Balsem bayi umumnya digunakan untuk mengatasi pilek
Ilustrasi penggunaan balsem bayi

Bukan rahasia lagi bahwa minum obat flu, batuk, dan pilek tidak disarankan untuk bayi. Oleh karenanya, orangtua banyak beralih menggunakan pengobatan alternatif saat Si Kecil mengalami gejala tersebut, salah satunya dengan menggunakan balsem bayi.

Balsem bayi merupakan obat khas Indonesia yang digunakan dengan cara dioles (topikal) di perut hingga ubun-ubun bayi. Tujuannya adalah memberi efek hangat pada bayi serta melegakan jalan napasnya bila ia tengah pilek yang mengakibatkan susah bernapas, meski klaim ini baru didasarkan pada testimoni penggunanya semata.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sendiri tidak melarang penggunaan balsem bayi, bahkan memasukkannya dalam daftar obat yang bisa disiapkan orangtua untuk anak. Hanya saja, Anda harus betul-betul memperhatikan bahan pembuat balsem bayi karena tidak semuanya aman untuk kulit si Kecil.

Tips memilih balsem bayi yang aman

Penting untuk diingat bahwa balsem tidak boleh diberikan pada bayi yang berusia di bawah 3 bulan. Hal lain yang perlu Anda perhatikan dalam memilih balsem bayi yang aman adalah bahan yang digunakan di dalamnya.

Balsem bayi biasanya mengandung bahan-bahan alami yang memiliki khasiat tertentu, misalnya untuk melegakan napas hingga membuatnya tidur lebih nyenyak. Apa saja bahan alami pada balsem bayi yang aman untuk Si Kecil?

  • Eucalyptus radiata

Balsem bayi yang mengandung eucalyptus dipercaya sejak lama dapat membantu melegakan saluran pernapasan pada bayi. Pastikan Anda memilih balsem eucalyptus radiata, bukan eucalyptus globulus yang tidak boleh digunakan pada anak-anak berusia di bawah 2 tahun.

  • Lavender

Aroma bunga lavender memiliki efek menenangkan sehingga bayi yang diolesi balsem lavender dapat tidur lebih nyenyak. Balsem bayi lavender juga sering digunakan untuk campuran minyak pijat untuk bayi karena efek tersebut.

Balsem bayi yang mengandung lavender juga bisa digunakan untuk mengatasi bentol akibat digigit serangga serta mengurangi rasa gatal yang ditimbulkannya. Beberapa orangtua juga menyatakan minyak lavender bisa digunakan untuk menghilangkan kolik pada bayi.

  • Chamomile

Chamomile juga kerap digunakan sebagai bahan campuran pada balsem bayi karena memiliki efek menenangkan. Bayi yang dioles balsem chamomile dipercaya akan tidur lebih nyenyak dan cenderung tidak rewel.

Jika digunakan bersama minyak lavender, balsem bayi yang mengandung chamomile juga dapat mengurangi gejala kolik. Bayi pun menjadi tidak rewel dan lebih tenang setelah dioles balsem chamomile ini.

Bahan yang harus dihindari pada balsem bayi

Sebaliknya, ada bahan-bahan yang mungkin terdapat pada balsem bayi, padahal tidak aman. Sebuah penelitian menyatakan balsem bayi yang mengandung camphor dan minyak terpenik bisa jadi beracun bagi bayi.

Penggunaan camphor pada bayi dapat mengakibatkan munculnya gejala keracunan, seperti kejang, lesu, maupun mual dan muntah yang parah. Gejala keracunan ini bisa ringan, sedang, maupun berat yang tidak jarang juga membahayakan nyawa bayi tersebut.

Kandungan lain pada balsem bayi yang sebaiknya dihindari adalah menthol karena mungkin juga dapat menimbulkan gejala keracunan pada bayi. Meski demikian, kasus keracunan akibat balsem bayi yang mengandung menthol lebih sedikit dibanding penggunaan balsem yang mengandung camphor dan minyak terpenik lainnya.

Penggunaan balsem bayi yang tepat

Untuk mendapatkan manfaat balsem bayi di atas, Anda dapat membalurkan balsem tipis-tipis ke area dada, leher, maupun punggung bayi. Prinsip pemakaian balsem adalah agar uapnya dapat terhirup oleh hidung bayi sehingga dapat melegakan jalan napasnya saat bayi pilek dan hidungnya tersumbat.

Saat ini, banyak jenis balsem bayi yang dijual bebas dan dapat dibeli di apotek maupun toko obat. Namun jika Anda tidak memiliki balsem bayi ini, cukup gunakan minyak kayu putih atau minyak telon yang dipercaya memiliki khasiat yang sama.

Selama menggunakan balsem bayi, Anda juga disarankan untuk menidurkannya dengan posisi kepala lebih tinggi. Selain itu, hindari menidurkan anak di ruangan ber-AC agar penyumbatan di hidungnya dapat dikurangi.

Anda juga perlu memerhatikan tanda-tanda alergi balsem setelah mengoleskannya, misalnya seperti bentol, kemerahan, dan gatal pada area yang dioleskan. Segera hentikan pemakaian dan hubungi dokter.

Perlu diingat bahwa balsem bayi bukan obat untuk meredakan pilek atau batuk pada bayi, melainkan hanya untuk meredakan gejalanya dalam rentang waktu tertentu. Bila Anda merasa khawatir dengan kondisi kesehatan si Kecil, periksakan ia ke dokter.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5301968/
Diakses pada 22 April 2020

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/liburan-pertama-si-kecil-apa-yang-harus-dipersiapkan
Diakses pada 22 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322532
Diakses pada 22 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/essential-oils-for-babies
Diakses pada 22 April 2020

Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. https://books.google.co.id/books?id=a-Dhky-YGYcC&pg=PA138&lpg=PA138&dq=balsem+bayi+pdf&source=bl&ots=u-JOBn_4kh&sig=ACfU3U1qROX1qYzPZc5R-aBXMPeDuA4mkQ&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwjvwOvd4_voAhVBJHIKHRUxA7AQ6AEwBXoECAoQAQ#v=onepage&q=balsem&f=false
Diakses pada 22 April 2020

Artikel Terkait