Anak perlu didampingi orangtua saat menyaksikan film kartun anak
Orangtua sebaiknya mendampingi anak saat menonton film kartun

Film kartun kerap diidentikkan sebagai tontonan untuk anak. Padahal, tidak semua film kartun anak aman ditonton oleh buah hati Anda, lho.

Contoh kecilnya adalah ketika Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur salah satu stasiun televisi swasta karena menayangkan film kartun ‘Spongebob Squarepants The Movie’. Meski keputusan tersebut menuai hujatan dari warganet, KPI bergeming bahwa film kartun anak tersebut dapat membawa dampak buruk bagi perkembangan anak.

Sebetulnya, bagaimana kriteria film kartun anak yang aman ditonton oleh anak? Apa pula hal-hal yang harus diwaspadai oleh orangtua saat anak menonton film kartun ini?

Positif dan negatif dari film kartun anak

Seperti dua sisi mata uang, film kartun anak juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa sisi positif film kartun untuk anak, antara lain:

  • Membantu anak dalam belajar, terutama bila Anda memberikan film kartun anak yang berisi pengenalan tentang bentuk, warna, angka, dan huruf.
  • Mengajarkan banyak hal yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, misalnya dongeng, sejarah, geografi, dan lain-lain.
  • Memicu perkembangan kognitif, lebih tepatnya aspek logika dan pendapat, indera pendengaran dan penglihatan, serta fokus anak akan suatu hal.
  • Melatih kemampuan berbahasa, baik bahasa ibu maupun bahasa asing.
  • Meningkatkan kreaktivitas dan imajinasi anak.
  • Membuat anak tertawa sehingga ia tidak rentan stres. Sifat anak yang selalu ceria juga dapat diartikan sebagai peningkatan kepercayaan diri.

Di sisi lain, film kartun anak juga dapat mengakibatkan hal-hal negatif, seperti:

  • Memicu anak menjadi suka kekerasan. Banyak adegan film kartun yang tidak realistis, misalnya baku hantam yang tidak menimbulkan luka-luka atau tertabrak mobil tetapi tidak cedera. Ini menjadi bahaya karena anak-anak biasanya belum bisa membedakan fiksi dan realita.
  • Anak memiliki tokoh panutan yang salah sehingga perilakunya juga menyimpang dari nilai-nilai yang diajarkan dalam keluarga.
  • Menciptakan karakter pemberontak dan kurang empati terhadap orang-orang di sekitarnya.
  • Anak meniru bahasa kasar yang dilontarkan oleh tokoh di film kartun.
  • Memicu perilaku antisosial, termasuk
  • Memicu munculnya masalah kesehatan, seperti obesitas, gangguan mata, kurang gizi.

Rekomendasi film kartun anak yang aman ditonton

KPI sendiri menggarisbawahi bahwa tidak semua film kartun anak harus dihindari. Yang penting, orangtua mengetahui prinsip dasar memilih tontonan kartun anak yang aman, yakni memiliki pesan moral yang baik dan mendidik, serta tidak terdapat unsur kekerasan maupun pornografi.

Beberapa rekomendasi film kartun anak yang aman ditonton buah hati Anda, di antaranya:

  • Inside Out

Film ini akan mengenalkan anak pada contoh emosi yang ada dalam dirinya, seperti senang, sedih, marah, takut, dan jijik. Sambil menyaksikan film kartun anak ini, Anda bisa mengajarkannya cara mengutarakan perasaannya kepada orangtua agar tidak jadi anak yang pemurung.

  • Coco

Film kartun anak yang satu ini dapat mengajarkan pada anak untuk tidak cepat menyerah. Selain itu, anak juga diharapkan lebih menghargai ikatan keluarga, meski ia mungkin bingung dengan penggambaran kehidupan setelah kematian di film tersebut.

  • Tayo

Film kartun anak ini dapat disaksikan di salah satu stasiun televisi swasta. Tayo dapat mengajarkan pada anak untuk setia kawan, ceria, dan suka menolong.

  • Serial Nussa dan Rara

Meski kartun anak ini mengambil latar belakang pendidikan agama Islam, kanal Youtube ‘Nussa Official’ juga sudah banyak disaksikan oleh pemeluk agama lain karena kisahnya yang humanis dan sarat dengan nilai-nilai kebaikan untuk anak-anak, misalnya tidak boleh buang sampah sembarangan.

Perlu dicatat bahwa film-film di atas juga tidak sepenuhnya aman untuk anak usia tertentu. Selalu dampingi anak saat menyaksikan film kartun anak dan ajari ia untuk mencontoh hal-hal baik yang terdapat dalam film tersebut.

Tetap batasi waktu menonton anak

Sekalipun banyak film kartun anak yang bermuatan positif, Anda juga tidak boleh membebaskan anak dalam menonton televisi atau layar gawai. Berikut tips yang dapat Anda lakukan agar si Kecil tidak kecanduan nonton film kartun:

  • Selalu dampingi anak ketika menonton dan berikan pemahaman bahwa adegan di film kartun itu kadang kala tidak bisa diterapkan di dunia nyata.
  • Batasi waktu nonton anak, yakni hanya 2-3 jam dalam sehari. Pastikan juga film kartun anak yang ditontonnya sudah sesuai usianya.
  • Letakkan televisi atau gawai di ruang keluarga, bukan di kamar anak.

Bila anak sudah bisa berusia sekolah, ajak ia untuk berdiskusi tentang pesan yang disampaikan dalam film tersebut. Bila memungkinkan juga, libatkan ia dalam pemilihan film kartun anak yang akan ditonton berikutnya.

Parenting Firtscry. https://parenting.firstcry.com/articles/positive-and-negative-effects-of-cartoons-on-child-behaviour-and-development/
Diakses pada 13 Januari 2020

KPI. http://kpi.go.id/index.php/id/umum/38-dalam-negeri/34148-tidak-semua-film-kartun-aman-untuk-anak
Diakses pada 13 Januari 2020

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=3797
Diakses pada 13 Januari 2020

Kompascom. https://sains.kompas.com/read/2019/09/19/100204923/kpi-beri-sanksi-spongebob-squarepants-psikolog-anak-tak-setuju?page=all
Diakses pada 13 Januari 2020

Artikel Terkait

Banner Telemed