitas saat diminumkan kepada bayi. Berikut tips menyimpan ASI dalam freezer ASI yang disarankan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC):

  • Pastikan Anda menjaga kebersihan tangan sebelum menyimpan ASIP, termasuk dengan mencuci tangan menggunakan sabun.
  • Gunakan botol kaca atau plastik maupun kantong khusus menyimpan ASI yang tertutup rapat. Jangan gunakan botol plastik yang mengandung BPA atau kantong plastik yang bukan untuk khusus menyimpan ASI perah.
  • Bagi ASI sesuai kemampuan minum bayi. ASI beku yang sudah dikeluarkan dari freezer ASI untuk dicairkan tidak boleh dibekukan kembali.
  • Sisakan beberapa centimeter ruang kosong antara bagian atas botol dengan tutupnya untuk mengantisipasi ASI beku yang mengembang.
  • Tempelkan label bertuliskan tanggal perah ASI di bagian depan botol atau kantong ASI.
  • Sebisa mungkin jangan simpan botol atau kantong ASI di dekat pintu freezer untuk menghindari perubahan temperatur akibat pintu freezer yang dibuka-tutup.

Untuk mencairkan ASI dari freezer ASI, taruh botol atau kantung ASI di kulkas terlebih dahulu semalaman untuk menstabilkan suhunya. Setelah itu, rendam botol atau kantong ASI dengan air panas atau hangatkan di mesin khusus. Ketika cair sempurna, ASI bisa disimpan di dalam kulkas, namun tetap harus habis dalam 24 jam.

ABM Protocol. https://abm.memberclicks.net/assets/DOCUMENTS/PROTOCOLS/8-human-milk-storage-protocol-english.pdf
Diakses pada 1 Mei 2020

Consumer Reports. https://www.consumerreports.org/cro/freezers/buying-guide/index.htm
Diakses pada 1 Mei 2020

CDC. https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm
Diakses pada 1 Mei 2020

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Storing-and-Preparing-Expressed-Breast-Milk.aspx
Diakses pada 1 Mei 2020

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/penyimpanan-asi-perah
Diakses pada 1 Mei 2020

Artikel Terkait