Tips Memilih Car Seat Bayi yang Aman dan Nyaman

Car seat bayi harus terpasang dengan benar agar keamanan buah hati terjamin
Car seat bayi harus dipasang dengan benar untuk menjamin keamanannya

Penggunaan car seat sangat penting untuk bayi, bahkan bayi baru lahir. Car seat bayi dapat menjamin keamanan Si Kecil saat berada di dalam mobil.

Sebuah penelitian bahkan membuktikan bahwa penggunaan car seat yang benar mampu mengurangi risiko cedera, rawat inap di rumah sakit, serta kematian hingga lebih dari 70 persen jika dibandingkan dengan mereka yang tidak memakainya.

Meski begitu, car seat terbilang masih kurang umum untuk masyarakat Indonesia. Jadi sebagian besar orang tua mungkin bingung bagaimana memilih dan memakainya. Bila Anda salah satunya, mari simak penjelasan di sini.

Jenis-jenis car seat bayi

Banyaknya variasi car seat bayi di pasaran bisa membuat orang tua bingung harus memilih yang mana. Anda sebenarnya tidak harus membeli kursi pengaman yang ‘paling baik’ atau paling mahal.

Anda hanya perlu mempertimbangkan usia, berat, dan tinggi badan bayi, serta jenis car seat yang memenuhi standar keamanan. Berikut dua jenis car seat bayi yang bisa menjadi pilihan Anda:

  • Infant seat

Jenis car seat ini cocok untuk bayi baru lahir sampai ia memiliki berat badan 16 kg. Infant seat digunakan dalam posisi rear-facing atau menghadap ke belakang.

Jika berat badan bayi sudah lebih dari 16 kg atau melebihi batas yang diizinkan oleh produsen car seat tersebut, Anda sebaiknya memilih kursi pengaman yang didesain untuk bayi lebih besar meski usia anak masih cukup. Misalnya, convertible seat.

Para pakar juga lebih menyarankan orang tua untuk memilih car seat berdasarkan berat badan anak, bukan usia.

  • Convertible seat

Convertible seat dirancang untuk bayi baru lahir hingga anak dengan berat badan 18 kg. Penggunaannya tidak jauh berbeda dengan infant seat.

Jenis car seat ini juga bisa diubah menjadi forward-facing (menghadap ke depan) apabila usia dan berat badan anak sudah cukup, sehingga lebih ekonomis.

Namun untuk bayi yang baru lahir, Anda sebaiknya tidak memilih model convertible seat yang dilengkapi tray shield atau pembatas. Jika terjadi benturan, wajah bayi bisa menghantam pembatas dan menimbulkan cedera.

Posisi rear-facing paling direkomendasikan karena dapat menyangga kepala, leher, dan torso bayi dengan baik. Posisi ini juga membantu dalam mencegah kepala anak terpelanting ke depan saat terjadi tabrakan. Pasalnya, leher bayi masih belum cukup kuat untuk menopang kepalanya.

Cara aman menggunakan car seat bayi jenis rear-facing

Dalam menggunakan car seat tipe rear-facing, Anda perlu memperhatikan tips berikut demi keamanan dan kenyamanan Si Kecil:

  • Pastikan tali pengaman terletak sejajar atau di bawah bahu bayi.
  • Jika Anda masih bisa mencubit tali pengaman, itu tandanya tali masih longgar dan perlu dikencangkan lagi.
  • Pasang car seat dengan benar, sampai menempel sempurna pada jok mobil. Bila kursi bisa digeser ke depan atau ke samping lebih dari 3 cm, ini berarti Anda belum memasangnya dengan kuat.
  • Hindari menempatkan car seat bayi jenis rear-facing di kursi depan (kursi di sebelah setir). Karena saat mobil mengalami benturan, air bag (kantong udara) akan mengembang dan menghantam kepala bayi.
  • Sudut kemiringan car seat harus pas sehingga kepala bayi tidak jatuh ke depan. Lihat instruksi penggunaan untuk mengetahui sudut yang tepat untuk car seat bayi Anda.

Apabila Anda mengalami kesulitan untuk memasang car seat bayi, mintalah bantuan dari jasa pemasangan profesional. Biasanya, toko-toko resmi menyediakan jasa ini.

Hal-hal lainnya yang perlu diperhatikan

Saat bayi menggunakan car seat, Anda sebaiknya mewaspadai hal-hal di bawah ini agar bayi tidak mengalami cedera atau masalah lainnya:

  • Hindari meletakkan car seat di permukaan yang tinggi

Jika bayi sedang berada di car seat dan di luar mobil, jangan meletakkan kursi pengaman ini di permukaan yang tinggi, misalnya meja dapur. Langkah ini bertujuan mencegah risiko terjatuh.

Apabila Anda perlu melakukan sesuatu sementara buah hati sudah siap di car seat, letakkan buah hati dan kursinya di lantai terlebih dulu.

  • Jangan meninggalkan anak sendiri di mobil

Untuk mengurangi risiko bayi tertinggal di dalam mobil, letakkan barang-barang pribadi Anda di kursi belakang. Dengan ini, Anda akan terbiasa untuk mengecek kursi belakang sebelum keluar dari mobil.

  • Tidak memakai car seat sebagai kasur atau kursi makan

Car seat tidak boleh digunakan sebagai tempat bayi tidur maupun makan.  

  • Tidak membiarkan bayi terlalu lama di car seat

Duduk terlalu lama di car seat bisa membatasi gerak bayi Anda. Padahal, pergerakan tubuh bayi penting untuk keterampilan sensorik dan motoriknya.

Karena itu, batasilah waktu buah hati duduk dalam car seat. Bila Anda melakukan perjalanan jauh, Anda bisa sesekali berhenti di lokasi peristirahatan dan mengeluarkan bayi dari kursi pengamannya.

Sebenarnya, car seat bayi terbaik adalah kursi yang dapat menopang tubuh bayi dengan baik, terpasang sempurna, dan digunakan secara benar. Pastikan Anda membaca instruksi penggunaan dan pemasangan dengan saksama agar Si Kecil tetap aman sekaligus nyaman selama perjalanan.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/stay-safe-in-car#1
Diakses pada 23 Maret 2020

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/auto-baby-toddler.html
Diakses pada 23 Maret 2020

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/on-the-go/Pages/Car-Safety-Seats-Information-for-Families.aspx
Diakses pada 23 Maret 2020

Artikel Terkait